
Keesokan harinya di tempat yang berbeda seorang pria duduk dengan santainya di sebuah ruangan yang didominasi cat warna hitam, dengan menghisap sebatang rokoknya. Menatap foto seorang wanita cantik dengan rambut yang terurai panjang di pinggiran pantai.
Tok..
Tok..
Tok..
Tak lama pintu ruangannya diketuk dari arah luar. "Masuk!!! ".Ucap Pria itu memberi perintahnya.
Ceklek...
Ketika pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pria dengan penampilan yang terlihat sedikit acak acakan. Bahkan deru nafasnya pun masih sedikit ngos ngosan.
" Selamat pagi tuan".Sapa pria itu mulai mengontrol nafasnya.
"Kau gagal lagi??? ".Seru Pria yang di panggil tuan itu membuat pria yang baru datang hanya bisa menundukkan kepalanya lemah.
__ADS_1
" Maaf tuan!. Kami sudah berusaha tapi ada bantuan yang datang tanpa kami duga. Bahkan semua anggota kita sudah dibantai habis olehnya. Dan ada beberapa yang menjadi sanderanya. Beruntung saya bisa melarikan diri".Pria itu menjelaskan dengan sedikit takut.
"Walaupun kakimu sempat tertembak bukan??? ".Ucap pria itu sambil membalikkan kursi kerjanya. Menatap pria yang tadi baru masuk kedalam ruangannya.
Pria yang nampak lusuh itu pun hanya bisa menundukkan Kepala nya saja. Ia tidak berani menatap wajah tuan nya. Apalagi ia juga gagal dalam misinya.
" Mereka bukan tandinganmu. Bahkan saya saja masih ragu untuk berhadapan dengan orang dibalik semua ini".Serunya sambil mengangkat gelas berisi wisky nya.
"Dan kau selama ini sudah bergabung dengan team nya. Apa kau tidak bisa menggali info sedikit pun tentang mereka??? ".Sambung pria itu lagi sambil memainkan gelas nya dengan cara berputar.
" Maaf tuan Miss S terlalu tertutup untuk urusan itu. Bahkan beliau sangat jarang bertemu dengan anggota nya. Jika tidak ada misi yang akan diselesaikan ".Lagi lagi sang anak buahnya meminta maaf pada tuannya.
Pria yang lusuh dan dengan kaki terluka itu. Hanya bisa menundukkan kepalanya lemah. Ia juga tidak berani untuk protes, Meskipun ia paham betul jika Tuan nya itu sudah mulai tidak waras. Ia terlalu mencintai tunangan nya yang sudah meninggal karena penyakit leukimia.
Hingga ia menemukan seorang gadis yang katanya begitu mirip dengan tunangan nya. Tapi gadis itu malah menolaknya mentah mentah. Berbagi cara ia telah lakukan untuk membuat gadis itu bisa dekat dengannya. Tapi selalu saja gagal gagal dan gagal.
"Apa rencana kita selanjutnya tuan???. Apa anda masih tidak mau menyerah juga?. Setelah ia memutuskan menikah dengan pria itu? ".Tanya Anak buahnya itu.
__ADS_1
Pria itu pun hanya tersenyum , yang nampak sekali ada banyak kelicikan yang ada di otaknya saat ini. Dan melihat itu anak buahnya hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ia juga sebenarnya tidak mau terlibat terlalu dalam. Karena ia juga banyak berhutang budi pada orang yang di incar oleh tuan nya itu. Tapi di lain sisi juga selama ini keluarga nya sudah di nafkahi oleh tuan nya. Bahkan di sediakan tempat tinggal yang layak serta adik adiknya juga di berikan biaya untuk melanjutkan sekolahnya.
Pria yang menjadi anak buahnya itu pun nampak serba salah. Ia sebenarnya tidak mau berbuat jahat. Tapi apalah daya keadaan yang membuatnya begini. Andai saja waktu bisa di ulang dan diputar kembali. Mungkin ia lebih memilih hidup sederhana dan kerja serabutan. Tapi hidup tenang daripada mendapatkan gaji yang berkali kali lipat tapi pekerjaan nya mempunyai resiko yang besar. Bahkan sampai berurusan dengan nyawa manusia.
Ingin sekali ia menyadarkan tuan nya itu. Tapi ia justru tidak punya keberanian sama sekali. Yang ia takutkan adalah keluarga nya sendiri. Bagaimana keluarga nya bisa hidup dengan layak dan bisa makan kalau sampai ia kehilangannya nyawanya.
"Apa kau mulai ragu untuk membantuku??? ".Pertanyaan tuan nya kali ini membuatnya sedikit terkejut tapi ia berusaha untuk menutupinya.
" Tidak sama sekali tuan. karena saya sudah berjanji akan mengabdikan diri ku untuk tuan ".Sahutnya penuh ketegasan.
" Sepertinya kau butuh istirahat. Dan obati saja dulu lukamu!!!".Perintah Pria itu sambil menatap kearah anak buahnya. Mengaligkan pembahasan.
"Baik tuan. Terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu".Paminya sambil membungkuk kan badannya. Memberi hormat pada tuannya sebelum ia beranjak pergi dari ruangan itu.
" Hem".Sahut sang pria datar dan singkat.
Pria itu terus menatap punggung anak buahnya hingga hilang di balik pintu ruangannya. Ia pun tersenyum tipis.
__ADS_1
"Sepertinya sekarang kau mulai ragu Tedi".Guman sang pria sambil mengetuk ngetukkan jarinya pada meja kerjanya.
TBC