
"Stop Vian Cici bangun!! ".
" Tunggu sebentar lagi sayang! Masih enak nih". Jawab Mark tanpa ingin berniat berhenti.
"Tapi Cici sudah menangis... Akh".
" Tanggung sayang".
Mark terus memacu gerak tubuhnya sambil memejamkan matanya. Ia seakan tuli akan tangisan Cici. Membuat Naura kesal sambil ikut melenguh akan pacuan tubuh suaminya itu.
"Awas dulu! ".
Mark pasrah saat Naura mendorong tubuhnya dan langsung bangkit dari tidurnya. Untuk mendekati box baby Cici.
" Ini bagaimana sayang?? ". Rengek Mark lesu sembari menunjuk kearah Imron yang sedang tegak tegaknya.
" Nanti juga bisa kita lanjutkan lagi".
Tak terima berhenti di tengah jalan. Mark akan mempunyai seribu akal licik untuk tetap melanjutkan kegiatan nya. Tak perduli walaupun baby Cici bangun. Karena kalau Imron sudah bangkit dari peristirahatan nya. Maka detik itulah harus segera di tidurkan kembali.
"Akh... ".
Naura terperanjat kaget saat ia membungkuk ingin mengambil baby Cici dalam box nya. Tapi Mark dengan jahilnya malah langsung menusuknya menggunakan Imron dari arah belakang.
" Vian". Lirih Naura tak habis pikir dengan suaminya itu. Bisa bisanya ia mengambil kesempatan saat seperti ini.
__ADS_1
"Tanggung sayang, Tidak akan lama". Sahut Mark dengan suara paraunya.
Naura pun hanya bisa pasrah saat lagi lagi Mark menguasai tubuhnya. Membuat Naura memejamkan matanya dengan sedikit berjongkok dan berpegangan pada ujung box baby Cici.
Namun, seketika Baby Cici malah langsung berhenti menangis sambil menatap wajah Mommy nya. Yang mungkin menurut nya lucu.
"Ohh... Yeah ".
" Good girls, Anak yang sangat pengertian". Puji Mark tersenyum bangga. Karena baby Cici malah tersenyum menatap wajah sang Mommy yang menahan sesuatu yang akan meledak di dalam sana.
"Dasar Daddy dan anak tidak ada akhlak". Gerutu Naura yang tak habis pikir akan aksi suami serta putrinya saat ini.
" Akh... ".
" Hussttt... Jangan berisik sayang!. Kau semakin di ledek oleh putrimu itu". Masih sempat sempatnya Mark mengatakan hal konyol seperti itu.
Lalu Naura berdiri sekarang dengan seringai liciknya. Naura mendorong kembali tubuh suaminya. Hingga Mark jatuh terlentang di atas ranjang.
"Cici jangan berisik!!. Mommy mau kasih pelajaran buat Daddy dulu". Seru Naura lalu menatap suaminya dengan tatapan liciknya. Membuat Mark hanya mengulum senyumnya.
Dan anehnya baby Cici hanya tersenyum tanpa menangis sedikitpun. Ia malah seolah ikut menyetujui apa yang akan dilakukan oleh Mommy nya.
Benar saja tanpa banyak bicara lagi. Naura langsung naik ke atas tubuh suaminya. Kembali menyatukan Imron dan siti. Lalu memulai menguasai permainan.
Mark mulai memejamkan matanya kembali saat Imron di jepit nikmat di dalam sana oleh siti. Hanya suara eluhan dan erangan nikmat yang kembali terdengar namun sedikit pelan.
__ADS_1
"Pelan pelan sayang!!. Ini masih sangat nikmat! ". Pinta Mark tapi tidak di gubris oleh Naura.
" Naura... ". Lirih Mark saat istrinya semakin menaikan tempo nya. Dan membuat Imron benar benar tak bisa berkutik lagi. Saat di jepit erat oleh Siti.
" Oh siitttt". Umpat Mark saat Imron mulai meneteskan lahar panasnya.
"Sayang". Lagi lagi Mark ingin protes karena masih ingin menikmati permainan ini. Tapi istrinya selalu mengejar penuntasannya.
" Kenapa??? Sudah tak tahan kah??? ". Goda Naura dengan senyum licik di bibirnya.
Puggg....
Mark memukul gemas bokong bulat milik istrinya. Membuat Naura tersenyum. Dan semakin menekan siti hingga Imron benar benar kalang kabut dibuatnya.
Akhirnya pada hitungan ke tiga puluh Mark Imron langsung menembak tanpa henti. Membuat Naura lega akhirnya selesai juga.
" Aku juga menyiksa mu sayang".
Cup..
Naura berucap seraya mendaratkan kecupan singkat di bibir tebal suaminya. Membuat Mark menggeleng kan kepalanya. Istrinya itu benar benar jago kalau masalah ranjang. Dan hanya Naura lah pawang kenikmatan tiada banding bagi Mark.
"Kau terbaik sayang". Lirih Mark sambil mengatur nafasnya.
" Always ".
__ADS_1
" Every time".
TBC