
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya Pangeran Vaska dan Judith tiba di rumah mereka.
“Akhirnya kita tiba di rumah juga.” ucap Judith turun dari mobil bersama suaminya.
Dari dalam rumah, Peter yang mendengar suara mobil berhenti segera bergegas ke depan.
“Tuan, nona anda sudah kembali.” sapa Peter menyambut kedatangan mereka berdua. Peter melihat ada yang berbeda dari Judith. “Nona, anda sekarang adalah vampir ?” ia tak percaya saat mencium aroma Judith yang kini sudah berubah menjadi aroma vampir.
Judith hanya mengangguk dan tersenyum kecil menatap Peter.
“Tuan... anda juga kembali menjadi sosok vampir ?” Peter kembali terkejut saat mendapati aroma tuannya yang kini juga beraroma sama dengan dirinya.
“Ya Peter setelah kejadian yang panjang untungnya aku bisa kembali ke wujud asliku.”
Pangeran Vaska tersenyum lebar menatap pelayannya tersebut kemudian masuk ke rumah bersama Judith.
Keesokan harinya di pagi hari mereka kembali membuka tempat praktek mereka seperti biasanya. Sudah bisa dipastikan karena lama tutup maka pasien saat ini membludak.
“Nona kenapa lama sekali liburnya ?” tanya seorang pasien pada Judith saat mengambil nomor antrian dan juga kartu periksanya.
“Maaf, dokter Vaska ada urusan dengan keluarganya.” jawab Judith singkat sambil tersenyum tipis serta memberikan kartu periksa pada pasien tersebut.
“Semoga setelah ini dokter Vaska tidak akan libur panjang lagi.” ucap pasien lain ikut menimpali karena selama kepergian Dokter Vaska, mereka harus bersabar dan menggunakan obat seadanya saat mereka sedang sakit.
__ADS_1
Dengan kondisinya yang sudah kembali ke wujud vampir, maka dokter Vaska tidak merasa kelelahan sedikitpun Saat melayani jumlah pasien yang banyak. Bahkan ia pun sengaja menutup malam tempat praktek pengobatannya sebagai kompensasi libur panjangnya.
Satu bulan berlalu dan malam ini akan ada bulan purnama.
“Sayang Kenapa hari ini tempat prakteknya lebih cepat tutup dari biasanya ?” Judith berjalan masuk bersama dokter Vaska setelah menutup tempat praktek pengobatan mereka yang tutup 2 jam lebih awal.
“Untuk persiapan nanti malam. Hari ini tanggal 15 dan bulan akan penuh.” Dokter Vaska menjelaskan yang membuat pipinya Judith bersemu merah.
“Kau ingin berapa anak di tahun ini ?” bisik dokter Vaska lirih dengan menggoda di telinga Judith.
“Sayang... kau ini.” Judith kembali terlihat malu-malu saat pria itu menanyakannya.
“Ayolah... bukankah kita Kita berjanji akan segera memberikan cucu pada ayah dan ibu ?”
“Kurasa untuk tahun ini satu atau dua saja.” balasnya berbisik lirih di telinga Dokter Vaska karena menurut Judith ia harus belajar terlebih dulu mengurus anak baru dia berani mempunyai banyak anak.
“Sayang...” Judith mengingat kembali pesan dari ibu mertuanya bagaimana agar dirinya cepat hamil setelah ritual di bulan purnama.
Judith pun kali ini hanya pasrah saja pada dokter Vaska dan tidak mengambil alih sesuai arahan dari Ratu Lily.
“Aah...” Judith mendesah di bawah Pangeran Vaska dan memeluk tubuh lelakinya itu dengan erat.
Keesokan paginya mereka berdua bersamaan.
__ADS_1
“Astaga !” pekik Judith terkejut sekali begitu melihat perutnya yang sudah membuncit seperti kehamilan di usia tiga bulan.
“Sayang, aku berhasil. Kita berhasil !” seru Pangeran Vaska girang sambil mengusap lembut perut istrinya itu.
Ternyata kehamilan vampir berbeda dengan kehamilan manusia dan kami dan itu lebih cepat. Dalam hitungan beberapa minggu saja perut Judith terlihat semakin membesar dengan cepat.
“Sayang perut mu semakin membesar dan sebentar lagi bayi kita akan lahir.” Pangeran Vaska mengusap perut istrinya yang sedang duduk di sampingnya di ruang tengah.
“Kurasa para warga di sini akan mencurigai identitas kita jika kau melahirkan di sini.”
“Lalu bagaimana ?” jawab Judith balas bertanya.
“Kita harus pindah dari sini dan mencari tempat yang baru di mana semuanya tidak mengenal kita. Memang seperti itulah kehidupan vampir jika hidup di tengah manusia.” jelas pria itu.
Beberapa hari kemudian mereka menutup tempat pengobatan dan pindah ke tempat yang jauh bersama Peter yang selalu senantiasa menemani mereka.
“Satu bulan lagi bayi kita akan lahir, sayang.” Pangeran Vaska mengusap perut Judith yang semakin membesar di rumah baru mereka.
“Ya sayang, ku harap bayi kembar kita akan sehat.” jawab Judith tersenyum lebar.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua di rumah lama mereka serang Violet datang berkunjung.
“Aku merasakan ada aroma Osiris di sini dan juga Syrion yang sedang hamil. Keturunan mereka pasti menjadi vampir yang hebat. Bagaimana jika aku mencarinya sebagai kompensasi karena telah membinasakan Raja Napoléon ?” vampir itu tersenyum menyeringai kemudian pergi dari sana.
__ADS_1
Vampir itu sebenarnya ingin mencari mangsa untuk dijadikan blood successive nya namun seketika ia lebih tertarik untuk mencari keturunan yang merupakan campuran dari Osiris dan Syrion.
End.....