
Vaska melihat Judith kedinginan meskipun ia sama sekali tak merasakan kedinginan.
“Apa kau kedinginan ?” Vaska melihat tubuh Judith yang merinding. “Sedikit saja dan untungnya aku sudah mengenakan sweater tebal.” timpal Judith agar pria itu tak khawatir pada dirinya.
Meskipun Judith berkata demikian, namun Vaska tahu jika gadisnya itu menahan rasa dingin.
“Sayang, apa yang kau lakukan ?” Judith menatap Vaska yang tiba-tiba saja memeluk dirinya. “Aku akan sedikit menghangatkan mu.” Vaska memeluk erat Judith dan mengalirkan sedikit energi panas pada tubuh gadisnya.
“Apa sekarang sudah hangat ?”
“Ya, sayang. Aku merasakan energi hangat mengalir di tubuhku dan juga hangat dari tubuhmu.” tiba-tiba dingin di tubuh Judith menghilang entah kemana.
Sepuluh menit kemudian mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali agar sebelum malam mereka sudah tiba di sana.
“Aku sudah tidak merasakan kedinginan lagi.” Judith mengakhiri pelukan mereka sambil mengusap lembut pipi Vaska. “Jika begitu kita pergi sekarang.” Vaska berdiri dan menarik gadisnya untuk berdiri juga.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian berjalan bersama.
“Judith pegang tanganku.” Vaska mengulurkan tangannya. “Ya, sayang.” Judith menyambut tangan Vaska lalu menggenggamnya erat. “Kau siap sekarang ?” Vaska menjejakkan kakinya dan melompat ke udara.
Judith hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Vaska. Mereka kini melayang di udara dan menghilang dari tempat itu.
Vaska melesat di udara dengan kecepatan tinggi bersama Judith hingga ratusan kilometer jauhnya.
“hap...” beberapa kali pria itu kembali mendarat ke tanah dan berjalan karena energinya juga ada batasnya. Ia tak bisa terus-menerus terbang dalam waktu yang lama.
Judith pun akhirnya menuruti kemauan Vaska. Ia kembali menggenggam tangan Vaska dengan erat dan beberapa detik setelahnya mereka kembali melayang di udara kemudian menghilang dari sana.
“zap !” setelah beberapa kali melakukan teleportasi, Vaska berhenti di sebuah tempat.
“Apakah kita sudah sampai ?” Judith mendarat ke tanah dengan perlahan bersama Vaska. “Ya benar, ini tempat nya.” timpalnya singkat.
__ADS_1
Mereka berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan mereka kembali. Terlihat di depan mereka satu meter dari tempat mereka berdiri saat ini tampak tanah tertutup oleh salju.
“whirr...” angin kembali berhembus di sana. “Brr...” Judith kembali merasakan kedinginan saat angin yang berhembus terasa dingin menusuk kulit. Tak hanya itu saja, sejauh mata memandang di depan mereka terhampar sebuah hutan dengan salju yang menumpuk di setiap pohon meskipun cuaca tidak bersalju.
“Jika kau merasakan dingin bilang padaku, aku akan kembali menghangatkan tubuhmu.” Vaska melihat bibir Judith bergetar. “Aku masih kuat menahan dinginnya, jangan khawatir.” timpal Judith.
“Dimana laut Tasza ?” Judith menetapkan sekitar dan sama sekali tak menemukan lautan di sana. “Laut itu sudah dekat dari sini. setelah kita masuk ke hutan ini sejauh 50 km maka kita akan menemukan lautan di sana.” Vaska menjelaskan.
“Jika begitu kita masuk sekarang juga.” Judith terlihat bersemangat karena ia ingin setelah melaksanakan ritual tersebut. “Ayo, aku akan menemanimu.” Vaska berjalan mengikuti Judith yang boleh berjalan masuk lebih dalam lagi ke hutan.
Dari tengah hutan terlihat sepasang mata yang mengawasi mereka berdua.
Halo readers semua, event give away dimulai dari sekarang. untuk yang tersedia ikutan bisa langsung memberikan dukungan pada karya ini.
Merci 💗💗
__ADS_1