Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Selalu Ketus


__ADS_3

Suasana pagi ini tampak begitu cerah. Andes sudah tampak rapi dan jauh lebih segar. Begitu juga dengan Zello. Tak lama Zein juga mulai keluar dari kamarnya dengan penampilan yang tak kalah rapi dan santai dari kedua abangnya.


Hari ini mereka sudah ada janji dengan Daddy nya akan piknik dan mancing bersama di danau yang tak jauh dari mension mereka. Lebih tepatnya danau milik Daddy nya sendiri.


Zein juga sudah membawa lengkap alat alat cameranya.Karena ia sudah pasti akan memulai siaran langsung kembali saat melakukan segala aktivitas nya. Melihat itu Zello langsung mencelos. Sifat nya sangat berbanding terbalik dari saudara kembarnya itu.


" Zein, kau ingin mancing atau ingin bergaya di depan camera? ". Ledek Zello tak habis pikir.


" Kenapa memangnya Zello?. Aku harus terbiasa dengan semua alat alat ini. Karena setelah aku dewasa nanti. Aku akan jadi model dan juga artis terkenal". Jawaban Zein semakin membuat Zello muak. Lagi lagi Zein bangga menunjukkan kesempurnaan dirinya itu.


Andes hanya menggeleng kan kepala nya saja. Ia sama sekali tidak ingin berdebat akan cita cita seseorang. Karena ia sendiri juga memiliki cita cita. Namun, Andes saat ini hanya mengikuti alur jalan hidupnya saja. Apalagi berulang kali Mark bilang padanya jika setelah dewasa nanti. Andes akan menggantikan posisinya di perusahaan nya.


Bukan tanpa alasan Mark meminta Andes untuk mengisi posisi CEO itu. Melainkan kedua putranya sudah pasti tidak tertarik akan dunia bisnis seperti itu. Zello yang sudah terlihat ingin menjadi seperti Daddy yang lebih tertarik ke dunia permafiahan. Sedangkan Zein, ia sudah sangat nampak untuk menjadi publik figur.

__ADS_1


" Ck, kau itu menggelikan sekali Zein". Lagi lagi Zello selalu ketus pada saudara kembarnya itu. Yang menurut Zello sangat susah untuk di nasehati.


" Kau juga selalu membawa laptopmu itu Zello". Teriak Zein membalas mengatai Zello.


" Laptopku jauh lebih berguna darimu Zein". Sahut Zello ketus. Seraya terus melangkah menutuni anak tangga. Meninggalkan Zein dan Andes yang masih berdiri di depan pintu kamar Zein.


Andes menepuk bahu Zein dan tersenyum tipis. " Jangan di masukkan ke hati!. Zello memang begitu tapi sebenarnya dia sangat perduli padamu. Apa yang dia katakan adalah yang terbaik untukmu Zein. Percayalah! ". Ucap Andes masih dengan senyum dibibirnya.


" Belajarlah memilah teman yang baik dan tidaknya untuk dirimu Zein!!! ". Andes malah memberi Zein teka teki. Padahal Zein meminta pendapat Andes.


Andes tidak mau jika sampai Zein makin sedih lagi. Jika ia ikut mengiyakan nasehat Zello pada Zein. Namun, sepertinya akan sedikit sulit karena Zein hampir setiap hari selalu berkomunikasi dengan Ketty.


Andes menepuk pelan bahu Zein sambil kembali tersenyum. Sebelum ia melangkah pergi dan di ikuti oleh Zein dari arah belakang. Sedangkan Zello sudah duduk di meja makan sejak beberapa detik yang lalu. Dengan membantu cici memakan sarapannya.

__ADS_1


" Morning boy". Sapa Naura saat melihat kedua putranya baru masuk kedalam ruangan makan.


" Morning Mom". Jawab Andes dan Zein secara bersamaan. Namun, Zein malah terlihat sedikit lesu.


" Apa kalian berdua bertengkar lagi? ". Naura menatap putra kembarnya secara bergantian. Untuk memastikan keduanya benar benar berantem atau tidak.


" No. Mom". Jawab Zein yang langsung duduk di samping Cici. Membuat Cici langsung melotot tak terima, karena biasanya itu adalah tempat duduk Andes.


" Ndes ". Cici menarik narik tangan Zein untuk bangkit dari kursi itu. Namun, Zein tak memperdulikan adik nya itu. Membuat Zello mengalah dan membiarkan Andes untuk duduk di samping Cici dari sebelah kanan nya.


Zello duduk di samping Mommy nya. Karena Daddy nya juga masih menerima telpon di ruang kerjanya. Naura sampai menggeleng kan kepala nya. Saat menyaksikan sendiri bagaimana Cici begitu senang Andes duduk di sampingnya.


" Astaga anak ini. Kenapa sejak dini sudah sangat genit begini? ". Batin Naura tak habis pikir.

__ADS_1


__ADS_2