Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Isak Tangisnya


__ADS_3

Keesokan harinya,di Bandara saat ini langkah lebar kaki Mark. Tampak sejalan dengan wajah dingin nya. Sudah dari semalam ia memendam rasa emosi dan amarahnya yang sudah mengubun.


Jacob yang sejak semalam selalu berada disamping kingnya juga ikut merasakan hawa dingin dari kingnya. Yang sedang menahan amarahnya. Yang juga selalu siap ia tujukan kepada orang orang yang mau mencelakai wanitanya.


"Jacob...".


" Iya king".


"Perintahkan anggota mu!!!.Tetap jaga ketat mensionku!!!.Jangan ada satu pun orang yang ada di dalam mension bisa keluar ataupun pergi sebelum aku datang!!! ".


Mark memberikan perintah pada asisten nya. Yang membuat Jacob langsung menuruti perintah kingnya itu. Rahang tegas Mark tampak mengeras. Dengan deretan giginya yang terus bergemelitik. Seakan ia menahan amarahnya di dadanya sendiri.


Sebenarnya Mark sudah tidak sabar ingin melihat wajah wajah orang orang yang berani mengkhianati nya. Tapi, melihat keadaan istri dan juga baby nya adalah jauh lebih penting saat ini.


Hingga ia juga harus membawa mobilnya sendiri menuju arah rumah sakit milik keluarga istrinya. Dan memberi perintah Jacob untuk mengecek keadaan mensionnya.


Hanya dengan memakan waktu sekitar sepuluh menit saja. Mark sudah memarkirkan mobilnya di depan parkiran rumah sakit . Lalu ia segera turun dan melangkah lebar menuju ruangan rawat istrinya.

__ADS_1


Ceklek...


Naura, Lea dan Rayen langsung menoleh kearah pintu yang dibuka secara sedikit kasar. Hingga wajah tampan menyimpan amarah itu dapat dilihat dengan jelas oleh Naura sang istri. Begitu pun dengan Rayen.


"Vian... " Lirih Naura yang memasang senyum kakunya. Karna ia sama sekali tidak memberitahu suaminya. Sampai sampai ia lupa siapa suaminya itu dan menganggap Mark tidak akan tau dengan apa yang menimpanya.


Mark langsung menghampiri brankar pasien yang pemilik nya saat ini adalah istrinya sendiri. Tatapan Mark begitu tajam dan membuat nyali Naura langsung ciut. Karena selama ini ia tidak pernah melihat jiwa iblis suaminya dalam keadaan apapun.


Rayen pun belum mau menjelaskan apapun pada menantunya. Ia malah memberi kode pada Lea istrinya. Untuk memberikan ruang dan waktu pada Mark dan Naura untuk bicara.


"Aku rasa aku akan sakit kembali jika melihat wajahmu terus tersusan seperti itu Vian".Naura berusaha mencairkan suasana. Karena jujur saja saat ini ia sedikit gugup dan takut akan tatapan suaminya itu.


" Kenapa aku mendadak ingin pingsan lagi ya?? ".Seru Naura masih berusaha menghilang kan kegugupan nya.


Takut jika suaminya akan menelannya bulat bulat. Karena tatapan pria itu sangat menakutkan dan membuat bulu kuduk Naura meremang dengan sendirinya.


" Apa kau mau mencoba membunuhku dengan cara perlahan?. Hah??? ".Sentak Mark yang merasa geram juga akan sikap istrinya. Sama sekali tidak memberitahu nya.

__ADS_1


Naura sampai terkejut karena ini pertama kalinya Mark membentak nya begini. Tapi Naura juga tak menyalahkan suaminya. Karena ini juga permintaan nya pada kedua orang tuanya. Untuk tidak memberitahu suaminya tentang apa yang terjadi padanya.


Dengan niat Naura tidak mau membuat suaminya merasa khawatir. Dan menjadi tidak fokus untuk bekerja. Tapi ia malah membuat keadaan menjadi buruk seperti ini.


Naura langsung menangis karena ia sama sekali tidak pernah di bentak seperti itu. Air mata yang jatuh di pipi istrinya membuat Mark mengusap wajah nya kasar. Rasa khawatirnya yang terlalu berlebihan membuat dirinya sulit mengendalikan dirinya sendiri.


Mark menarik tubuh istrinya masuk kedalam dekapan nya. Membuat tubuh Naura semakin bergetar. Karena ia malah semakin terisak.


"Maaf ".Lirih Mark pelan. Ia merutuki kebodohannya sendiri karena tanpa sengaja membentak istrinya. " Maaf aku tidak bermaksud membentakmu sayang".Ulang Mark lagi. Sambil mengecup pucuk kepala istrinya berkali kali.


"Aku begitu khawatir tentang keadaan kamu sayang. Belum lagi baby yang kamu kandung. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kamu di sisiku lagi. Bagaimana aku menjelaskan pada Zello dan Zein jika kamu kenapa napa".


Mark tidak bisa membayangkan jika apa yang terjadi pada Jery juga terjadi padanya. Wanita sekaligus belahan jiwanya pergi untuk selama lamanya dan tak akan mungkin kembali lagi.


Hanya dengan membayangkan saja. Dada Mark begitu sesak. Apalagi kalau sampai semua itu terjadi. Mungkin ia akan semakin gila dan benar benar menjadi iblis sesungguhnya.


"Aku hanya tidak ingin kamu terlalu khawatir padaku vian. Dan sekarang aku pun sudah baik baik saja"Naura ikut menimpali dengan suara isak tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2