
3 bulan kemudian...
Waktu terus berjalan seiring dengan suka dukanya kehidupan. Semua orang pasti merasakan warna warni nya kehidupan. Begitu juga dengan hubungan rumah tangga Al Sherly dan juga Naura serta Mark. Bahkan saat ini Al sedang pendidikan kembali di Bogor.
Fatih pun tak terasa telah berusia lima bulan. Bayi itu semakin terlihat menggemaskan dan sangat tampan. Sherly juga sudah kembali beraktivitas seperti sebelumnya nya. Namun, ia juga kadang membawa Fatih ke rumah sakit sesekali.
Hari ini genap satu bulan Al berada di Bogor. Bahkan sudah satu bulan ini juga mereka tidak melakukan kontak fisik. Hanya melepas rindu melalui video call saja. Sejak pagi Sherly sudah berada di rumah sakit. Sedangkan Fatih hari ini sedang bersama Oma dan Opanya.
Tok... Tok...
" Permisi Umi dokter. Apa kami boleh masuk? ". Suara Velyn membuat Sherly langsung menatap kearah pintu ruangan kerjanya. Dimana saat ini Sherly tengah fokus pada layar laptopnya.
" Ya Ampun mba Velyn. Sherly pikir siapa tadi? ".Sherly sempat pangling akan penampilan baru kakak iparnya itu. Dimana Velyn sekarang telah merubah penampilan dengan menggunakan hijab. Meskipun ia belum menggunakan pakaian syar'i seperti Sherly dan mendiang Manda.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam ". Sherly tersenyum dan menyambut kedatangan kakak iparnya dengan sangat ramah. " Mbak Velyn makin cantik aja pake hijab begini. Wajar saja kak Jery makin cinta". Goda Sherly sembari berkata jujur.
" MasyaAllah, kamu ini She pintar sekali membual udah ketularan Al deh kayaknya". Velyn terkekeh membuat Sherly pun ikut mengulum senyumnya.
" Oh ya, tumben banget mba Velyn kesini?. Ada apa mba? ".Tanya Sherly sedikit penasaran akan kedatangan Sang kakak iparnya itu.
Sherly menautkan kedua alisnya bingung. Ia sangat penasaran akan hal yang akan Velyn bicarakan padanya. Karena Velyn selama ini juga tidak pernah neka neko orangnya. Bahkan, Velyn adalah orang paling jujur yang Sherly kenal selain anggota keluarga Bagaskara lainnya juga.
" Aman mba. Tenang saja!!. Tidak akan ada yang denger kok meskipun kita teriak teriak ". Jawab Sherly sembari meraih remot kontrol dan mulai memasang mode kedap suara pada ruangan kerjanya itu.
Akhirnya Velyn pun mulai lega. Lalu ia pun menceritakan maksud dan tujuannya itu. Dari awal hingga akhir. Membuat Sherly sedikit terkejut mendengar nya. Namun, setelah Velyn menjelaskan detailnya. Akhirnya Sherly mulai paham akan maksud Velyn.
__ADS_1
" Baiklah demi Mba, Sherly InsyaAllah bisa bantuin mba". Jawab Sherly mengulas senyumnya.
" Makasih banyak She. Mba gak tega She hidup nya begitu sangat sulit sekarang ini. Mba hanya berpikir jika ia ada di posisi mba. Mungkin mba lebih memilih mengakhiri hidup mba saja. Daripada harus menanggung malu seumur hidup mba". Lirih Velyn tampak berkaca kaca.
" Apa suaminya dia tahu akan hal ini Mba?? ".Tanya Sherly mulai penasaran. Gelengan kepala Velyn membuat Sherly tak habis pikir. Suami macam apa pria itu.
" Situasinya sangat sulit She. Sebenarnya dia juga salah tapi ia hanya melakukan satu kesalahan nya saja. Itupun karena dirinya telah dibutakan oleh Cinta".
" Sherly paham mba, dan mungkin jika posisi itu ada pada Sherly. Mungkin Sherly lebih memilih untuk menghabisi istri pertamanya saja ". Sherly berucap sembari tertawa. Membuat Velyn hanya menggeleng kan kepala akan sikap konyol Sherly saat ini.
" Kau itu She, sangat mengerikan sekali. Beruntung Mba kenal kamu setelah kamu menikah dengan Al dan bertobat ". Ledek Velyn sambil tersenyum meledek balik istri adik iparnya itu.
Gelak tawa keduanya membuat suasana yang tadinya sedikit tegang , Kini mencair akan tingkah keduanya. Sherly memang mudah beradaptasi dengan baik. Dan ia juga bisa berubah menjadi harimau kelaparan saat situasi genting dan bahaya mengancam keselamatan nya.
__ADS_1