Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kedatangan Mertua


__ADS_3

Tok...


Tok...


tokk...


Terdengar ketukan pintu dari arah luar, membuat Sherly kembali beranjak dari dalam ruangan walk in closet. Tapi langsung di cegah oleh Al.


"Biar abang saja yang bukakan pintu. Kamu lanjutin dulu beres beresnya!!! ".


Al pun melangkah ke luar ruangan walk in closet. Karena ia juga sudah selesai memakai bajunya. Sedangkan Sherly pun kembali fokus menyusun pakaiannya masuk kedalam lemari. Karena kemarin mereka belum sempat untuk membereskan semuanya. Sebab, baik Sherly maupun Al memilih untuk langsung istirahat saja.


Ceklek...


Al mulai membukakan pintu kamarnya. Dan terlihat art nya yang masih berdiri di sana. "Ada apa bik??? ".Tanyanya pada wanita paruh baya yang kebetulan adalah salah satu art Mami nya di rumah.


Yang ditugaskan oleh Lea untuk membantu anak dan juga menantunya di rumah mereka yang baru. Sebab, Al dan Sherly belum ada waktu untuk mencari art. Karena mereka juga baru pindah kemarin sore.


"Maaf tuan, dibawah ada Tuan dan Nyonya besar baru saja datang".Ucap Art itu

__ADS_1


" Papa sama Mami??? ".Ulang Al yang dijawab anggukan kepala oleh art nya.


" Yasudah, sebentar lagi kami turun bik, tolong buatin minum ya buat Papa dan Mami!!! ".


" Baik Tuan ".Art itu pun kembali pamit untuk turun kebawah kembali setelah memberitahu majikannya jika ada kedua orang tuanya yang datang.


" Ada apa bang??? ".Sherly yang baru keluar dari ruangan walk in closet kini berjalan menghampiri suaminya sambil bertanya.


Al menoleh dan tersenyum pada sang istri. Yang kini bagi Al Sherly malah terlihat lebih cantik dan seksi. Dengan perutnya yang semakin terlihat buncit.


" Papa sama Mami ada dibawah sayang. Ayo kita temui mereka!!! ".Ajak Al sambil menggandeng tangan istrinya.


" Sore Pa, mi".Seru Al dan Sherly secara bersamaan ketika mereka sudah berada di lantai bawah.


"Sore sayang".Sahut Lea yang nampak tersenyum melihat sang putra dan menantunya berjalan bersama dengan bergandengan tangan menghampiri mereka berdua. Sedangkan Rayen hanya berdehem ria.


Baik Sherly maupun Al. Sama sama menciun punggung tangan pasangan suami istri paruh baya itu. Dimana Lea malah nampak tak menua sama sekali. Begitupun dengan Rayen suaminya. Sepertinya mereka berdua memang awet muda. Wajar saja jika sampai saat ini, keduanya masih sama sama doyan perang. Tak mau kalah dengan yang muda.


"Papa sama Mami datang kok gak kasih kabar dulu??.Kan bisa Sherly supir buat jemput ".Ucap Sherly sambil mendaratkan bokongnya duduk di sofa yang sama dengan suaminya.

__ADS_1


" Kebetulan aja sayang Mami dan Papa lewat arah sini. Jadi mampir deh. Sekalian tadi Mami lihat ada yang jual buah durian, katanya kemarin kamu pengen makan buah itu. Makanya tadi Mami beli aja buat kamu ".


" Yaa Allah Mami , Sherly jadi ngerepotin Mami nih".Sherly merasa tidak enak hati dengan Mami mertuanya. Selama ini Lea selalu saja berusaha menuruti apapun ngidam nya Sherly.


Dan selalu saja menyempatkan diri untuk mencari apapun yang pengen ia makan. Sherly semakin merasa tidak enak. Seolah dia malah memanfaatkan keadaan.


"Kata siapa Mami repot, Mami malah seneng kok bisa nurutin kemauan calon cucu Mami. Iya kan sayang??? ".Lea meminta persetujuan suaminya. Dan di jawab anggukan kepala oleh Rayen.


" Makasih mi".Ucap Sherly tulus.


"Sama sama sayang".Jawab Lea sambil tersenyum.


" Makasih ya Mi".Ucap Al juga sambil Tersenyum ".Sering sering aja mi gini!!!. Biar Al gak repot repot lagi untuk cari dan nurutin ngidam nya Sherly".Seloroh Al sambil terkekeh.


" Itu namanya memang sengaja memanfaatkan keadaan Bang. Kan kasian Mami harus bolak balik kemari".Protes Sherly. Tapi suaminya itu malah terkekeh-kekeh saja.


Dan sore itu kediaman Al dan Sherly menjadi sedikit rame. Karena kedatangan kedua orang tua Al. Mereka juga sampai memutuskan makan malam di sana. Dan pulang kerumah utama sehabis sholat isya.


Rumah Al memang tak sebesar rumah rumah saudara nya. Tapi sangat nyaman dan bisa di bilang mewah. Meskipun kalah jauh dengan rumah kakak dan adik adiknya. Apalagi rumah Naura dan Jeny. Kedua suami saudaranya yang itu. Sepertinya memang hobby mengoleksi rumah.

__ADS_1


Dan mereka bahkan bukan lagi membangun rumah. Tapi lebih ke Istana yang banyak menghabiskan uang sampai milyaran rupiah bahkan sampai triliunan.


__ADS_2