
Beberapa hari berlalu setelah kejadian terakhir kali Kyle mengancam Judith, Judith selalu menjauh dari CEO Marvell untuk menjaga perasaan Kyle.
Pagi hari di kantor, setelah keluar dari ruang absen kebetulan dia bertemu dengan pria itu yang barusan turun dari mobil seorang diri tanpa adanya Kyle di sana.
“Itu kan wanitanya pangeran ke - 21.” CEO Marvell melihat Judith melintasi mobilnya. “Mumpung tidak ada Kyle di sini aku bisa mendekati dia.” tersenyum menyeringai, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
Pria itu turun dari mobil dan mengejar Judith yang berjarak 7 meter di depannya.
“Gawat... CEO Marvell rupanya mengikuti ku. Aku harus menjauh darinya sebelum bertemu dengan Kyle.” Judith mendengar suara pintu mobil tutup lalu melirik, ternyata pria itu berjalan ke arahnya. “Aku tidak mau cari masalah dengan Kyle.”
Judith mempercepat langkah kakinya dan segera saja menyisip di tengah-tengah staf lain yang juga melewati jalan yang ia lewati.
“Huft.... aman.” ucapnya setelah menoleh ke belakang dan tak ada yang mengikutinya.
“Sial.... ! Cepat sekali dia jalannya.” CEO Marvell mengumpat karena kehilangan jejak targetnya.
__ADS_1
“pat.” seseorang menepuk bahu pria itu.
“Kyle ?” ucapnya setelah menoleh ke belakang dan melihat Kyle sudah ada di belakangnya. “CEO mencari ku ?” ucapnya dengan percaya diri mengira pria itu mencarinya. “Ooh... ya-ya.... aku mencari mu.” ucapnya bohong untuk menghindari banyak pertanyaan dari Kyle dan ia tak suka itu.
CEO Marvell terpaksa berjalan bersama dengan Kyle menuju ke kantornya.
“Aku yakin sebenarnya CEO mencari seseorang. Tapi siapa sebenarnya yang dia cari ?” Kyle bisa melihat dengan jelas CEO menutupi sesuatu darinya tapi ia tak berani bertanya padanya. “Mungkin orang tidak penting yang ia cari. Sudahlah.”
Mereka berdua kemudian masuk ke kantor dan bekerja seperti biasanya.
“Pangeran ini pil Jewish terakhir untuk anda. Mungkin besok kondisi anda akan sepenuhnya pulih.” Pablo membuka peti mati tempat Vaska persemayaman dan mendapati pria itu sudah membuka matanya, selain itu kondisinya sudah membaik dan luka di perutnya sudah tertutup sempurna.
“Terimakasih Pablo, aku berhutang budi padamu.” Vaska mengambil pil dari tangan Pablo dan segera meminumnya. “Pangeran silakan beristirahat aku akan berpatroli.”
“Ya tentu saja silahkan berpatroli.”
__ADS_1
Setelah menutup peti tempat Vaska bersemayam, Pablo keluar dari rumah dan melakukan patroli rutin dengan beberapa Hemisphere lainnya.
“Judith.. ku harap kau baik-baik saja.” Vaska masih teringat dan terpikirkan pada Judith. Ia pun menutup matanya kembali karena pengaruh dari pil jewish yang membuatnya kembali tidur untuk proses pemulihan yang maksimal.
Siang hari di kantor.
Kyle pergi ke toilet perempuan setelah selesai makan siang bersama CEO Marvell.
“Cuaca hari ini gerah sekali.” Kyle merasakan tubuhnya berkeringat dan wajahnya juga terasa lengket. “Sebaiknya aku basuh muka ku agar segar dan selalu kelihatan cantik.” mengambil air dari wastafel dan membasahi wajahnya yang membuat make up nya menjadi luntur.
“Astaga, apa yang terjadi pada wajahku ?” Kyle terkejut saat melihat pantulan wajahnya sendiri yang terlihat lebih kurus dengan tulang pipi yang terlihat menonjol karena pipinya semakin cekung. “Apa berat badan ku turun ?” menepuk-nepuk kembali pipinya yang tirus.
“Aku tidak kurus, mungkin berat badanku hanya turun satu atau dua kilo saja.” mensugesti dirinya sendiri. “Aku tidak boleh terlihat jelek di depan CEO Marvell atau ia akan paling pada wanita lain.”
Kyle kembali memoles make up nya dan menutupi pipinya yang tirus dan membuatnya terlihat chubby.
__ADS_1