
Jam masih menunjukkan pukul 07.15 wib. Sherly pun sudah mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempatnya bekerja. Meskipun itu adalah rumah sakit milik suaminya . Tak membuat Sherly berbesar kepala dan mengabaikan tugasnya sebagai seorang dokter. Yang memang sudah bekerja disana sebelum ia tahu siapa pemilik rumah sakit tersebut.
Saat mobil yang dikendarai nya sampai di lampu merah. Tiba tiba pandangan Sherly tertuju pada penjual bakwan malang yang memakai gerobak stay di seberang jalan.
"Dede mau makan bakwan malang juga??? ".Sherly mengelus perutnya sambil tersenyum.
Ia begitu bahagia begitu tahu jika dirinya saat ini tengah berbadan dua.Meskipun suaminya sedang pergi bertugas tapi tak membuat dirinya merasa di abaikan. Sherly tahu mana tugas dan mana urusan pribadi. Dan dirinya juga paham resiko yang akan ia terima jika menjadi istri seorang abdi Negara apalagi seorang prajurit khusus seperti suaminya.
Harus tahan fisik, tahan mental sabar dan setia. Siap di tinggal kapan pun dan dalam keadaan apapun. Yang pastinya harus kuat iman. Karena adakalanya kita sebagai seorang istri menginginkan waktu bersama dan bermesraan. Dan ketika hasrat itu tidak terpenuhi maka kadang juga ada beberapa orang yang tidak bisa menahan keinginan nya.
Dan saat itulah iman kita di uji ketika datangnya berbagai godaan. Antara setia dan keinginan keduanya dipertemukan dalam situasi yang sulit. Begitu pula dengan para pria. Apalagi jauh dari istri dan keluarga nya. Jika wanita masih bisa untuk menahan diri. Tapi laki laki yang mudah tergoda hawa nafsunya. Maka mereka bisa dengan mudahnya berpaling.
Yang awalnya hanya ingin sekedar bersenang-senang semata. Tapi kadang juga bisa merusak keharmonisan rumah tangganya sendiri. Karena terjerat oleh permainan hasrat.
Sherly pun menepikan mobilnya tepat di depan trotoar jalan raya. Dimana gerobak penjual bakwan malang sedang ramai ramai nya pembeli.
Gamis syar'i yang selalu melekat indah ditubuhnya. Dengan balutan jilbab syari dan juga cadar yang membuat penampilan nya semakin terlihat elegan dan sangat anggun.
"Mas, saya mau pesen dua porsi ya!!! ".Ucap Sherly dengan suara ramahnya.
Mas penjual bakwan malang pun mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Karena saking sibuknya melayani para pembeli yang sudah antri sejak tadi. Membuat dirinya tidak bisa berkata kata lagi. Dan hanya fokus pada jualannya saja.
__ADS_1
"Mba mau makan disini atau di bungkus??? ".Mas penjual pun bertanya setelah ia selesai menyiapkan pesanan pelanggan nya.
" Bungkus saja mas. Mau kerja soalnya".Jawab Sherly pelan.
Jalanan ibu kota pagi ini pun sudah mulai ramai. Karena semua rutinitas baru akan dimulai pagi ini. Sherly terus mengecek ponselnya tapi belum ada satu pun pesan dari suaminya.
Ternyata benar kata Dilan jika rindu itu berat. Mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan perasaan Sherly saat ini.
Hingga pesanan nya pun selesai, Ponsel milik Sherly pun tak kunjung memberikan notifikasi dari sang suami tercinta nya. Pria yang sangat sukses membuatnya terlanjur nyaman.
Setelah ia membayar semua pesanan nya. Sherly pun langsung bergegas masuk kembali kedalam mobilnya. Ponselnya tiba tiba berdering membuatnya tersenyum lebar. Tapi senyumnya langsung pudar ketika ia melihat layar ponselnya.
Sesuatu yang ia harapkan ternyata tak sesuai ekspektasi nya. Tapi Sherly pun langsung mengangkat telpon nya.
" Apa kau lemah ketika ditinggal tugas oleh suamimu yang cabul itu?. Hm? ".Goda Mark dari seberang telpon nya.
" Jangan meledekkku king!. King tidak tahu betapa sengsaranya menahan rindu".Jawab Sherly dengan nada sedikit kesal.
"Hei girl, Come on. Ini bukan adik yang aku kenal. Bukankah kau itu seorang queen. Tidak pantas bagi seorang queen itu cengeng".
Mark berusaha membuat sang adik tersenyum. Karena ia sudah tahu apa yang membuat Sherly jadi lesu begini. Padahal baru ditinggal satu malam saja oleh Al.
__ADS_1
"Tapi ini beda urusannya king. Saat ini menyangkut hati dan....
Sherly tak berniat untuk melanjutkan kata katanya lagi. Karena ia ingin suaminya adalah orang pertama yang ingin ia beritahu tentang kehamilan nya itu.
" Kenapa??? ".Selidik Mark yang mulai bertanya serius ketika Sherly terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.
" Tidak papa. Ada apa king menelponku sepagi ini???. Kalau untuk urusan biasa aku sedang tidak ingin menjalankan misi".Tolak Sherly dengan cepat. Padahal Mark belum berbicara apapun perihalnya menelpon sepagi ini.
Ucapan Sherly membuat Mark terkekeh saja di seberang sana . Mark juga tahu jika Sherly memang akan berhenti di dunia mafia. Sherly sudah izin sejak awal. Jika ia menikah, maka Sherly akan berhenti juga di dunia itu.
Karena Sherly hanya ingin fokus pada karir nya serta keluarga kecilnya kelak.
"Nanti siang Kris akan tiba di Jakarta. Jadi, aku harap kau bisa meluangkan waktumu untuk menemuinya!!! ".Ucap Mark mulai membuka suara kembali.
" What???. Kenapa kak Kris begitu dadakan datangnya??? ".
" Kau seperti tidak tahu dia saja. Karena pria bucin itu ingin mengunjungi keluarga istrinya juga".Sahut Mark sambil menyesap rokok di dalam ruangan khusus yang ada di mension nya.
Sherly pun hanya bisa menganggukkan kepala nya. Dan menuruti ucapan Mark. Karena memang tak ada pilihan lain. Selain itu juga Sherly sudah sangat merindukan keponakan nya. Anak dari Kris dan Zalfa.
**TBC
__ADS_1
SATU BAB DULU YA GENGS, NANTI KALAU SEMPAT OTHOR SAMBUNG LAGI SATU BABNYA SEDIKIT SORE. KARENA ADA BANYAK KEGIATAN SAAT INIππππ€**