
Jakarta...
Keesokan harinya, Sherly yang baru akan berangkat bekerja dan sudah masuk kedalam mobil. Harus mengurungkan niatnya kala ia langsung mendapatkan telpon dari Mark sang kakaknya.
Dimana Mark memberitahu Sherly jika klan nya di masa lalu kini sudah kembali. Dan mulai menyerang dengan cara yang berbeda. Tak hanya itu Mark juga memberitahu jika Zein putranya sudah terkena virus jenis baru. Yang memang dibuat dan di kembangkan oleh mereka untuk menyerang para musuhnya.
Beruntung virus itu masih belum bekerja maksimal di tubuh Zein. Karena Zello sudah memberikan pencegahan nya. Namun, hal itu tidak bertahan lama hanya beberapa jam saja. Dan menurut Zello jika dalam kurun waktu selama 48 jam. Zein belum juga meminum obat penawarnya. Maka, bisa di pastikan Virus yang sudah hampir menyatu dengan darah Zein. Akan semakin berkembang biak dan hal itu bisa berakibat fatal bagi Zein.
Dengan langkah sedikit terburu buru Sherly malah mulai kembali masuk kedalam rumahnya. Bahkan ia pun langsung mengarah ke ruang kerjanya. Membuat para pelayan sempat bingung akan majikannya itu.
" Come on She!!.Kamu pasti bisa temukan penawarnya". Guman Sherly menyemati dirinya sendiri.
Sherly pun mulai mengotak atik laptopnya. Mencari cara agar ia bisa membantu mencari obat penawar untuk Zein. Sementara menunggu para team medis anggota Mark. Dan juga Zello yang ikut mencari cara agar bisa membuat obat penawar untuk saudara kembarnya itu.
Bumil itu sampai lupa jika hari ini ia ada janji dengan pasien nya sendiri Bahkan pikiran Sherly dibuat kalut sekarang. Bagaimana tidak?. Keponakan nya saat ini tengah berusaha bertahan hidup dan melawan virus dalam tubuhnya.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
" Permisi Nyonya, tuan muda tidak mau berhenti nangisnya. Bahkan sudah di kasih susu masih saja nangis". Seru seorang pelayan dari luar ruangan tepat di depan pintu ruang kerja Sherly.
Sherly yang sejak tadi fokus pada layar laptopnya, kini mau tidak mau harus segera beranjak dan berdiri dari tempat duduknya. Menghampiri pelayan yang masih berdiri tepat di depan pintu ruangan kerjanya itu.
" Dimana Fatihnya bik? ".
" Ada di teras belakang Nyonya ".
Benar saja ketika Sherly sampai di teras belakang. Putranya itu tengah menangis bahkan babysitter nya tampak kualahan menenangkan nya. Padahal selama ini Fatih jarang sekali rewel. Bahkan Sherly tidak pernah risau saat bekerja. Karena Fatih selalu tenang dan jarang sekali menangis.
" Uh sayangnya Umi. Kenapa sayang?. Umi disini". Sherly langsung mengambil alih Fatih dari gendongan babysitter nya.
Namun, Fatih tetap saja menangis dan bahkan sampai berontak dalam gendongan uminya. Sherly mulai tidak mengerti apa keinginan sang putra saat ini.
__ADS_1
" Boy, ada apa sayang?. Mau apa?. Hm? ". Sherly mengajak putranya untuk bicara meskipun Fatih juga tidak akan menjawab pertanyaan uminya itu.
" Kenapa dia tadi Sus? ". Tanya Sherly pada babysitter nya.
" Tidak tahu Nyonya. Tiba tiba saja Fatih menangis dan tidak mau berhenti nangisnya. Padahal tadi tuan muda sedang main dalam stroller nya.
Sherly pun kembali menenangkan putranya yang tampak mulai sesegukan. Bumil itu pun mulai menghapus air matanya Fatih. Sambil terus berusaha untuk memenangkan nya. Sherly tak habis pikir jika Fatih sudah ngamuk seperti ini. Sangat susah untuk di tenangkan.
" Sayang, jangan buat Umi bingung seperti ini!!! ". Ucap Sherly yang mulai melangkah masuk kedalam rumah mewahnya itu.
" Wah, ada Abi tuh. Yee Abi pulang ". Seru Sherly membohongi sang putra . Karena ia juga hampir kehabisan akal untuk menenangkan Fatih. Dan benar saja bayi itu langsung berhenti menangis dan memutar bola matanya. Bahkan, Fatih seolah sedang mencari keberadaan sosok Abinya.
" MasyaAllah, Fatih kangen sama Abi juga ya?. Besok Abi kan udah pulang sayang. Sabar ya!! Besok kita jemput kepulangan Abi". Seru Sherly yang mulai paham akan maksud sang putra.
Fatih pun hanya mencebikkan bibirnya ingin menangis lagi. Namun, begitu menatap mata indah Uminya ia malah tidak jadi menangis. Sherly tersenyum gemas akan tingkah putranya saat ini. Dan langsung melayangkan ciuman singkatnya pada bibir putranya.
__ADS_1