
Vaska dan Judith berdiri di depan plang yang terpasang di depan rumah mereka dan menatapnya.
“Kurasa sudah pas.” ucap Judith melihat pemasangannya sudah sesuai tepat di tengah dan mudah di lihat. “Dengan ini tempat praktek ini resmi dibuka.” Vaska menatap kembali plang namanya.
Vaska melihat wajah Judith yang kelihatan tersenyum tapi ia tahu jika gadis itu sedikit kecewa dan sedih.
“Judith kau tahu aku punya ide bagus untuk mu.” Vaska ingin membuat gadisnya tersenyum. “Ya, apa itu ?” Judith yang masih menetapkan beralih menatap Vaska sambil mengajaknya berjalan masuk ke rumah.
“Mengenai kesibukan mu. Bagaimana jika kau membantuku dan menjadi asistenku ?” Vaska menawarkan sebuah posisi untuknya agar dia punya kesibukan. “Asisten medis ? Aku tak pernah mengenyam pendidikan medis sebelumnya.”
“Bukan asisten medis. Maksud ku asisten pribadiku. Jadi tugas mu berkenaan dengan administrasi dan dan hanya mengambil kan obat untuk pasien saja.” Vaska menjelaskan detailnya. “Benarkah ?” seketika raut muka Judith yang kecewa berubah menjadi berseri-seri. “Tapi itu untuk di rumah saja. Sedangkan untuk home service kau tak ku izinkan untuk ikut bersamaku.
__ADS_1
“Ya, sayang terima kasih.” Judith menatap intens Vaska sambil tangannya.
Di dalam Vaska mempersiapkan segala keperluan lainnya untuk tempat prakteknya dan Judith membantunya. Dua jam kemudian Judith keluar rumah dan menggantungkan papan "open" di depan pintu tempat praktek.
Ia pun masuk kembali ke dalam dan berpapasan dengan Vaska di tengah jalan.
“Kau benar-benar terlihat berbeda sekali dengan penampilan baru sebagai dokter.” Judith melihat Vaska mengenakan pakaian serba putih yang sangat berbeda dengan tuksedo yang biasa pria itu kenakan saat menjadi CEO. “Apakah aku terlihat lebih buruk dari sebelumnya ?”
“Sekarang giliran mu untuk berganti pakaian. Aku tak sabar ingin melihat penampilan baru mu.” Vaska berjalan ke depan dan segera masuk ke ruang prakteknya menunggu pasien yang berobat datang.
Sementara Judith masuk ke ruang ganti kemudian mencari baju di lemari.
__ADS_1
“Astaga... dia ternyata juga sudah menyiapkan bajuku.” Judith menemukan beberapa staf pakaian serba putih yang tergantung di lemari pakaian dan segala mengambilnya kemudian memakainya.
“Baiklah aku tinggal menata rambut ku saja.” Judith duduk di depan meja rias dan menata rambutnya serapi mungkin dengan menggulungnya menggunakan sirkam.
“Kau cantik sekali.” Vaska enak sabar menunggu Judith kembali menyusul gadis itu ke ruang ganti. “Judith...” Vaska menariknya berdiri. Ia pun melihat leher mulus Judith dan tak bisa menahannya.
“Ahh...” Judith merintih saat pria itu menghisap sedikit darahnya.
Di luar rumah, beberapa anak kecil yang bermain di lahan dekat rumah Vaska tiga hari yang lalu kembali bermain di sana dan bola mereka terlempar sampai ke depan rumah Vaska.
“Pemilik rumah ini ternyata seorang dokter.” ucap seorang anak lelaki membaca plang besar yang terpasang di depan rumah besar itu saat mengambil bola. “Kami mencari dokter hingga mencarinya sampai keluar daerah dan ternyata di sini ada pendatang baru yang merupakan seorang dokter.” membaca plang nama Vaska.
__ADS_1
Anak lelaki tadi kemudian kembali masuk ke hutan dan bergabung dengan teman lainnya. Di sana ia bercerita pada temannya jika ada dokter baru yang membuka praktek.