Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Satu Malam tanpa Suami


__ADS_3

"Waalaikumsalam baby, Kamu lagi ngapain, udah makan belum??? ".


Sherly pun nampak terkekeh mendengar banyaknya pertanyaan yang Al lontarkan untuknya. Suaminya itu memamg sering melayangkan banyak pertanyaan untuknya.


" Aku baru saja selesai makan sayang. Bagaimana dengan abang??? ".Sherly bertanya balik pada suaminya. Yang sudah sangat ia rindukan itu.


" Makanan di pesawat tidak seenak masakan kamu baby".Goda Al dengan senyum yang di kulum.


"Kau meledekku sayang??? ".Sherly mencebikkan bibirnya.


" Ah, aku rindu mencium telur rebus yang gosong buatan kamu baby".Seru Al sambil terkekeh.


"Sayang, berhenti menggodaku seperti itu. Apa kau tidak merindukan ku? ".


Sherly mulai kesal karena sejak tadi suaminya itu terus terusan meledek dirinya. Sampai ia juga lupa untuk memberitahu jika dirinya sedang mengandung darah daging suaminya.

__ADS_1


" Sayang, ada yang ingin ak...


"Baby, sudah dulu ya. Kami ingin kembali melanjutkan perjalanan.Baik baik dirumah!!. Nanti kalau sudah sampai aku kabarin lagi. I love you".


Sherly pun hanya bisa mengiyakan tanpa ingin melanjutkan kata katanya. Yang akan memberitahu jika ia sedang hamil saat ini.


" Sabar ya sayang!. Mungkin belum waktunya Daddy tahu jika kamu sudah tumbuh di rahim Mommy. Kamu harus paham sayang!. Kalau Daddy itu punya tugas dan tanggung jawab yang besar untuk Negara ini".


Sherly pun masih bisa tersenyum dan bersikap tenang. Sedikitpun ia tidak pernah ragu dan tidak pernah mengeluh akan pekerjaan suaminya itu. Karena bagi Sherly , semua pekerjaan pasti selalu berisiko.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sherly tak habis pikir rasanya akan seperti ini Padahal baru di tinggal beberapa jam oleh suaminya. Bahkan belum genap satu hari.


" Apa dia belum juga sampai ke tempat tujuan?. Kenapa belum juga menghubungi ku lagi".Sherly pun memutuskan untuk bangun. Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam dini hari.

__ADS_1


Tapi ia sama sekali belum bisa terlelap. Bahkan matanya tak mengantuk sedikitpun. Ia merasa sepi dan sunyi. Biasa tidur di samping suaminya. Yang selalu memeluk pinggang nya posesif. Tapi malam ini ia perdana di tinggal oleh suaminya. Dan ia juga harus tahan serta bersabar sampai satu atau dua tahun lagi. Agar bisa merasakan kembali pelukan suaminya itu.


Sherly pun bangun berniat mengambil air putih di dapur. Tapi perutnya juga tiba tiba terasa sangat lapar. Untung masih ada sisa cake dari mami mertuanya tadi sore. Lumayan untuk mengganjal perutnya malam ini.


Setelah selesai memakan cake nya. Sherly pun memutuskan untuk kembali kekamarnya Ia harus istirahat karena besok ia juga akan dinas pagi.


Meskipun sulit untuk memejamkan matanya. Tapi Sherly terus berusaha untuk terlelap. Walaupun harus sambil membayangkan bantal guling sebagai dekapan suaminya yang sedikit mesum itu.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Suara adzan subuh yang terdengar menyejukkan hati. Membangunkan wanita cantik yang kini baru saja memejamkan matanya . Dengan sedikit mata yang sulit untuk membuka. Sherly pun berusaha bangun.


Ia pun masuk kedalam kamar mandi. Untuk mandi dan berwudhu. Karena itu adalah rutinistasnya selama ini. Tapi malam ini ia tidak sholat tahajjud Lantaran ia juga tidak bisa tidur. Sedangkan hukum sholat sunnah itu kita harus tidur terlebih dahulu. Meskipun hanya beberapa menit saja.


"Alhamdulillah, satu malam bisa terlewati meskipun tanpa suami. Dan hanya bisa tidur beberapa menit saja".Guman Sherly sambil meletakkan kembali mukenah nya di atas nakas samping meja riasnya.

__ADS_1


Sherly memutuskan untuk kedapur. Karena ia ingin membuat sarapan. Sebab, ia juga butuh nutrisi sebelum beraktivitas. Apalagi hari ini jadwalnya sampai sore dirumah sakit.


TBC


__ADS_2