Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Rumah Sakit


__ADS_3

Sherly dan juga Zeera masih menunggu di depan ruangan. Sambil duduk di kursi panjang. Saat pria itu tadi sedang di tangani oleh dokter di dalam sana.


Tak berselang lama datang seorang Pria dan dan juga wanita cantik yang sangat glamour tampak terburu buru . Dan langsung menatap kearah ruangan dimana sang anak SMA tadi sedang di tangani lukanya oleh dokter.


" Ah, maaf Tuan, Nyonya. Apa kalian orang tuanya nak Arsen ? ". Sherly langsung bertanya karena wajah pria itu juga hampir mirip dengan anak laki laki yang tadi ia tolong.


" Oh iya, Saya Papanya. Apa anda yang menolong putra saya tadi Nyonya? ". Tanya pria itu yang usianya mungkin tak jauh beda dari kakak iparnya.


Sherly pun menganggukkan kepalanya. Tersenyum ramah. Namun, Sherly bisa menebak jika wanita yang ada di samping pria itu terlihat sedang akting untuk menangis.


" Perkenalkan nama saya Calvin Dharmendra dan ini istri saya Julia". Ucap pria itu memperkenalkan dirinya dan juga wanita yang ada di samping nya.


Sherly pun mengangkat tangannya dan di tangkup kan kedepan dadanya. Karena ia tidak pernh bersalaman dengan orang yang bukan muhrimnya. Membantu Arsen saja tadi ia masih menjaga jaraknya.

__ADS_1


Ya pelajar yang di tolong oleh Sherly dan juga Zeera tadi bernama Arsen. Sherly tahu karena dalam perjalanan kerumah sakit tadi. Arsen memperkenalkan dirinya pada Sherly. Dan juga mengucapkan terimakasih padanya.


" Oh, ya Nyonya. Kalau boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi? ". Tanya Papanya Arsen.


Sherly pun menceritakan kronologi nya. Saat ia dan Zeera baru datang tadi saja. Karena, ia juga tidak tahu pastinya ada masalah apa sebenarnya. Namun, Tadi Arsen juga bilang kalau ini bukan hal pertama kalinya. Ia di serang tiba tiba. Namun, ketika mereka sedang asyik mengobrol. Tiba tiba seorang perawat datang menghampiri Sherly.


" Dokter Sherly, Ada yang ingin bertemu dengan anda dok". Ucap seorang perawat perempuan itu dengan sopan.


" Siapa?. Kan hari ini saya tidak ada jadwal bertemu pasien Sus? ". Tanya Sherly bingung.


Sherly pun hanya mengangguk kan kepalanya saja. Dan mulai pamit pada kedua orang tuanya Arsen. Namun, wanita yang bernama Julia itu tampak menyimpan amarah padanya. Karena Sherly seorang psikiater ia bisa membaca bahasa tubuh seseorang. Dan bagi Sherly juga tidak mudah untuk bisa menilai karakter wanita di samojnv6 Tuan Calvin itu.


" Zeera, Umi ke ruangan kerja Umi dulu ya. Mau ikut atau...

__ADS_1


" Zeera tunggu disini aja deh Umi. Capek". Potong Zeera cepat. Karena ia sangat malas sebenarnya masuk rumah sakit. Sebab, Zeera tidak menyukai bau obat obatan. Kepalanya langsung pusing jika bau pil saja. Apalagi saat ini ia juga masih tetap menutup hidungnya dengan hijabnya.


" Yasudah, Jangan kemana mana sebelum Umi kembali!".


" Iya Umi ".


Mesk8 sedikit terkejut jika Sherly adalah seorang dokter di rumah sakit itu. Calvin juga tersenyum bangga pada Sherly yang mana bisa sangat sabar dan lembut bicara pada putrinya. Setelah Sherly pergi Calvin Papanya Arsen langsung duduk di samping Zeera.


" Mas, aku ke toilet sebentar ya". Wanita yang bernama Julia itu pamit pada suaminya. Dan papanya Arsen pun hanya mengangguk kan kepalanya saja.


" Om, itu istrinya Om kok gak mirip sama Arsen sih? ". Celetuk Zeera yang langsung membuat Calvin terkekeh mendengar penuturan Zeera.


" Tante Julia ibu sambungnya Arsen sayang. Namanya Arsen sudah meninggal sejak Arsen masih bayi". Jawab Calvin menjelaskan.

__ADS_1


Zeera hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja paham. Dan bersamaan dengan itu juga Arsen keluar dari ruangan dengan perutnya yang sudah di perban.


TBC


__ADS_2