Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 84 Kelopak Mawar Di Kamar


__ADS_3

Malam hari Judith masuk ke kamar dan tidur seperti biasanya.


“Aku benar-benar tak menyangka saja Kyle sudah pergi secepat ini.” Judith teringat kembali pada sosok temannya itu yang masih sulit untuk ia lupakan.


Satu jam kemudian gadis itu tertidur pulas.


Di rumah Pablo, Vaska menunggu pria itu tidur lebih dulu barulah ia melakukan aktivitas malamnya.


Setiap malam Vaska selalu mengunjungi kamar Judith. Meskipun itu hanya untuk melihatnya saja. Karena ia terkadang sudah minum darah Valeria hingga kenyang.


“Sepertinya sepi sekali.” Vaska duduk dari kursi dan melihat ke kamar Pablo yang sudah tertutup pintu yang menandakan pria itu berarti sudah tidur. “Aku bisa keluar sekarang jika begitu.” berjalan menuju ke pintu.


Setelah kembali melihat suasana sekitar, pria itu benar-benar hilang di tengah gelapnya malam yang sepi.


“zaap !” dalam hitungan detik pria itu kembali muncul di depan rumah Judith.


“klik.” seperti biasa, Vaska memutar handle pintu dan dengan mudah masuk ke sana setelah kembali mengunci pintunya.


Ia pun tiba-tiba dengan cepat muncul di dalam kamar Judith.

__ADS_1


“Judith kau sudah tidur.” Vaska menghampiri gadisnya yang sudah tertidur pulas. “Kenapa kau terlihat sedih malam ini ? Apa ada seseorang yang mengganggumu di tempat kerja ?” melihat wajah Judith dan mengusap pipinya yang tertidur dan terlihat sedih entah karena apa.


Vaska menatap intens Judith kemudian duduk di sampingnya.


“Judith... aku bisa menemui mu seperti biasanya sebentar lagi.” mengusap rambut coklat Judith. “Kontrak kita belum berakhir dan perjanjian diantara kita masih berlaku.” memegang dagu Judith dan kembali menatap wajahnya dengan intens.


Semakin lama menatap Judith, Vaska pun kembali tertarik untuk merasakan bibir gadis itu.


“Bibir ini.... selalu mengundangku untuk menyentuhnya.” Vaska menyentuh bibir merah Judith. “Kau membuatku kembali haus.” Vaska mencium bibir Judith sambil menyentuh lehernya.


Setelah lama mencium bibir gadisnya hingga puas, Vaska mengakhiri ciumannya.


Glek


Vaska menelan ludah melihat pakaian seksi yang dikenakan Judith malam ini. Ia teringat pernah merasakannya dalam keadaan tidak sadar maupun dalam keadaan sadar.


“Judith...” Vaska pun tergoda untuk kembali menyentuhnya.


Ia pun menyentuh dada Judith dan menyingkap sedikit baju gadisnya.

__ADS_1


“Ahh...” Judith Mendesah dengan mata masih terpejam saat Vaska bermain-main di sana.


Vaska berhenti saat mendengar gadis kecilnya mendesah.


“Tidak... aku tidak akan melakukan ini lagi.” Vaska menarik tangannya khawatir jika ia sampai membangunkan Judith. Namun ia terlihat enggan untuk mengakhirinya.


Sesaat kemudian asap putih tipis muncul di sekitarJudith yang membuat gadis itu semakin tidur pulas.


Vaska kembali mencium Judith namun gadis itu tak bereaksi sama sekali setelah menghirup asap harum darinya. Dan entah kenapa ia pun jadi tak bersemangat.


“Aku akan menemanimu tidur seperti biasanya.” Vaska kembali berbaring di samping Judith dan memeluknya, menatapnya intens.


“Sudah saatnya aku untuk kembali.” Vaska segera turun dari tempat tidur setelah melihat jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan jika waktu hampir fajar. “zap.” Vaska menghilang dari kamar tidur dan kembali ke rumah Pablo.


Tiga jam kemudian Judith bangun.


“Apa ini ?” pandangannya tertuju pada satu kelopak mawar merah yang ada di sampingnya. “Bagaimana bisa ada mawar di sini ?” Berdiri kemudian mencari ke seisi kamar dan tak menemukan siapapun di sana.


“Hiss...” Judith tiba-tiba merasakan dadanya nyeri seperti ada yang bermain-main di sana sebelumnya. “Kenapa rasanya nyeri ?” Judith membuka bajunya dan melihat dadanya yang bersih tak ada bekas apapun di sana.

__ADS_1


Ia pun kembali memakai bajunya dan merasa aneh karena ia masih merasakan seperti ada yang meremas dadanya dengan keras meskipun tak ada jejak maupun bekasnya di sana.


__ADS_2