
Sore itu juga Vaska dan seisi penghuni rumahnya mengikutinya keluar dari rumah.
“Judith kenapa kau berhenti ?” Vaska ikut berhenti sejenak dan berbalik saat melihat Judith yang berhenti dan menatap rumahnya seolah dan untuk meninggalkannya. “Apa ada sesuatu yang menahan mu di sana?” Vaska menyentuh bahu Judith. “Tidak... aku hanya ingat semua kenangan kita saja di sana.” jawab Judith singkat karena merasa sayang sekali meninggalkan rumah yang penuh memori itu. “Suatu saat jika Kondisinya sudah aman kembali kita akan kembali ke sini. Ayo kita jalan lagi.” Vaska memegang tangan Judith dan menariknya untuk berjalan, segera pergi dari sana.
Vaska pergi jauh sekali meninggalkan dunia manusia yang ditempatinya saat ini. Ia melewati ratusan kilometer, melewati hutan luas dan juga lautan luas yang merupakan batas akhir dari wilayah.
Tiga jam kemudian mereka berhenti di sebuah tempat, masih di dunia manusia namun mereka berada di wilayah lain.
“Peter coba periksa apakah tempat ini aman atau tidak ?” Vaska menghampiri pelayannya kemudian memintanya untuk mengecek lokasi mereka saat ini. “Periksa apakah tempat ini layak huni atau tidak ?” tambah Vaska.
__ADS_1
“Baik tuan.” Peter segera pergi dari sana dan memeriksa ke sekitar. Karena saat ini sudah malam maka ia pun sedikit kesulitan untuk memeriksa lokasi dalam keadaan gelap yang tertutup oleh pepohonan. “hap.” Ia pun melompat ke atas pohon untuk melihat tempat ini secara menyeluruh.
Di kisahkan seorang vampir mempunyai kemampuan yang sama dengan kelelawar. Mereka bisa melihat dengan jelas di malam hari tanpa perlu menggunakan alat bantu. Mereka juga mempunyai indra pendengaran yang tajam dan mampu mendengar bunyi infrasonik hingga ultrasonik.
“Suasana di sini tenang.” Peter menajamkan pendengarnya untuk memeriksa keadaan di sekitar. Masih tidak yakin ia pun melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Ada beberapa rumah di sana di tengah kerimbunan, rumah sederhana yang berjajar dengan lampu temaram. “Aroma manusia dan mereka semua sudah tidur.” Peter melihat dari atas atap rumah dan mengintip ke dalam.
Peter kembali memeriksa area sekitar.
“Tuan, aku sudah memeriksa seluruh area di sini dan tempat ini layak untuk dihuni. Ada beberapa rumah yang berdiri di tengah sana.” Peter melaporkan apa yang ia lihat sambil menunjuk ke arah rumah yang tadi ia temukan.
__ADS_1
“Terimakasih jika begitu untuk sementara kita tinggal di sini dulu dengan tenda darurat. Besok pagi barulah kita membangun tempat ini.” jawabnya puas dengan kinerja Peter.
Vaska mengeluarkan beberapa peralatan yang ia bawa.
“Biar aku saja yang pasang tendanya.” Judith mengambil tenda yang barusan dikeluarkan oleh Vaska kemudian segera membentangkannya dan memasangnya. “Aku akan membantu mu.” Vaska mengambil pasak dan memasangnya.
Tak lama kemudian satu tenda selesai di pasang. Dan mereka pun membuat satu tenda lagi untuk Peter.
“Sudah selesai.” Vaska menepuk-nepuk kedua tangannya untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel di tangannya setelah selesai membuat tenda untuk Peter. “Peter kemari, ini tenda mu untuk sementara waktu kau bisa beristirahat di sini.” menunjuk tenda biru yang barusan selesai ia pasang. “Terimakasih tuan.” Peter segera masuk ke tenda biru dan beristirahat di sana.
__ADS_1
“Sayang ayo kita masuk ke tenda kita.” Vaska mengajak Judith untuk masuk ke tenda orange yang berada sepuluh meter dari tenda Peter.
Judith dan Vaska beristirahat dalam tenda. Dan mereka berdua pun tertidur beberapa saat setelahnya. Dari luar tenda ada sepasang mata putih yang menatap arah tenda dari balik rerimbunan dan pohon.