Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kerapuhan Sherly


__ADS_3

Setelah hampir satu jam lebih akhirnya pintu ruangan IGD kembali terbuka. Menampakkan wajah dokter yang masih lengkap memakai seragam kebanggan nya. Dari arah samping Sherly nampak sedikit berlari kecil di ikuti oleh Mark yang berusaha mencegah adiknya untuk berlarian.


Samuel yang juga ternyata ikut masuk kedalam ruangan IGD sejak tadi, kini pun mulai menampakan wajahnya kembali. Anggota Mark yang tetap berjaga di depan ruangan sejak tadi. Kini nampak menundukkan kepalanya, ketika Sherly dan Mark datang.


"Bagaimana keadaan suamiku dok???. Dia baik baik saja kan??. Operasi nya berjalan lancar bukan??? ".


Sherly langsung mencecar dengan begitu banyak pertanyaan. Membuat Samuel dan dua orang dokter lainnya hanya bisa menghela nafasnya.


Melihat raut wajah para dokter tersebut. Terang saja membuat Sherly berpikiran negatif. Mark pun langsung menatap tajam pada ketiga dokter itu.


" Operasi nya berjalan lancar miss S, dan kami sudah berhasil mengeluarkan pelurunya".Jawab Samuel jujur. Membuat Sherly langsung bernafas lega. ".Tapi... ".


Ucapan Samuel menggantung saat tatapan Sherly kini berubah menjadi sangat menakutkan. Apalagi ketika Samuel melirik kearah Mark. Yang juga tak kalah menakutkan dari Sherly. Sedangkan kedua dokter itu sudah terlihat gemetaran dan tidak berani untuk melihat dua manusia berbeda jenis. Yang ada di hadapan nya saat ini.

__ADS_1


"Tuan Al mengalami koma, karena salah satu peluru hampir saja mengenai jantungnya.Belum lagi tuan Al banyak kehilangan darahnya".Samuel menjelaskan dengan sangat hati hati agar kedua manusia itu tidak mengamuk di rumah sakit.


Tadi memang sempat para team medis terlihat begitu sibuk dan panik. Ketika mencari transfusi darah untuk Al. Karena golongan darah Al adalah O negatif. Sedangakan dirumah sakit golongan darah itu sedang kosong. Beruntung ada Mark dan juga tiga anggotanya yang memiliki golongan darah yang sama dengan Al. Sehingga operasi masih tetap berlanjut. Dan bisa di selesai kan dengan baik.


Sherly yang ingin masuk di tahan oleh Mark. Karena Al akan segera di pindahkan ke ruangan ICU terlebih dahulu. Sherly nampak kaku di tempatnya berdiri, ketika melihat brankara suaminya mulai di pindahkan dan melewati dirinya di depan pintu.


"Suamiku pasti cepat sadar kan king??? ".Lirih Sherly sambil terisak pilu. Ia begitu tidak tega melihat Al yang tak bergerak sedikit pun dengan wajah pucat. Dan banyaknya alat media yang menempel di tubuhnya.


Mark mendekap tubuh rapuh Sherly. Ia juga seakan ikut merasakan kepedihan dan juga rasa sesak yang Sherly rasakan saat ini. Namun, Mark juga sedikit lega setidaknya Al bisa terselamatkan meskipun harus koma dengan waktu yang tidak bisa di tentukan. Begitupula dengan kandungan Sherly yang masih baik baik saja. Tanpa adanya kontraksi akibat gerakan Sherly yang ikut berkelahi dan berlari dengan sekuat tenaga nya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sherly terus memegangi tangan suaminya. Setelah ia di izinkan untuk masuk kedalam ruangan ICU. Dimana suaminya dirawat saat ini. Mark juga ikut masuk menemani. Mereka berdua juga sudah memakai seragam steril rumah sakit yang khusus untuk masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Isak tangis wanita cantik yang sedang hamil itu. Membuat Mark teriris, Tapi, Mark pun sudah memerintahkan Samuel untuk menghubungi dokter terbaik dunia. Untuk memantau kondisi Al yang akan ia datangkan ke rumah sakit ini.


"Sebaiknya kau bersihkan dulu tubuhmu She!!. Kau juga belum sarapan, baby mu pasti sudah sangat lapar. Biarkan Al istirahat dulu untuk beberapa saat!!".


Mark tak percaya ia bisa bicara selembut ini . Padahal kelembutan nya hanya ia tujukan pada istrinya saja.


Sherly hanya menggeleng kan kepalanya lemah. Ia benar benar tak ingin melakukan apapun lagi. Hidupnya langsung terasa hampa. Ketika tahu suaminya koma.


"She, anakmu juga butuh nutrisi untuk perkembangan tubuhnya. Setidaknya pikirkan dia!!!. Kau mau saat Al bangun nanti, melihat tubuh istrinya dan juga calon anaknya yang tak sehat dan memburuk dari keadaan nya sendiri?. Apa kau tega membiarkan darah daging kalain kelaparan di dalam sana?? ".Mark mulai sedikit menaikkan suaranya. Karena Sherly mulai keras kepala.


Mark tahu apa yang dirasakan Sherly saat ini. Tapi Mark pikir untuk lebih tidak egois. Masih ada kehidupan yang harus tetap di jaga. Karena dia bahkan belum lahir kedunia ini.


Mark juga tahu Sherly bagaikan kehilangan separuh jiwa dan kehidupan nya. Melihat kondisi suaminya seperti itu. Namun, apa salahnya jika kita yang sehat juga tetap optimistis dalam menata hati dan pikiran. Agar kita bisa lebih kuat dan lebih sabar lagi.

__ADS_1


Tapi Mark juga tak bisa menyalahkan Sherly. Mungkin Sherly berubah karena faktor hormon kehamilannya juga. Karena istrinya juga sedang hamil saat ini. Yang sama sekali belum ia beri kabar sejak semalam.


__ADS_2