
Satu minggu berlalu, Sherly dan Al masih tetap saja belum bertemu. Bahkan, Sherly juga sibuk dengan aktivitas nya sendiri. Meskipun demikian ia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan seorang Ibu. Sherly masih bisa menyisihkan tugasnya di rumah dan juga memberikan waktunya untuk Fatih.
Hari ini kebetulan hari weekend. Sherly dan Fatih sedang menikmati indahnya suasana pagi hari di taman belakang. Menghirup udara segar di pagi hari seperti ini. Membuat pikiran dan juga hati tenang. Sinar matahari yang mulai tampak memberikan cahaya pada luasnya dunia.
Baby Fatih juga nampak begitu menikmati udara pagi hari bersama Uminya. Bahkan Fatih juga sangat anteng di stroller nya. Fatih memang tidak minum Asi lagi dari Uminya. Sejak usia kandungan Sherly masuk bulan ke dua. Sebenarnya Sherly masih kasihan dengan Fatih. Di usianya yang sekarang ini seharusnya ia masih harus minum Asi padanya. Tapi, apalah daya benih Al sudah kadung jadi kecambah lagi di dalam rahimnya.
Dan itu juga sebagai rezeki untuk mereka. Sangat tidak bersyukur jika Sherly menolak rezeki dari Allah SWT. " Fatih dingin ya? ". Sherly membenarkan selimut bulu Fatih yang sudah melorot ke bawah dan hampir jatuh ke tanah.
Baby Fatih hanya menatap Uminya dengan mulut yang sedikit terbuka. Mungkin kalau sudah bisa bicara seperti Cici meskipun belum lancar. Fatih akan bilang jika dia merindukan Abinya.
__ADS_1
Sherly mencium gemas wajah putranya. Sembari mengulas senyum bahagia nya. Bahagia karena ia sudah menjalani hidup yang jauh lebih bahagia saat ini. " Kamu tahu sayang. Kalau Umi itu sangat mencintai kalian. Abi, kamu, dan adik bayi".Seru Sherly sangat merasa bahagia. Bahkan ia juga akan melupakan semua kenangan masa lalunya. Yang pernah menjelajahi dunia hitam nan kelam.
Sherly ingin anak anaknya kelak bisa jauh lebih berguna dan jauh lebih baik darinya. Dan Sherly juga berharap jika anak anaknya tidak ada yang mengikuti jejaknya sebagai pembantai manusia rakus.
" Boy, apa kamu merindukan Abi?". Tanya Sherly dengan konyolnya. Padahal sudah jelas jika Fatih sangat merindukan Abinya. Sama halnya dengan dirinya saat ini. Padahal satu bulan di tinggal Al Sherly biasa biasa saja. Namun, entah kenapa sudah tiga hari ini. Sherly begitu merindukan suami mesum nya itu.
Fatih mendongak dan tersenyum bahkan Fatih memainkan ludahnya. Hingga bibir tipisnya basah oleh salivanya sendiri. " No, sayang!. Itu jorok". Goda Sherly sambil tertawa lepas akan tingkah putranya.
Lea tahu kerinduan seorang wanita hamil itu bagaimana. Karena dulu saat hamil Al, Lea juga pernah merasakan di tinggal tugas oleh Rayen kw luar kota. Namun, sebagai istri seorang aparat Negara. Lea harus bisa menahan dirinya dan juga menyampingkan rasa rindunya itu. Berusaha untuk sabar dan menunggu suami untuk pulang dengan selamat.
__ADS_1
" She... Ayo masuk!!. Sarapan dulu! ". Teriakan Lea membuat Sherly sedikit terkejut. Karena melihat ada Mami mertuanya . Padahal masih sangat pagi sekali.
" Ya Mi". Sahut Sherly seraya mulai mendorong stroller Fatih menghampiri Mami Mertuanya.
" Ayo sarapan dulu!. Mami bawa makanan kesukaan kamu loh dari rumah". Lea memang hobby masak jadi, ia juga tahu apapun makanan kesukaan para anak anak dan menantunya. Jadi, Lea pikir tidak ada salahnya untuk membuatnya saat ia sedang senggang.
Apalagi saat seperti ini. Sherly pasti sangat malas untuk masak. Meskipun dirumah nya juga ada banyak pelayan.
" Yaa Allah Mi, kenapa mesti repot repot sih?. Sherly gak enak nih harus merepotkan Mami terus menerus". Sherly tidak tahu lagi harus bilang apa. Karena mertuanya itu memang sangat perhatian dan begitu tulus menyayangi mereka sebagai menantunya.
__ADS_1
" Mami gak merasa di repotkan sayang. Kan Mami memang hobby masak". Jawab Lea sambil tersenyum teduh. " Ayo masuk di meja makan sudah ada Mayra dan si kembar loh".
" Siapa keena Dan Vina ya Mi? ".Anggukan kepala Lea membuat Sherly merasa senang. Karena weekend begini memang waktunya untuk kumpul bersama seharusnya. Dan Sherly jelas bahagia karena para keponakan nya ikut kerumah nya bersama mertuanya juga.