
Setelah resmi menjadi pasangan suami istri Vaska dan Judith menghabiskan bulan madu mereka selama satu minggu penuh lamanya ke suatu tempat yang jauh.
Di suatu pantai terlihat Vaska dan Judith sedang berada di tepi pantai.
“whoosh !” angin berhembus kencang dan meniup topi Judith yang membuatnya terbang. “Tunggu !” Vaska berteriak sembari mengejar Judith yang sudah berlari. “Biar aku yang mengambilnya untukmu.”
Judith pun berhenti berlari sedangkan Vaska ganti berlari untuk mengambil topi Judith. Terlihat angin semakin kencang berhembus, membuat topi yang ia kejar semakin jauh.
“Hiss...” dengan susah payah, Vaska berhasil mengambil topi yang tersangkut di dahan pohon yang letaknya tinggi. “Aneh sekali
kenapa aku bisa melompat setinggi ini, seperti masih mempunyai kekuatan vampir saja.” melihat kedua tangannya dengan tak percaya bagaimana bisa dia melompat dengan ketinggian seperti ini yang mustahil dilakukan oleh manusia biasa. “Oh sudahlah, mungkin dulunya aku terbiasa seperti ini.”
Vaska melompat turun dari pohon sambil membawa topi, mengesampingkan perasaan anehnya.
“Ini topi mu.” Vaska Kembali ke tempat Judith menunggunya kemudian memakaikannya. “Terimakasih sayang.” Judith tersenyum lebar dan kembali berjalan di samping Vaska sembari menggenggam tangannya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan menyisir pantai hingga ke ujung sampai hampir siang hari.
Di rumah Vaska
Terlihat banyak para pasien datang ke sana untuk berobat di suatu pagi.
“Libur selama seminggu ?” seorang pasien membaca pengumuman di sana.
“Mungkin dokter Vaska ambil cuti panjang setelah menikah untuk honey moon.” pasien lain ikut menimpali.
Satu minggu berlalu
Terlihat Judith di sebuah kamar penginapan yang enggan untuk membuka matanya.
“Sudah hampir siang rupanya.” Judith merasa silau terkena seberkas sinar yang menerobos masuk lewat jendela. “Dia masih tidur.” miring ke kiri dan melihat Vaska dalam satu selimut dengannya masih tertidur.
__ADS_1
Judith yang merasa enggan untuk pulang ke rumah kembali memeluk Vaksa sembari memejamkan matanya.
“Oh... Judith...” Vaska malah terbangun merasakan pelukan dari istrinya. “Sudah siang, ayo bangun.” mencium kening Judith.
“Aah... sayang aku masih ingin terus seperti ini.” Judith tetap memeluk Vaska dengan erat, merasa honey moon mereka terlalu singkat. “Kita bisa kembali kembali kapanpun kau mau. Tapi di rumah pasti banyak pasien yang sudah menunggu kita.” Vaska menjelaskan jika sudah saatnya mereka kembali.
Dengan berat hati maka Judith pun keluar dari selimut lalu memakai bajunya, di ikuti Vaska yang kemudian ikut turun dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya.
Siang harinya terlihat mereka berdua keluar dari penginapan dan melakukan perjalanan pulang mengendarai sebuah mobil.
“Arah ke sana adalah jalan menuju ke Versailles.” Vaska menoleh ke arah persimpangan jalan saat melewatinya. “Apa kita mampir ke sana sebentar sayang ?” Judith segera merespon dan malah mengajak ke sana.
“Ayah bagaimana kabarmu saat ini ?” dalam hati pria itu merindukan ayahnya dan ingin mengetahui kondisi istana saat ini. “Tidak sekarang Judith, mungkin lain waktu kita akan mengagendakannya nanti.” Vaska kembali menatap ke depan dengan tatapan sedih.
“Mungkin dia tidak mau ke sana karena pernikahan kami dan dia ingin melindungi aku dari keluarganya.” Judith bisa melihat kesedihan lelakinya itu meski Vaska tak mengungkapkannya. “Mungkin aku memang harus memaksanya pergi ke sana. Selain itu kami juga belum meminta restu dari keluarganya.”
__ADS_1
Senyum Judith yang terkembang kini menjadi pudar setelah melihat kesedihan Vaska.