Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kesiangan


__ADS_3

Kelelahan bertempur dengan suaminya tadi malam. Sherly sampai ketiduran dan saat ini jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Fatih pun sudah Al berikan pada babysitter nya. Dan sudah dimandikan oleh babysitter nya juga.


Hari ini memang hari weekend, Al juga tidak akan kemana-mana. Jadi, ia membiarkan saja istrinya yang masih sangat pulas tidurnya. Tanpa ingin menganggunya.


Al keluar dari dalam kamar mandi pun Sherly masih saja tetap pulas. " Sepertinya istriku benar benar kelelahan ". AL mengembangkan senyumnya. Karena ulah nya bumil cantik itu sampai sampai kesiangan bangun.


Padahal di luar sana sinar matahari sudah sangat bersinar. Menembus cela jendela kamar mereka, Al pun sengaja tidak membuka jendela kamarnya. Agar cahaya sinar matahari tidak menyeruak masuk sepenuhnya kedalam kamar itu. Dan tidak mengusik istrinya yang masih tetap ke alam mimpinya.


Ketika Al sedang ganti pakaian di dalam ruangan walk in closet. Sherly mulai menggeliat karena perutnya tiba tiba bergerak. Sepertinya baby di dalam sana sudah mulai kelaparan. Karena Uminya masih belum mengisi nutrisinya untuk baby.


"Hoammm... ". Sherly menutup mulutnya saat ia menguap.

__ADS_1


" Morning sayangku". Sapa Al yang baru keluar dari ruangan walk in closet sembari memakai baju kaos santainya.


" Morning Bi". Sahut Sherly mulai membenarkan selimut nya. Kini ia memiringkan tubuhnya, Untuk bisa menatap wajah tampan suaminya. Yang mana Al baru beberapa hari ini ada di rumah. Karena yang seharusnya Al pulang sejak satu bulan yang lalu.


Tapi, karena adanya tambahan waktu dalam pendidikan nya. Jadi, Al dan rekan rekan nya harus pulang dua minggu yang lalu. "Abi, udah mandi?. Kenapa gak bangunin Umi Bi? ". Sherly bertanya masih sambil menatap wajah tampan pria yang berstatus suaminya itu.


" Kamu itu capek banget kayaknya yang. Makanya Abi gak mau ganggu tidur kamu tadi". Senyum Al begitu lebar dan kini duduk di bibir ranjangnya. Mengusap dan mulai mengecup bibir istrinya. Dimana Sherly yang masih polos hanya berbalut selimut saja.


" Sudah sayang. Mungkin sekarang sedang sarapan dengan babysitter nya". Jawab Al tersenyum manis pada istrinya.


" Mau mandi sekarang? ".Tawar Al saat istrinya mulai bangkit dari ranjang empuk itu. Anggukan kepala Sherly membuat Al mulai membantu istrinya untuk bangun.

__ADS_1


Al pun ikut masuk kedalam kamar Mandi. Untuk menyiapkan air hangat di dalam bathub. Karena Sherly ingin berendam pagi yang hampir menjelang siang ini.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sherly dan Al turun ke lantai bawah setelah keduanya berpenampilan rapi. Sherly juga sudah berbalut gamis syar'i nya. Dan juga cadar yang telah melekat indah di wajahnya.


" Fatih mana bik? ". Tanya Sherly ketika tidak melihat putranya ada di ruang keluarga.


" Tuan muda ada di taman belakang Nyonya ". Jawab asisten rumah tangganya yang ingin masuk kearah dapur.


" Biarkan saja dulu Fatih sama babysitter nya sayang. Lebih baik kita sarapan saja!!. Nanti udah sarapan baru kita hampiri mereka. Baby juga pasti sudah sangat lapar". Ucap Al seraya menggandeng tangan istrinya menuju meja makan.

__ADS_1


Sherly pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Dan mengiringi langkah suaminya. Karena memang perutnya sudah sangat lapar. Dari tadi cacing di perutnya telah berdisko riah di dalam perut bumil itu. Minta jatah mereka yang belum juga sampai. Padahal sudah hampir tengah hari begini.


__ADS_2