Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 40 Tanggung Jawab


__ADS_3

Judith tak percaya pada apa yang telah terjadi pada dirinya. Semua mimpi manis semalam yang diingatnya ternyata bukan mimpi.


“Tu-tuan Vaska apa yang sudah kau lakukan padaku ?” Judith berbalik dan menutupi tubuhnya ya masih telanjang bulat.


Bukan ini yang ia inginkan, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ia sudah kehilangan ibunya sekarang ia harus kehilangan mahkotanya. Hidupnya rasa hancur berkeping-keping.


“Apa yang sudah kulakukan pada Judith ? bagaimana bisa aku lepas kontrol dan sama sekali tak menyadarinya seperti ini ?” Vaska tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya pada Judith. Ia diam dan termangu menatap mata sendu di depannya.


“Tuan Vaska...” ucap Judith dengan bibir yang bergetar dan air mata yang mulai berderai. “Judith sungguh aku tak sadar melakukannya. Maaf, aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah ku lakukan padamu semalam.” Vaska bergeser mendekat pada Judith dan memeluknya.


“Ini tidak ada di pasal perjanjian pernikahan kontrak kita.” Judith bermaksud protes karena pria itu melanggar pasal perjanjian.


Vaska merasa bersalah tapi ia tak bisa menjelaskan hal itu pada Judith kenapa dia bisa lepas kendali seperti itu.

__ADS_1


“Pasal 3 menyebutkan dalam pernikahan kontrak apapun bisa terjadi dan peraturan tambahan bisa dibuat berdasarkan kemauan pembuat kontrak.” Vaska melepas pelukannya kemudian menyentuh dagu Judith menyembunyikan rasa bersalahnya.


“Judith selain itu hal ini tidak salah jika dilakukan, karena kita sudah terikat dalam pernikahan walaupun hanya kontrak.” sambung Vaska menguatkan pasal yang ia sebutkan sebelumnya.


Air mata Judith semakin deras menetes mendengar ucapan Vaska yang begitu mudahnya mengatakan hal itu dan tanpa rasa bersalah sama sekali.


“Tapi tuan pasangan suami istri melakukannya atas dasar cinta. Sedangkan kita --”


“Aku akan bertanggung jawab.” potong Vaska tak tahan melihat air mata Judith yang terus mengalir bahkan semakin bertambah terus saja. “Dengar bukan kemauan ku melakukan ini. Semua ini murni di bawah kesadaran ku. Beratus-ratus tahun lamanya baru pertama kali ini aku menyentuh seorang gadis. Dan itu kau.” jelas Vaska panjang dan lebar.


“Tenanglah jangan menangis lagi.” Vaska mencium bibir tipis Judith untuk menenangkannya.


Sesaat Judith terdiam dan menyentuh bibirnya yang bergetar.

__ADS_1


“Ohh... aku tidak tahu hukuman apa yang akan ku terima.” ucap Vaska setelah mengakhiri ciumannya dengan wajah tertunduk. “Mungkin saja aku akan mati setelah ini atau lainnya.”


“Apa yang tuan bicarakan ? Aku tidak memahami yang kau katakan.” Judith beralih menatap Vaska di mana di kedua mata pria itu terlihat kesedihan yang mendalam tanpa ujung.


Gadis itu merasa aneh saja, harusnya dialah yang terluka dalam peristiwa ini dan bersedih, namun yang terlihat justru sebaliknya. Vaska terlihat lebih bersedih daripada dirinya.


“Aku pergi dulu.” Vaska turun dari tempat tidur dan mengenakan pakaian yang kembali.


Ia menatap gadis kecilnya dengan mata sendu dan pergi dari sana.


“Tuan Vaska tunggu... !” Judith meraih jaket yang ada tempat tidur untuk menutupi tubuhnya kemudian berlari mengejar Vaska, namun pria itu sudah hilang dalam sekejap mata.


Di belahan bumi lainnya, tepatnya di Versailles yang merupakan tempat tinggal ras vampir terjadi badai di sertai petir yang menyambar tiada henti.

__ADS_1


“Tanda ini... siapa salah satu dari ras kita yang melakukan kesalahan besar ?” ucap seorang raja vampir dengan mata merahnya menatap ke luar istana.


__ADS_2