Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 175 Korban Berjatuhan


__ADS_3

“Pasien kondisinya memburuk secepat ini ? Matheos ternyata lebih berbahaya daripada violet.”


Vaska sangat prihatin sekali dengan kondisi pasien saat ini.


“Tuan, aku sarankan sebaiknya anda pergi ke rumah sakit segera untuk mendapatkan transfusi darah.” Vaska menceritakan kondisinya sekarang apa pada pasiennya.


“Dokter rumah sakit jauh sekali dari sini. Apakah anda bisa membantu ku ?” pasien tadi menolak pergi ke rumah sakit dan mencoba bernegosiasi dengan dokter Vaska.


Vaska terlihat bingung dan dilema. Bisa saja dia membantu pasien itu untuk melakukan transfusi darah, tapi tentu saja itu akan menghabiskan waktunya dan pasien yang lainnya pasti akan menunggunya lama karena waktunya habis tersisa untuk merawat satu pasien saja. Sedangkan dia tak punya asisten petugas medis yang bisa membantunya.

__ADS_1


“Maaf tuan karena keterbatasan peralatan dan tenaga medis di sini aku tak bisa membantu anda.” Vaska menolak karena memikirkan pasien lainnya akan terlantar nantinya.


“Jika begitu aku akan menunggu dokter Vaska merawat ku di rumah.” Vaska kembali dia mendengarkan permintaan dari pasiennya. Karena dia sudah melakukan rawat jalan untuk satu orang pasien.


“Huft...” Vaska menarik nafas panjang. “Baiklah tuan aku akan merawat mu di rumah sekarang tapi aku butuh bantuan dari keluargamu untuk membantuku mengganti infus dan lain sebagainya karena aku tidak bisa berada di sana 24 jam sehari.” Vaska akhirnya menyetujui dengan berat hati karena sebagai dokter ia tak bisa membiarkan pasiennya mati di depannya.


“Baik, dokter.” Vaska dan pasien itu pun kemudian menuju ke rumah pasien dan melakukan perawatan di sana.


“Panggil pasien lainnya, semoga saja kondisi mereka tak separah itu.” Vaska memeluk Judith sebentar untuk mengusir rasa lelahnya. “Ya, sayang. Jika lelah tutup saja dulu dan istirahat.” Judith kemudian melepaskan pelukannya mengingat pasien di luar masih banyak yang mengantri.

__ADS_1


Judith memanggil kembali pasien yang menunggu di ruang tunggu. Ternyata banyak dari pasien yang datang kondisinya buruk dan bahkan lebih buruk dari Pasien tadi. Beberapa di antara mereka menolak pergi ke rumah sakit, beberapa lainnya minta layanan home service tapi Vaska menolaknya karena sudah cukup baginya melakukan perawatan tiga pasien home service yang sangat menyita waktunya. Sisanya memilih mengkonsumsi obat saja dari Vaska karena tak bisa mendapatkan layanan home service.


Keesokan harinya ada pasien yang meninggal lagi, dalam sehari ada dua pasien yang meninggal.


“Tidak... istri ku... jangan tinggalkan aku.” seorang pria berteriak histeris saat melihat kondisi istrinya yang terbujur kaku di sebuah kamar. “Ibu... jangan pergi, jangan tinggalkan kami.” dua anak kecil ikut berteria histeris saat mengetahui Ibunya sudah meninggal dan meninggalkan mereka semua.


Saat itu Vaska keluar dari sebuah rumah setelah mengecek kondisi pasien. Dia mendengar percakapan beberapa warga desa.


“Harry, Isabelle meninggal.” seorang pria keluar dari rumah dan menghampiri tetangga sebelahnya memberitahukan kabar kematian tentang istrinya. “Rocky juga meninggal.” seorang wanita keluar dari rumah dan menyampaikan kabar duka tentang meninggalnya suaminya.

__ADS_1


“Ooh....” Vaska hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat mendengar berita kematian para warga yang jumlahnya semakin meningkat dari hari ke hari. “Aku harus melakukan sesuatu atau semua warga di sini akan meninggal.” Vaska menatap warga yang berduka dan hatinya terasa miris. Ia pun berjalan cepat kembali ke tempat praktek pengobatannya untuk menangani pasien yang masih menunggunya.


__ADS_2