Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kedatangan Zein


__ADS_3

Setelah anak anak berangkat ke sekolah ,Suaminya pun sudah berangkat ke kantor. Sherly pun ikut bersiap siap. Karena ia juga akan pergi ke rumah sakit. Tugasnya sebagai seorang psikiater tak pernah ia lupakan.


Belum lagi kewajibannya sebagai seorang pemimpin rumah sakit. Dimana tanggung jawab itu sampai saat ini masih berada di bahunya.


Ketika Sherly baru akan membuka pintu mobilnya. Dari arah gerbang sudah ada sebuah mobil mewah yang tampak asing bagi Sherly. Membuat wanita beranak dua itu langsung mengurung kan niatnya untuk masuk kedalam mobilnya.


Namun, Sherly bisa menebak jika yang berada di dalam mobil itu pastilah keluarga ataupun orang yang sangat ia kenal. Karena tak ada orang asing yang bisa masuk ke wilayah nya tanpa izin dari nya dan juga suaminya.


Saat pintu mobil mewah yang merupakan mobil sport itu terbuka . Menampilkan kaki dengan sepatu mahalnya. Mata Sherly tampak membulat sempurna ketika ia mengenali sosok yang keluar dari mobil mewah tersebut.


" Zein... ". Seru Sherly dan langsung senang bukan main.


" Good Morning Aunty She". Seru Zein yang saat ini tengah tersenyum pongah. Ia pun segera berlari ke arah Sherly dan ingin mencium punggung tangan Sherly.

__ADS_1


Dengan senang hati Sherly menyodorkan tangannya. Karena anak anak Mark adalah anak nya juga. Dimana Mark dan Sherly sudah melebihi keluarga sedarah. Meskipun ia hanyalah anak angkat di keluarga Castano.


" MasyaAllah ternyata kamu itu lebih tampan aslinya ya daripada di media". Puji Sherly menatap wajah talpan Zein yang sangat sesuai dengan getstur tubuhnya. Tinggi atletis dan sangat cocok menjadi seorang aktris sekaligus model terkenal.


" Anak siapa dulu dong Aunty? ". Jawab Zein dengan bangganya.


" Ayo masuk dulu Zein!. Kapan kamu tiba di indonesia?. Kenapa gak kasih kabar aunty dulu?". Cerocos Sherly membuat Zein hanya terkekeh saja.


" What?? ". Pekik Sherly sangat terkejut mendengar penuturan Zein. ". Kenapa mesti kabur?. Kau itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi Zein". Sherly mulai menasehati keponakannya itu.


" Hahaha, Aunty mana mungkin Zein kabur. Zein itu ada syuting film disini. Makanya Zein datang ke Jakarta. Sekalian nemuin sang pujaan hati". Seloroh Zein dengan menaik turunkan alisnya.


Sherly menatap mata Zein. Untuk mencari kebohongan disana. Namun, nyatanya anak itu benar benar jujur.

__ADS_1


" Apa Zello tahu kau masih berhubungan dengannya? ". Tanya Sherly mulai serius.


Zein mengangkat bahunya acuh. ". Ku rasa Zello akan tahu meskipun aku tidak memberitahu nya Aunty. Lagian, ketty sudah berubah Aunty. Dia benar benar mencintaiku". Ucap Zein seolah ia memang melihat semua perubahan dari ketty.


" Baiklah, Aunty tidak akan ikut campur masalah hati dan perasaan kalian yang rumit itu. Sekarang bagaimana kabar Mommy dan Daddy mu. Zello, Andes dan juga ah Cici?". Sherly seolah sangat merindukan semua keluarga kakak nya itu.


" Semuanya baik baik saja Aunty. Hanya saja Cici tubuhnya makin tidak terkontrol. Mana ada cantik cantiknya tuh anak. Padahal sudah beranjak remaja". Keluh Zein saat ingat penampilan dan body adik bungsunya itu.


Sherly juga hanya terkekeh geli. Ia juga sangat paham betul bagaimana bobot Cici saat ini. Namun, anak itu malah sekarang tidak terlalu dekat lagi dengan Andes. Tidak seperti dia kecil dulu. Mungkin Cici sudah paham dan malu saat menempel terus menerus pada abangnya.


" Biarkan saja dulu Cici begitu Zein!. Lagian, nanti kalau sudah paham arti cinta, dia akan merubah penampilan nya sendiri ".


" Semoga saja Aunty. Kalau Cici masih bertahan dengan penampilan nya yang sekarang. Zein yakin, tidak akan ada laki laki yang mau sama dia". Cibir Zein yang sangat terlihat jika ia sangat kesal akan adik bungsunya itu.

__ADS_1


__ADS_2