Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Dalam Pengawasan


__ADS_3

Rumah sakit...


Sherly yang baru saja tiba di rumah sakit tempat nya bekerja. Yang tak lain dan tak bukan adalah rumah sakit milik suaminya sendiri. Saat ini sedang menerima telpon dari seseorang. Ia pun tampak berbicara serius dengan si penelpon.


Setelah hampir lima menit lebih ia berbicara lewat sambungan telpon nya. Kini Sherly langsung duduk kembali di kursi kerjanya. Dan meminta suster yang ada di dalam ruangan kerjanya untuk keluar sebentar dengan alasan ia meminta tolong untuk memesankannya sarapan.


Saat sang suster keluar ruangan Sherly langsung mengamati ruangan kerjanya. Dan seperti sedang mencari sesuatu. Sherly tersenyum licik saat ia menemukan ada satu camera kecil yang di pasang di tengah tengah buku nya.


Tak hanya itu Sherly juga kembali menemukan camera kembali yang hanya sebesar kuku tangan serta alat pelacak suara dibawah meja kerjanya.


Sherly kembali meneliti ruangan kerjanya. Dan ia tidak akan kecolongan dengan mudah. Matanya begitu jelih untuk melihat dimana letak alat alat yang dipasang di ruangan kerjanya itu.


Setelah ia menemukan semuanya dengan jumlah yang telah sama dengan jumlah yang dikatakan sang penelpon. Sherly kembali merapikan ruangan kerjanya yang sempat berantakan akan ulahnya.


"Kalian pikir aku sebodoh itu". Geram Sherly menatap benda benda yang telah ia temukan dengan sangat geram. Andai saja perutnya tidak sebuncit saat ini. Mungkin Sherly akan lebih memilih untuk menghabisi langsung orang yang sudah berani masuk kedalam ruangan kerjanya.


Dan kini Sherly sudah bisa menebak. Karena akses masuk kedalam ruangan kerjanya hanya dirinya dan juga sang suster asisten nya saja. Beruntung tadi ia menelpon dengan menggunakan kata kata kiasan saja. Jadi, tak membuat sang suster curiga. Karena mereka seolah sedang membahas tentang sebuah masakan.

__ADS_1


Senyum licik Sherly terbit saat suster itu kembali masuk kedalam ruangan kerjanya. Ia juga sudah membawakan makanan yang di minta oleh Sherly tadi . Beruntung semua camera pengintai yang ia temukan tadi sudah Sherly masukkan kedalam plastik dan sudah ia rusak.


"Dok.Ini sarapan nya. Silahkan di makan dulu !. Sebelum dingin". Ucapnya dengan lembut dan sangat sopan.


Sherly pun hanya menatap dengan tatapan biasa. Lalu ia tersenyum. " Sepertinya putra ku sudah tidak menginginkan makanan ini lagi Sus. Daripada mubazir lebih baik suster saja ya yang makan!!!. Sayang loh kalau di buang ". Seru Sherly dengan seringai liciknya.


" Ta.. Tapi, saya sudah sarapan tadi dok. Perut saya masih kenyang ". Jawab suster itu mulai gugup.


" Yah, sayang sekali. Gimana ya?. Kan mubazir jadinya". Sherly terlihat iba menatap sepiring somay yang tadi memang sengaja asal sebut saja. Padahal ia juga sudah sarapan dirumah dengan nasi goreng buatan suaminya sendiri tentunya.


" Suster singkirkan saja dulu di sana!!! ". Sherly menunjuk salah satu meja di pojokan. ".Saya ingin menemui pasien saya dulu ".


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Di sebuah ruangan duduk seorang pria dengan sebatang rokok di tangannya. Dengan asap rokok yang telah ia hisap mengepul di udara. Sudah hampir tiga bulan ini ia mengurung diri.


Di tempat terpencil dan juga jauh dari keramaian. Hanya untuk menghindari kejaran hukum yang akan membuat dirinya semakin menderita.

__ADS_1


Prangggg...


Suara gelas yang ia lempar ke tembok. Hingga pecah berhamburan ke dasar lantai papan itu. Sampai detik ini ia juga masih belum bisa mendapatkan akses untuk bisa melarikan diri lebih jauh lagi.


Bahkan fotonya pun sudah menyebar dimana mana dengan bertuliskan sedang dalam pencarian dan pengejaran.


Tok... Tok...


"Permisi bos". Seorang pria datang dengan membawa sebuah amplop bewarna coklat yang langsung ia berikan pada sang pria yang sempat prustasi tadi.


" Seperti nya rencana kita sudah ketahuan Bos. Dan nina pasti dalam bahaya ". Ucap pria yang baru datang dengan menundukkan kepalanya.


" Bunuh saja dia!!. Jika sampai ia tertangkap". Jawab sang pria dengan nada perintah nya.


"Tapi, bos ... ".


" Aku tidak membutuhkan orang orang lemah seperti itu. Kau tahu aku sudah mengorbankan segalanya untuk semua ini. Termasuk keluargaku sendiri ". Bentak sang pria dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


" Baik bos".


TBC


__ADS_2