Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Keberangkatan Al


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak Naura dinyatakan hamil. Bahankan ternyata kehamilan Naura sudah berusia delapan Minggu. Tapi sama sekali tak ada gejala apapun yang dirasakan oleh Naura.


Bahkan sejak tahu istrinya hamil lagi. Mark kali ini memutuskan untuk menetap di Jakarta lagi. Dan menyekolahkan kedua putranya di Jakarta saja.


Dengan keputusan Mark itu. Al sedikit lega karena hari ini ia pun akan pergi bertugas ke Lebanon. Dengan waktu yang belum bisa di pastikan lamanya.


Suasana Asrama saat ini penuh dengan tangis perpisahan. Pelepasan kepergian para suami, putra dan juga prajuritnya. Bahkan Sherly juga ikut mengantar kepergian suaminya sampai ke Bandara. Tak hanya Sherly saja, bahkan kedua orang tua Al juga ikut mengantar putranya itu.


Lea sejak tadi terus menitik kan air matanya. Ia sedikit tidak rela melihat putranya pergi kali ini. Entah kenapa ia merasa sedikit cemas. Karena Al pergi kini dengan meninggal kan sang menantu. Mereka juga menikah baru satu bulan lebih. Tapi Sherly harus berpisah dengan suaminya.


"Hati hati sayang!!!. Jaga diri kamu baik baik!. Ingat sekarang bukan hanya keluargamu saja yang kau tinggalkan. Tapi sekarang ada istrimu yang selalu menunggu kepulangan mu".


Lea berucap sembari menitik kan air matanya. Entah kenapa kali ini Lea merasa begitu sedih dan cengeng. Sebenarnya Lea tidak rela untuk tugas Al kali ini. Tapi mau bagaimana lagi, itu semua sudah menjadi tugas dan kewajiban putranya.


"Pasti Mi. Al pasti akan jaga diri Al. Karena Al ingin melihat Istri Al bisa mengandung dan melahirkan Al junior nantinya".Jawab Al dengan guyonan nya.


Jawaban Al tak hanya membuat Lea sedih. Tapi juga membuat Sherly ikut berkaca kaca. Sedangkan Rayen hanya bisa menyimak sambil ikut mendoakan keselamatan sang putra.

__ADS_1


Rayen juga sebenarnya tidak begitu rela melepaskan keberangkatan putranya kali ini. Tapi sebagai seorang ayah Rayen hanya mampu mendukung tugas dan kewajiban seorang prajurit.


Al memeluk erat tubuh istrinya yang kini mulai ikut menangis. Saat suara pemberitahuan pesawat yang akan di naiki Al dan juga para prajurit yang lainnya. Akan segera take out.


"Jaga dirimu baik baik Baby!!!. Tunggu aku kembali!!! ".Ucap Al dengan senyum yang mengembang sempurna. Senyuman manis yang selalu membuat teduh jiwa Sherly.


" Kamu juga, ingat aku selalu menunggumu pulang sayang".Balas Sherly sambil mengecup tangan suaminya.


"Itu pasti Baby. Karena aku juga bakalan merindukan goyangan mu ".Bisik Al tersenyum jahil.


Membuat Wajah Sherly langsung merona. Bak udang rebus, karena bisikan absur suaminya itu. Sedangkan Al terkekeh sendiri karena berhasil menggoda sang istri yang sejak tadi hanya menangis.


Lea yang melihat kesedihan menantunya hanya bisa menatap sendu. Ia pun menyentuh bahu Sherly sembari tersenyum. "Suamimu hanya pergi sementara karena tugas sayang. Doakan dia kembali dengan selamat!!! ".Tutur Lea memberi saran dan berusaha menghibur menantunya.


" Iya mi".Jawab Sherly lirih.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

__ADS_1


Sherly menatap foto pernikahan nya dengan Al. Setelah ia kembali ke Asrama di antar oleh Mami dan juga Papa mertuanya. Bahkan Sherly menolak saat Lea mengusulkan agar untuk sementara waktu ini ia tinggal dirumah mertuanya itu.


"Belum juga genap satu hari, kenapa aku sudah sangat merindukan mu sayang".Lirih Sherly sambil mengusap wajah suaminya di bingkai foto tersebut.


" Asrama ini pasti akan sangat sunyi dan sepi tanpa ada kamu disini".


Ini pertama kalinya Sherly merasakan kesepian. Ia juga tidak tahu kenapa setelah menikah. Dirinya menjadi sedikit melow begini, padahal selama ini ia hidup seorang diri. Dan tidak pernah merasakan kesepian seperti sekarang ini.


Mungkin inilah yang dirasakan oleh para persit lainnya. Ketika ditinggal tugas oleh suaminya. Apalagi Sherly dan Al juga baru saja menikah. Usia pernikahan mereka juga baru satu bulan lebih.


Sherly menyimpan kembali bingkai foto itu di nakas. Ia beranjak ingin memasak sesuatu, karena sekarang ia juga sudah bisa memasak meskipun rasanya kadang masih amburadul.


Tapi sebelum beranjak. Mata Sherly tertuju pada kalender yang ada di nakas. "Seharusnya sudah datang. Ini malah sudah telat beberapa hari, jangan jangan... ".


Sherly pun langsung melangkah menuju arah lemari. Dan ia membuka laci yang berada di lemari paling bawah. Lalu mengambil benda yang sudah ia siapkan sebelum nya. Tanpa ingin melanjutkan kembali kata katanya. Sherly pun langsung masuk kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit ia berada di sana. Sherly keluar dengan senyum yang merekah di bibirnya. Ia terus menatap benda itu dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


" Andai saja bang Al tahu sebelum ia pergi. Pasti dia akan sangat senang sekali".Lirih Sherly sambil terus tersenyum.


Sherly pun mengambil ponselnya. Lalu mengarahkan camera ponselnya pada benda yang di pegangnya tadi. Mengabadikannya dan menyimpan nya. Ia berniat menunjukkan dan mengirim foto itu pada suaminya. Ketika Al sudah menghubungi nya nanti.


__ADS_2