Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Biang Masalah


__ADS_3

Sherly tampak bingung saat anak anaknya baru pulang sekolah. Tapi, ia malah melihat wajah putrinya yang sejak tadi selalu di tekuk. Padahal ini hari pertamanya dia sekolah. Dan Sherly pun menatap kearah putranya, untuk meminta penjelasan tentunya.


" Tidak ada masalah apa apa Umi". Seru Fatih yang kini malah memilih duduk di kursi teras. Karena Uminya juga sudah duduk di sana sejak beberapa menit yang lalu.


Dimana Zeera yang langsung masuk kedalam rumah setelah mencium punggung tangan Uminya. Gadis remaja itu terlihat sangat badmood sekali. Bahkan, ia melangkah dengan gontainya.


" Terus kenapa adik kamu seperti tidak semangat begitu boy?.. Apa ada masalah di sekolah tadi? ".


" No, Umi. Mungkin Zeera masih kesal". Jawab Fatih santai.


" Kesal kenapa?. Kalian bertengkar di sekolah? ". Tebak Sherly bingung.

__ADS_1


Belum juga Fatih menjawab. Dari arah gerbang sebuah mobil mewah pun mulai memasuki halaman rumah mewah Sherly dan Al. Dan Fatih pun sudah hafal betul, Siapa pemilik mobil mewah yang datang itu.


" Tumben anak itu siang siang datang kerumah ini? ". Guman Sherly saat melihat Zein baru turun dari mobil sport nya.


" Nah, sekarang Umi tanya saja dengan biang masalahnya!. Sekarang orangnya sudah datang tuh". Tunjuk Fatih dengan dagunya pada Zein yang mulai menghampiri mereka.


" Siang Aunty, Siang boy". Sapa Zein dengan gaya konyolnya. Karena pria itu cenderung selengehan dan memang gayanya. Lebih dominan ke gaya gaya orang orang Eropa.


Zein mencium punggung tangan Sherly, Meskipun ia seorang bule tapi Zein masih ada darah asianya. Dan ia juga masih tetap menjunjung tinggi adab , attitude dan juga tata krama nya layaknya orang orang Asia pada umumnya. Hanya saja pria itu pergaulan nya tidak terbatas.


" Abang kesini hanya untuk numpang makan saja?. Ngakunya artis terkenal, Masa buat beli makan saja tidak mampu sih? ". Ledek Fatih menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


" Fatih". Sherly menatap putranya dan menggeleng kan kepalanya. Karena ia tidak mau nanti anak anaknya terbiasa berbicara tidak sopan seperti itu di hadapan orang lain.


Memangnya mereka bercanda. Tetapi, Jika orang yang mereka kataka baperan. Maka tak urung akan timbul salah paham. Dan akhirnya malah jadi bertengkar.


" Resek ya nih bocah". Zein ingin menjitak kepala Fatih. Tapi, sayangnya anak itu telah lebih dulu beranjak pergi dan masuk kedalam rumah. Membuat Zein ikut mengejar sepupunya.


Sherly pun mengulas senyumnya. Dan ikut beranjak untuk masuk kedalam. Karena memang sudah waktunya jam makan siang. Sherly juga sengaja pulang lebih awal. Agar ia bisa bantu art nya masak menu makan siang untuk keluarga nya dirumah.


Ketika semua orang telah berkumpul di dalam ruang makan. Dan Fatih juga telah mengganti pakaian nya terlebih dahulu sambil memanggil adiknya di kamar. Fatih turun lebih dulu dan ikut bergabung dengan Umi dan juga Zein. Tak berselang lama Zeera datang dan langsung menatap kesal pada Zein. Hal itu membuat Sherly langsung paham. Jika masalahnya saat ini memang ada pada Zein.


" Ngapain sih bule tengil ada di sini? ". Ketus Zeera masih saja menatap tajam pada Zein.

__ADS_1


" Yaelah, nih anak Abege sensi amat. Loe lagi PMS apa ya? ". Zein malah meledek sepupu nya.


Zeera hanya mencebikkan bibirnya saja. Menatap jengah pada sepupu nya satu ini. Karena Zeera juga kesal akan ulah Zein saat di sekolah tadi. Hingga Zeera malah ikut di labrak oleh para gengs sok kecantikan di sekolahnya. Sebab, mereka berharap lebih untuk bisa menjadi perwakilan sekolah dalam acara amal minggu depan.


__ADS_2