Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Sindiran Andes


__ADS_3

Kediaman Mark...


Jam di Amerika menunjukkan pukul 11 malam. Ketika semua orang sudah mulai terlelap dalam tidur nya. Zello masih saja fokus menatap layar laptopnya. Yang mana benda itu telah ia setting sedemikian rupa. Hanya untuk kebutuhan nya dalam hal IT bertambah luas.


Matanya masih saja tetap jelih dan fokus akan semua gambar yang ada di layar laptopnya itu. Hingga dering ponselnya mulai mengganggu konsentrasi saja. Zello melirik layar ponselnya dan tersenyum tipis saat tahu siapa si penelpon nya saat ini.


" Ada Lucas? ". Tanya Zello tanpa basa basi lagi.


"'Hei, kau itu senang sekali membuat ulah Zello. Kau tahu apa yang kau lakukan tadi? ". Tanya balik suara anak laki laki yang di panggil Zello dengan nama Lucas itu.


Lucas adalah sepupu Zello anak dari Kris kakak laki laki Mark. Yang saat ini telah tinggal di Italia. Bersama istrinya dan juga putra semata wayangnya itu.


" Aku hanya merindukanmu saja Lucas. Tidak perlu terlalu serius begitu!. Anggap saja itu hanya sebuah teguran kecil dariku. Karena kau sudah lama tidak memberikan kabar pada kami".


Zello menarik sudut bibirnya saat ia membayangkan wajah Lucas yang kesal bercampur geram atas ulahnya barusan. Dan Zello yakin jika sepupu nya saat ini pasti sedang menahan kekesalan nya sendiri.

__ADS_1


" Ck... Teguran kecil kau bilang. Daddy hampir saja gila karena ulahmu itu Zello. Untung saja aku bisa tahu kode sandi darimu. Dan orang orang Daddy tidak salah mengambil langkah. Kalau tidak tamat sudah ". Seru Lucas benar benar kesal.


" Benarkah?. Bilang pada Daddy mu itu Lucas!. Jadi, orang jangan terlalu serius!. Nanti cepat tua". Seloroh Zello dengan tak sadar dirinya. Padahal dia sendiri lebih parah dari orang yang ia katain.


Sungguh putra Mark satu ini memang di luar kendali. Bisa bisanya ia mengejek Daddy Kris. Kakak kandung dari sang Daddynya sendiri.


" Kau belum tidur Zello? ". Andes mulai terjaga karena malam ini mereka berdua sedang tidur satu kamar. Karena tadi sempat mengerjakan sesuatu bersama.


" Ah, sebentar lagi Ndes. Aku sedang membuat perhitungan dengan sepupu sombongku ini". Seloroh Zello sambil memasang wajah dinginnya.


Andes memilih untuk tidak ikut campur akan urusan kedua anak laki laki itu. Karena Andes sudah tahu, ujung ujungnya mereka berdua pasti perang skill. Dan saling serang menggunakan teknologi mereka masing masing juga.


Daripada pusing akan ulah kedua sepupu sama sama genius itu. Andes malah kembali memejamkan matanya saja. Lebih baik ia masuk ke alam mimpi nya daripada harus ikut nimbrung dengan dua anak laki laki gila keahlian seperti mereka.


Zello melirik kearah Andes yang sudah kembali memejam matanya. Bahkan, Andes sampai menutupi wajahnya dengan selimut tebalnya itu. Saat Lucas sudah memutuskan sambungan telepon nya. Dan mulai menyerang Zello lewat virus yang ia ciptakan sendiri.

__ADS_1


" Dam it... Sialan anak itu". Geram Zello yang tak terima karena Lucas hampir saja menghancurkan penemuan barunya.


Zello kembali mengotak atik keyboard nya dan menggunakan otak genius nya itu untuk mencari sela. Agar ia bisa ikut menerobos pertahanan Lucas. Sampai tiba tiba pintu kamar Zello di ketuk dari arah luar.


Tok... Tok... Tokk...


" Zello, Andes... Apa kalian belum tidur boy? ". Suara Mommy Naura membuat Zello langsung menutup layar laptopnya dan ia pun langsung naik ke atas ranjang nya menutupi tubuhnya dengan selimut tebal nya.


Hal itu membuat Andes yang belum begitu terlelap hanya bisa menahan tawanya saja. Sedatar dan sedingin apapun Zello. Ia masih ada takutnya dengan Mommy nya. Bahkan, saat Naura sudah mengoceh Zello hanya bisa diam. Tanpa ingin membantah sedikitpun.


" Kenapa malah langsung tidur?. Jawab dulu pertanyaan Mommy itu!. " Sindir Andes pelan.


" Shitttt... Berisik. Lebih kau tidur saja sana!!. Bisa panjang urusannya jika Mommy masuk ke dalam kamar ini".


TBC

__ADS_1


__ADS_2