
Satu bulan Kemudian...
Liburan sekolah dan juga ujian sekolah telah berlalu. Kini sudah memasuki tahun ajaran baru lagi. Dimana Zeera juga sudah mulai masuk sekolah nya yang baru. Ini hari pertamanya untuk menginjakkan kakinya di sebuah SMA swasta yang memang khusus untuk para anak anak berada. Bahkan, sekolah itu menyandang gelar sekolah terbaik di kotanya.
Dan di sana juga sekolah tempat Fatih berada. Ya, Zeera dan Fatih memang sekarang satu sekolah. Jika Zeera baru duduk di kelas sepuluh. Sedangkan Fatih sudah di kelas dua belas.
" Kakak duluan ya, Nanti kalau ada apa apa kamu tinggal telpon saja!!. Kelas kakak ada di lantai tiga itu! ". Ucap Fatih saat mereka baru turun dari mobil nya. Karena mereka pergi di antarkan oleh sopir.
Abi dan Uminya memang masih sama sama bekerja. Jadi, mereka juga di tuntut untuk belajar mandiri. Meskipun begitu, Abi dan Uminya tak pernah lengah untuk tetap menjaga buah hatinya.
Para bodyguard yang selalu siap siaga mengawasi putra putrinya. Saat mereka berada di luar rumah. Dan tentunya mereka bukanlah orang orang sembarangan. Para anggota terlatih dan juga cerdas.
" Oke". Jawab Zeera paham. Dan dia juga tidak akan tersesat batinnya. Meskipun ini adalah hari pertamanya masuk sekolah tersebut. Bahkan, Zeera juga harus pisah dengan teman temannya dari SMP.
Mungkin inilah saatnya Zeera memulai semuanya dari awal kembali. Dan menemukan teman teman barunya. Menyesuaikan diri di tempat baru. Memang kadang sedikit susah. Tapi setelah mendapat kan teman yang cocok, di situlah kenyamanan akan kita rasakan.
" Hei, anak baru". Seorang gadis remaja datang menghampiri Zeera yang akan melangkah menuju kelasnya.
__ADS_1
Zeera menoleh ke kanan dan ke kiri dan kebelakang nya. Namun, tak ada orang lain di sana. Selain dia dan juga gadis remaja dengan kedua temannya itu.
" Loe manggil gue? ". Tanya Zeera sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Emang siapa lagi? ". Ketus gadis remaja itu sinis.
" Oh". Sahut Zeera santai.
Gadis remaja itu membulatkan matanya tak percaya saat Zeera malah pura pura dungu. Padahal sejak tadi ia sudah sangat geram akan sikap Zeera. Karena ia berani mendekati pria idamannya. Bahkan, tadi ia juga melihat jika Zeera turun dari mobil yang sama dengan cowok idamannya di sekolah ini.
" Loe murid baru kan disini?. Dan loe itu baru kelas sembilan. Jadi, gue peringatkan ke elo, Jangan coba coba dekatin Fatih lagi!!. Dia milik gue, Dan kalau sampai gue lihat lagi loe berani goda Fatih kek tadi, habis loe ". Sentak gadis remaja itu tegas.
Ingin sekali rasanya Zeera memberitahu mereka. Jika dia dan Fatih itu kakak adik. Tapi, niat itu ia urungkan saat ide konyol di otaknya mulai bermunculan.
" Kalau gue gak mau gimana?. Lagian kak Fatih gak akan ninggalin gue kok". Sahut Zeera dengan sombongnya.
Gadis remaja itu langsung memanas dan mulai ingin mendekati Zeera. Namun, Saat ia akan mendorong tubuh Zeera. Tiba tiba Arsen datang dan menarik tangan Zeera begitu saja.
__ADS_1
" Sebentar lagi jam sekolah akan di mulai. Kenapa masih disini? ". Tanya nya dan langsung membawa Zeera untuk segera meninggalkan ketiga gadis sombong itu begitu saja.
Zeera tampak terkejut akan aksi Arsen. Dan langsung menarik tangannya dari tautan tangan Arsen. Namun, Arsen malah semakin mengerat kan tangannya. Agar Zeera tidak bisa kabur darinya.
" Iihhh Lepas!! ". Sentak Zeera kesal karena Arsen main tarik tarik saja. Padahal dia ingin sekali membuat gadis remaja itu makin kesal dan emosi karena ia juga belum puas mengerjainya.
" Jangan berurusan dengan mereka!! ". Ucap Arsen setelah ia sudah sampai di depan kelas Zeera. Dan melepas kan tautan tangannya.
" Masuk!! ".
" Iihh, Apaan sih? . Kagak jelas banget". Gerutu kesal Zeera. Tapi, lucunya dia malah langsung masuk begitu saja kedalam kelasnya,membuat Arsen mengulum senyum nya.
Namun, di dalam kelas para siswi tampak histeris saat melihat Arsen datang ke kelas mereka. Karena satu sekolah itu. Tak ada yang tidak mengenal remaja itu. Selain dia adalah cowok idola di sekolah itu. Arsen juga ketua team basket di sekolah. Dan itu artinya Arsen dan Fatih adalah geng terkenal di sekolah tersebut.
" Ini anak anak pada kenapa sih?. Norak banget ". Batin Zeera menggeleng kan kepala nya. Bahkan, satu kelas itu hanya dia yang memakai hijab. Yang lainnya semua memakai seragam serba pendek dan ketat di tubuh masing masing.
Zeera menatap aneh pada semua sisiwi di kelas nya. Karena ia pikir ini masih kelas sepuluh SMA. Tapi, penampilan mereka sudah seperti anak kuliahan saja. Bahkan, ada yang sudah memakai make up tebal. Mirip seperti biduan ingin manggung.
__ADS_1
Sherly dan Al memang selalu merahasiakan identitas anak anaknya. Bahkan, mereka tidak memakai nama Bagaskara saat di sekolah. Semua itu mereka lakukan hanya untuk membuat anak anaknya nyaman dan tidak merasa di istimewa kan karena mereka keturunan keluarga berpengaruh di kotanya.