Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 183 Penawar Untuk Judith


__ADS_3

Vaska ingin bertanya lagi satu hal pada sang putri mengingat usianya lebih banyak daripadanya maka wanita itu pasti mengetahuinya.


“Putri Lily, apakah kau tahu bagaimana cara merubah wujud menjadi manusia ? Atau merubah wujud menjadi vampir ?” Vaska kembali bertanya dan berharap sekali wanita itu mau memberitahunya.


“Pikirkan saja dulu sebelum bertindak. Tak akan mudah melakukan hal itu.” Putri Lily menjawab singkat kemudian segera menghilang dari sana.


“Tunggu... Putri Lily, kau belum menjawab pertanyaan ku !” Vaska yang penasaran dan belum puas pada jawaban sang putri berusaha mengejarnya. “Sial ! Aku kehilangan jejaknya.” berhenti mengejar karena sudah kehilangan jejak.


“Mungkin lain waktu aku akan menanyakannya lagi. Setidaknya aku tahu apa penawarnya.” Vaska terbalik dan kembali menuju ke rumah. “Dia bilang setetes darah Matheos bisa menjadi penawarnya. Apakah darah ku bisa mengobati Judith ?” baru menyadari Jika beberapa waktu yang lalu tepat di saat bulan purnama ia berubah menjadi sosok Matheos.


Vaska pun segera bergerak dengan cepat menghilang di tengah hutan dan muncul kembali di rumahnya.

__ADS_1


“Tuan sudah kembali ?” Peter yang percaya di depan pintu menyapa tuannya yang berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke rumah. “Ya, Peter. Aku sudah menemukan solusi dan juga penawaran untuk Judith.” jawabnya dan berhenti sebentar menatap pelayannya itu kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


“Judith... aku kembali.” Vaska masuk ke ruang isolasi. “Mungkin aku bisa mengatasinya.” melihat Judith yang masih tidur karena pengaruh obat tidur yang ia berikan padanya.


Vaska mengambil obat pembangkit kesadaran dan menginjeksikan ke tubuh Judith.


“Kenapa tidak bereaksi sama sekali ?” Vaska menunggu selama 10 menit lebih namun judit tetap belum sadar juga. “Mungkin aku terlalu banyak memberikan dosis obat tidur untuknya.” kembali duduk dan berpikir bagaimana caranya dia memberikan setetes darahnya pada Judith dalam kondisi yang masih belum sadarkan diri juga.


“Aku punya ide dan aku perlu mencobanya.” tiba-tiba terlintas ide begitu saja dipikiran Vaska.


“Judith... aku mohon sadarlah.” Vaska mengusap lembut pipi Judith. “Aku harus menahannya.” Pria itu kemudian menggigit lidahnya dengan keras hingga berdarah dan ia pun mencium Judith untuk mengalirkan darah dari lidahnya.

__ADS_1


“Mmm....” setelah darah Vaska mengalir dalam tubuh Judith, gadis itu pun merespon ciuman Vaska dalam keadaan mata yang masih terpejam. “Darah siapa ini...” Judith merasakan ada darah masuk melalui bibirnya. “Ciuman ini...” segera membuka mata karena sangat familiar sekali baginya.


“Sayang... kau kah itu ?” Judith membuka mata dan mengakhiri ciuman. “Judith... akhirnya kau sadar juga.” menyentuh lembut pipi Judith. “Apakah aku sudah sembuh ?” menatap intens Vaska kemudian melihat tangannya yang sebelumnya terlihat keriput kini kembali menjadi lembut dan segar seperti sebelumnya.


“Sayang... kenapa ada darah di bibir mu ?” Judith melihat sisa darah di bibir Vaska. “Apa kau memberikan darahmu padaku ?”


“Tak apa kau tak perlu khawatir karena hanya setetes saja yang kuberikan padamu.” Vaska tersenyum lebar sambil mengusap lembut pipi Judith.


“Terimakasih, sayang.” Judith tersenyum lebar dan menatap intens Vaska. “Mmm....” Vaska kembali mencium bibir Judith lama.


Terlihat tubuh Judith yang awalnya pucat dan kelihatan tidak segar, kini terlihat berseri lagi setelah meminum kembali setetes darah Vaska yang masih tersisa di bibirnya.

__ADS_1


“Apakah lidah mu sakit ?” tanya Judith setelah mengakhiri ciuman mereka. “Tidak, sama sekali tidak sakit.”


“Aku akan mengobati luka mu.” Judith turun dari tempat tidurnya kemudian mengajak Vaska ruangan lain untuk merawat luka di lidahnya.


__ADS_2