Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Mengadu


__ADS_3

"Bang, gue tobat dah ikut anak buah adik iparnya abang".Tutur Rendi yang saat ini sedang menerima telpon dari Al.


Membuat Arno yang sedang fokus menyetir ikut menganggukkan kepalanya. Begitu pun dengan Ardan yang duduk di kursi penumpang sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran jok belakang mobil.


Al pun hanya terkekeh dari seberang telpon nya. Karen ia juga tahu apa yang di lakukan orang orang Mark di Markas. Bahkan sekarang Al juga sudah mulai terbiasa tanpa belas kasih. Pada orang orang yang licik dan juga bermuka dua.


"Anggap saja kalian sedang menyaksikan pertunjukan!!! *.Seru Al sambil terus terkekeh.


" Wiihh, Ngeri bang. Gue aja ampe mual".Jawab Rendi jujur.


"Masih untung Rendi kagak kancing di dalam celana bang".Seru Arno yang ikut menimpali.


Disambut gelak tawa oleh mereka semuanya. Lalu Al juga menyuruh mereka untuk segera pulang ke Asrama. Dengan misi tertentu juga, agar Al bisa menemukan para pengkhianat di lingkungan tempatnya mengabdikan dirinya selama ini.


Al masih saja penasaran apa rencana orang itu. Hingga ia bisa terlihat santai dan juga terlihat sedih saat Al bertemu dengannya dirumah sakit.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Lea yang belum bisa tidur karena terus memikirkan putri bungsunya itu. Kini mulai sedikit mengangkat sudut bibirnya. Kala ia melihat jari tangan Naura mulai bergerak.


"Naura sayang... Kamu ".Suara Lea tercekat kala ia kini juga melihat Naura mulai mengerjapkan matanya.


" Mas... Naura sadar mas".Seru Mami Lea tersenyum lega. Karena Naura sudah membuka matanya dengan sempurna.


"Ma... mi".Lirih Naura pelan.


Rayen pun ikut menghampiri brankar sang putri. Lalu tak lupa ia memencet tombol yang ada dibawah brankar Naura. Selanjutnya Rayen juga menyuruh Naura untuk meminum segelas air putih.


" Baby... Mana baby Naura Mi??? ".Tanya Naura kaget. Saat ia melihat perutnya sudah kempes dan sangat kram serta nyeri yang ia rasakan saat ini.


" Dia baby girl. Sangat cantik sama seperti kamu sayang".Puji Rayen sambil mengusap pelan pucuk kepala putri bungsunya.


Tak berselang lama dokter dan perawat masuk kedalam ruangan Naura. Untuk memeriksa kesehatan Naura. Dan memastikan jika Naura baik baik saja.


Setelah dipastikan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Naura masih saja harus tetap bermalam dirumah sakit. Karena luka cesar nya masih sangat basah.

__ADS_1


Lea tak henti hentinya menitik kan air matanya. Karena ia sangat bersyukur putri semata wayangnya sampai kenapa napa. Oleh sebab itulah, Lea tak pernah jauh dari brankar Naura.


"Pa, Mi... Apa Vian sudah tahu aku masuk rumah sakit??? ".Tanya Naura mulai menanyakan suaminya. Karena terakhir yang Naura ingat. Ia jatuh setelah baru saja ia menerima telpon dari suaminya.


Dan setelah itu Naura tidak mengingat apapun lagi. Karena ia sudah tak sadarkan diri sama sekali. Bangun bangun juga perutnya sudah kempes.


Lea menggeleng kan kepalanya pelan. "Suami kamu belum tahu sayang. Karena ponsel suamimu juga tidak bisa dihubungi sejak sore tadi".Jawab Lea jujur.


Naura tampak menghela nafasnya lega. Setidaknya Matk tidak membabi buta. Dan langsung pulang ke Jakarta. Padahal mereka pasti baru tiba beberapa jam yang lalu di Swiss.


" Alhamdulillah, setidaknya untuk saat ini aman".Batin Naura.


"Ra, apa ada yang aneh sebelum kamu jatuh dari tangga??? .Tanya Rayen tiba tiba.


Naura tampak mengingat ingat kembali. Sebelum ia jatuh dari tangga. Tapi tak ada sedikit pun hal yang mencurigakan baginya. Semuanya normal seperti biasanya.


" Tapi, kenapa pas Naura jatuh. Rasanya di anak tangga ada cairan pa. Tapi aku juga tidak melihat nya".Tutur Nauta jujur.

__ADS_1


Rayen mulai mengumpulkan pasangan puzzle yang sesuai dengan perkataan Al beberapa menit yang lalu ia ketahui. Dan kini ia membenarkan apa yang sebenarnya terjadi.


TBC


__ADS_2