
Beberapa saat setelahnya Judith sudah terlihat tenang dan air matanya sudah mengering.
“Terima kasih tuan Vaska. Oh... ada apa tuan kembali kemari ?”Judith melepaskan dirinya dari pelukan Vaska dan mengalihkan pembicaraan.
“Ohh... sebenarnya aku hanya ingin minum saja.”jawab Vaska beralasan sambil menatap gadis kecil di depannya, karena sebenarnya dia sendiri tak punya alasan yang jelas untuk kembali ke kantornya secara tiba-tiba.
Karena sudah terikat pada beberapa pasal tambahan yang di buat oleh Vaska beberapa hari setelah dia mengetahui identitasnya sebagai seorang vampir yang menyebutkan jika dia tak boleh menolak kapanpun pria itu merasa haus dan ingin menghisap darahnya.
“Ouh... ya tuan... silahkan minum.”Judith mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menyibak rambut panjangnya memperlihatkan lehernya seolah persilahkan lelaki itu untuk menikmati dirinya.
Meskipun sebenarnya pria itu sedang tidak haus tapi kalau mendapatkan tawaran maka dia pun tak menolaknya.
“Argh...”Judith merintih kesakitan saat pria itu mencium lehernya kemudian menancapkan taringnya dan menghisap darahnya.
Dari luar beberapa staf melewati kantor Vaska yang pintunya terbuka dan berhenti tak jauh dari sana sekedar untuk melihat.
__ADS_1
“Astaga apa yang dilakukan mereka ?”ucap seorang staf dari Departemen lain melihat dua orang itu berpelukan dan sedang bercumbu di tempat kerja.
“Astaga... jadi benar berita yang barusan beredar di tempat kerja ini tentang hubungan mereka ?”timpal staf lainnya tak kalah terkejutnya dengan staf tadi.
Flash back
Setelah Kyle keluar dari kantor Vaska. Ternyata dia tak langsung masuk ke ruangannya. Ia menemui teman lainnya ada di departemen lain dan menceritakan apa yang barusan ia dengar secara langsung dari mulut CEO, meskipun ia tak yakin kebenarannya karena mungkin saja pria itu berkata demikian hanya untuk melindungi Judith saja.
“Kau yakin dengan yang kau ceritakan itu ?”tanya seorang gadis dari departemen pemasaran pada Kyle.
“Aku sudah tahu pasti tapi CEO sendiri yang bilang demikian.”jawabnya singkat.
Kembali ke masa sekarang.
“Aku rasa benar apa yang dikatakan oleh orang-orang, Judith itu pasti gadis murahan yang menggoda CEO dan ingin memanjat ke ranjang nya.”ucap staf tadi melanjutkan pembicaraannya.
__ADS_1
“Ya, disgusting !”timpal temannya.
Vaska segera melepaskan Judith saat mendengar suara bisik-bisik jauh di luar kantornya.
“Gawat... aku lupa menutup pintunya.”Vaska menoleh ke arah pintu dan melihat dua orang staf menetap ke arah mereka dan sedang membicarakan dirinya.
Klak
Vaska menutup pintu ruangannya dengan menggerakkan sedikit ujung jarinya.
“Ada apa tuan ?”Judith terkejut mendengar pintu yang tertutup secara tiba-tiba.
“Tidak ada apa-apa. Hanya ada beberapa lalat di luar yang mau masuk ke sini.”jawabnya masih dengan mata yang merah. “Kau kembali ke ruangan mu sekarang.”jawab Vaska kemudian mengembalikan tubuhnya menjadi manusia biasa yang bermata hitam.
Sore hari kemudian saat jam pulang kerja. Judith merapikan semua pekerjaan dan barang yang ada di meja kemudian mengambil tasnya. Dia keluar dari ruangan setelah Vaska keluar dari sana.
__ADS_1
Di jalanan pulang banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan tajam dan ke irian.
“Sepertinya masih aman saja. Tak ada yang berani menyentuhnya meskipun hanya menatapnya seperti itu.”batin Vaska berjalan 10 meter di belakang Judith untuk memantaunya.