
Mark pun berjalan secepat mungkin untuk memberikan pertolongan pada kakak iparnya. Dan sekaligus suami dari adik nya. Apalagi ketika melihat darah segar yang tak kunjung berhenti menetes ikut membasahi jaketnya.
Dari arah belakang Sherly juga tak kalah berlari demi mengejar suaminya yang kini hampir tak sadarkan diri berada dalam gendonga Mark.
Al masih bisa melihat samar samar istrinya yang berlari ke arah nya sambil memegangi perutnya. "Ja... ngan Lari Sa... ya... ng!!! ".Lirih Al pelan.
Ia tahu tubuhnya semakin melemah karena luka tembak yang ia alami di dunia titik sekaligus. Demi menyelamatkan istrinya Al rela mengahalau arah bidikan senjata api itu. Agar tidak mengenai istrinya.
Belum lagi kondisi nya yang memang sudah lemah karena di kurung selama hampir satu minggu. Tanpa minum, dan tanpa makan sedikit pun. Membuat Al berasa mati rasa saat ini.
" King... "Teriak Reza yang ternyata sudah ada di dalam mobilnya. Melintasi hutan belantara.
Dengan cepat Mark melangkah dengan langkah lebarnya. Dan entah bertemu dimana Reza dengan Samuel. Tapi yang jelas saat ini di dalam mobil Reza sudah ada Samuel. Dokter khusus yang memang Mark siapkan setiap kali ia sedang menjalankan misinya.
"Ayo king!!! ".Samuel ikut turun membantu Mark memasukkan tubuh Al kedalam mobil.
" Lakukan yang terbaik untuknya!!!. Sebelum kita sampai di rumah sakit".Perintah Mark sembari melirik tubuh Al yang sangat lemah saat ini.
__ADS_1
Sherly pun langsung menerobos masuk begitu saja kedalam mobil Reza. Dan ikut duduk di samping suaminya. Membuat Samuel ikut terkejut.
Mark pun langsung mengambil alih sisi sopir karena Reza akan kembali lagi ke medan perangnya. Menemani Jacob dan juga anggotanya yang lainnya . Yang saat ini masih saling serang satu sama lainnya.
Sedangkan Mark mulai menjadi pembalap liar di tengah hutan tersebut. Hingga mobil mereka tiba di tengah jalan raya hanya dengan hitungan detik saja.
Samuel harap harap cemas. Karena ia sedang memberikan pertolongan pertama nya pada Al. Sherly juga sejak tadi menangkup tangan suaminya. Sambil menetes kan air matanya. Membuat Samuel sedikit kaget.
Karena selama yang ia tahu Sherly belum pernah menangisi apapun selama ini. Meskipun ia yatim piatu sejak kecil. Wanita itu selalu tegas dan kuat serta tanggung.
Air mata baginya sangat mahal selama ini. Tapi, malam ini Samuel benar benar tertegun mendengar isak tangis Sherly yang tiada henti. Sambil terus menatap wajah Al.
Samuel, Mark dan Sherly langsung turun dari mobil. Sedangkan Mark sudah berteriak memanggil team medis. Dengan gerakan cepat dokter dan beberapa perawat datang keluar membawa brankar pasien.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sejak tadi Sherly terus mondar mandir di depan ruangan IGD yang lampunya masih terlihat merah. Mark sudah berulang kali menenangkan adiknya tapi Sherly masih saja terlihat panik dan khawatir.
__ADS_1
"Kau tenang saja She!!!. Semuanya akan baik baik saja".Ucap Mark lagi. Dan entah sudah keberapa kali ia mengucapkan kalimat nya itu.
Helaan nafas berat dari Sherly membuat Mark teriris. Dengan perut yang mulai membuncit Sherly sampai rela turun tangan juga. Demi menyelamatkan suaminya. Mark bisa melihat besarnya rasa cinta Sherly untuk Al.
"Ikut aku!!! ".Mark menarik tangan Sherly tiba tiba. Membuat Sherly langsung terkejut.
" Kemana king???. Aku masih ingin disini, menunggu suamiku ".Ucap Sherly datar.
" Kau juga harus memeriksakan keponakan ku itu".Jawab Mark sambil melirik perut Sherly. "Kau tidak mau kan jika sampai suamimu sadar dan malah melihat calon anaknya kenapa napa?? ".Sambung Mark lagi berusaha untuk membujuk Sherly.
Mark khawatir akan kandungan Sherly. Karena tadi Sherly berlari dan juga terus aktif menggerakan tubuhnya. Melawan para musuhnya.
Akhirnya dengan lemah Sherly menurut mengikuti Mark . Membawa nya menuju kearah ruangan lain. Untuk menemui dokter khusus obgin.
Jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Beruntung para dokter selalu siap siaga dirumah sakit ini. Jadi mereka cepat mendapatkan pertolongan.
"Bagaimana dengan mereka???. Apa Jacob berhasil menemukan bajingan itu king??? ".Tanya Sherly setelah mereka berada di depan ruangan dokter obgin.
__ADS_1
" Tidak ada yang bisa lolos begitu saja dariku She".Jawab Mark tegas.
TBC