
Cukup lama Mark berbicara dengan Rahel. Wanita yang sering disebut bos X oleh para anggota dan anak buahnya. Bahkan Mark hampir tidak percaya jika semua masalah selama ini adalah ulah anak dari sekutunya sendiri.
Karena sebuah Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bahkan Al nya saja tidak tahu sama sekali jika ia banyak disukai oleh wanita di luar sana. Dan karena rasa tanggung jawabnya Mark juga harus menyelesaikan semua ini.
Mark mulai menyesali perbuatannya dulu. Jika saja Mark tidak pernah mengenalkan Al dengan Rahel saat di Amerika. Ketika ia menyogok Al demi membuat Naura bisa tinggal bersamanya. Mungkin masalah ini tidak akan pernah terjadi.
Bahkan Mark tidak berpikir jika Rahel selama ini menyimpan rasa pada Al. Andai saja hari itu Mark lebih memilih para wanita yang bisa dibayar dan memberikan nya pada Al. Mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini.
Helaan nafas pelan Mark. Membuat Jacob mulai sedikit khawatir. Karena selama ia ikut dengan Mark. Tak pernah sedikitpun Mark mempunyai rasa belas kasih ataupun ragu untuk menghabisi musuhnya. Tapi, kali ini Jacob benar benar tidak habis pikir akan sikap kingnya.
Apalagi Rahel adalah orang yang paling licik yang pernah Jacob temui. Hal itu membuat Jacob ragu jika dibiarkan tetap hidup. Maka wanita dengan segala ambisi dan kenekatannya itu akan kembali menjadi boomerang untuk mereka ke depan nya nanti.
"King apa tidak sebaiknya dia kita selesai kan sekarang juga??? ".Bisik Jacob mulai khawatir.
Tapi lagi lagi Mark hanya menarik sudut bibirnya. Seolah Mark sudah punya rencana lain untuk menghadapi wanita selicik Rahel.
" Lepaskan dia!!! ".
__ADS_1
Deg...
Jacob langsung melotot tak percaya saat mendengar perintah Mark. Bahkan Reza dan Tania yang ada di luar ruangan ikut terkejut. Senyum licik Rahel mulai terbit. Dan itu sangat jelas terlihat di mata Jacob.
" Tapi king dia... ".
" Jacob, sejak kapan berani membantah perintahku??? ".
" Maaf king". Jacob menundukkan Kepala nya pasrah tapi tak rela. Jika king nya sudah berucap. Maka mereka hanya bisa menurut dan menjalankan sesuai dengan perintah kingnya saja.
"Lepaskan dia!!! ".Perintah Jacob dengan tatapan membunuhnya kearah Rahel. Seolah Jacob sedang memberi peringatan pada wanita licik itu.
Semua anggota Mark juga tampak ragu untuk menuruti perintah kingnya saat ini. Namun, mereka bisa apa. Yang berkuasa disini hanyalah Mark. Bahkan asisten pribadinya saja tidak bisa berkutik dan membantah apalagi mereka yang sekedar anak buah.
Dengan langkah santainya. Rahel mulai melangkahkan kakinya melewati Jacob. Tapi, Rahel seolah mengejek Jacob dan juga para anggota Mark. Karena mereka sama sekali tak bisa berkutik saat ini.
"King apa ini tidak terlalu...
__ADS_1
Lagi lagi Jacob hanya bisa diam dan tak melanjutkan kata katanya saat Mark sudah kembali mengangkat tangannya.
Sedangkan Rahel sudah semakin jauh dari pandangan Mark dan juga Jacob. Langkah wanita itu tampak santai dan ketika melewati Tania dan Reza ia juga tersenyum meledek.
" Sekarang!!! ". Ucap Mark lewat sambungan earphone nya. Membuat Jacob membelo mendengar perintah kingnya pada seseorang itu.
Dan belum sempat Jacob berucap dari arah depan ruangan terdengar suara bunyi kedakan. Hingga Tania dan juga Reza ikut terkejut melihat sesuatu yang sangat tragis itu.
" King...
"Bersihkan sisanya!!!. Karena aku akan pulang sekarang". Potong Mark yang langsung melangkah pergi dengan arah berlawanan dari arah Rahel melangkah tadi.
Jacob pun langsung berlari ke arah Tania dan juga Reza. Dengan tatapan tak percaya nya mereka semua melihat tubuh Rahel sudah hancur sehancur hancurnya bahkan semua tembok ikut kecipratan darah segar dari tubuh Rahel yang meledak tiba tiba. Bahkan dagingnya sudah hancur sehancur hancurnya.
Bagaikan daging giling yang akan siap dibuat adonan sosis atau bakso. Nyaris tak tampak seperti tubuh manusia lagi. Hal itu membuat beberapa orang anggota yang sampai muntah muntah melihat nya.
"Wow... Amazing". Lirih Reza menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1