
Malam harinya semua orang kini telah berada di meja makan. Untuk menikmati makan malamnya. Hanya saja Fatih sedikit terlambat untuk turun karena sejak sore tadi ia masih sibuk dengan tugas sekolahnya.
" Kak, gak bosen apa seharian di dalam kamar mulu?. Healing napa? ". Seru Zeera sambil menatap kakaknya.
Fatih hanya mengusap wajah adiknya saja. Membuat Zeera mendengus kesal. Karena hijabnya sampai melorot ke bawah menutupi wajahnya. Beruntung ia hanya memakai hijab instan saja. Jadi, bisa ia tarik kembali kearah belakang.
" Iihh, kakak... ". Zeera merengek membuat Sherly mengela nafasnya.
" Sudah sudah!. Ayo makan dulu!. Ributnya nanti saja!. Di tunda dulu sekarang! ". Seru Al melerai kedua anaknya.
" Mana bisa begitu Bi? ". Celetuk Fatih yang baru mengeluarkan protesnya.
" Jelas bisalah". Timpal Al asal.
Zeera pun hanya menjulurkan lidahnya saja kearah kakaknya. Karena lagi lagi ia bebas dari jitakan kakaknya.
" Zeera, Fatih... ".
" Sorry Umi! ". Jawab keduanya pelan dan langsung fokus pada piring makanan nya masing masing.
Kalau ibu negara sudah angkat bicara. Jangan kan anak anaknya. Abinya aja langsung diem kek ayam kena racun.
__ADS_1
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sherly telah mengganti piyama tidurnya dan kini ikut merangkak ke atas ranjang. Menyusul suaminya yang telah lebih dulu duduk di sana. Sambil memainkan laptopnya.
" Apa masih belum selesai juga bi? ". Tanya Sherly yang malah menyusup masuk lewat bawah ketiak suaminya. Dan minta di peluk Al.
" Sedikit lagi sayang, Sabar ya! ". Ujarnya sambil mengulum senyum nya.
Sherly mendongakkan kepalanya. Hingga ia bisa menatap wajah tampan sang suami. Yang semakin tua semakin tampan saja batin Sherly. Dan apalagi sekarang anak anak nya sudah pada besar. Dan juga pada nurut karena Sherly benar benar mendidik anak anak dengan baik.
" Kenapa lihatnya gitu amat yang? . Suamimu ini memang ganteng". Ucap Al dengan sangat percaya dirinya.
" Hahaha, masih saja kepedean. Padahal bontotnya udah pada beranjak dewasa loh Bi".
Cup...
Satu kecupan Al daratkan di kening istrinya. Membuat Sherly tersenyum teduh. Kebahagiaan mereka kian hari kian terasa sempurna. Bahkan, kisah rumah tangganya juga wajib di acungi jempol. Karena selain keduanya bisa saling mengimbangi satu sama lainnya. Mereka juga tidak pernah terlibat cekcok besar.
Hubungan rumah tangga Al dan Sherly begitu sangat harmonis. Dan terjaga kepercayaan nya. Dimana seorang mantan player bisa sangat setia pada istrinya. Bukan karena Al takut dengan kehebatan sang istri. Melainkan Al hanya tidak mau membuat istrinya kecewa. Karena ia begitu mencintai wanita itu. Dari dulu sampai saat ini, Bahkan selamanya sampai maut memisahkan mereka.
" Mau bikin adik untuk Fatih dan Zeera sayang? ". Goda Al menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Pug...
Sherly memukul gemas lengan tangan suaminya, Dan mulai ingin melonggarkan pelukan sang suami. Namun, Al malah semakin menarik tubuh istrinya untuk semakin masuk kedalam pelukannya.
" Kenapa jadi takut begitu?. Bukankah kau selalu rutin suntik KB nya? ". Tanya Al masih saja menggoda istrinya.
" Pasti mereka selalu melihat pantatmu ini ya yang? ".
" Siapa? ". Tanya Sherly pura pura bodoh.
" Dokter yang menyuntik". Sahut Al terdengar sedikit kesal.
" Hahhaa, kan cuma dibuka sedikit yang. Kan dokter nya juga cewek kok".
" Benarkah? ". Sherly menganggukkan kepalanya langsung.
Namun, Al malah semakin menempelkan tubuhnya pada istrinya. Lalu ia mempunyai ide jahil lagi.
" Eh, mau ngapain bi? ". Sherly tampak terkejut saat Al malah menarik piyama tidurnya untuk dibuka.
" Mau lihat juga yang. Pantatnya masih utuh tidak? ".
__ADS_1
" Abiii.... ".
TBC