
Al menatap makanan yang tadi di pesan oleh Sherly istrinya. Dengan tatapan yang tak berselera sedikit pun. Karena ia sungguh tidak menyukai makanan ini. Karena melihatnya saja Al nampak geli.
Berbeda dengan istrinya yang sangat lahab memakan nya. Bahkan Sherly sudah mau habis dua porsi. Melihat itu Al meneguk salivanya dengan susah.
"Sayang, apa rasanya begitu enak??? ".Tanya Al yang hanya bergidik ngeri untuk memakan nya.
" Tentu sayang. Cobain deh!!! ".Sherly menyodorkan satu tusuk sate padang dengan lumuran saus berwarna kuning dan aroma rempah pilihan pada mulut suaminya. Tapi Al langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"Tidak sayang. Aku tidak jadi makan".Tolak Al cepat ".Kau boleh menghabiskan nya jika masih kurang!!! ".Sambung Al yang menolak halus
" Benarkah??? ".Antusias Sherly membuat Al langsung menganggukkan kepalanya. Dan mendorong satu porsi miliknya pada sang istri.
" Itu sate kenapa warnanya seperti kotoran bayi".Guman Al yang merasa mual sendiri. Karena sejak kecil ia tidak menyukai sate padang.
Mungkin karena Mami Lea terlalu sering makan makanan itu. Ketika sedang mengandungnya. Makanya Al sudah muak dan bosan. Efeknya ia malah jadi jijik sendiri.
Sherly tak keberatan untuk menghabiskan jatah suaminya. Karena jujur ia masih sangat lapar. Tapi ia juga tidak tega melihat suaminya yang belum makan.
Tapi senyum Sherly kembali merekah. Ketika pintu ruangan rawat suaminya di ketuk dari luar.
Tok...
Tokkk...
Tokkkk...
"Masuk!!! ".Seru Sherly yang sudah tahu siapa yang datang.
__ADS_1
" Astaga miss S, rumah sakit ini begitu jauh dari tempat tinggal ku".Gerutu Tania yang baru saja tiba dengan membawa paperbag yang berisi pesanan Sherly.
"Ah, sudahlah. Biasanya juga kau bolak balik Swiss, Amerika hanya untuk membunuh orang".Ledek Sherly yang sangat mengenal Tania.
Gadis yang selalu berpakaian seksi itu hanya terkekeh saja. Sembari memberikan paperbag yang ada di tangannya pada sherly.
" Hai... Tuan Al, Sepertinya anda sudah sehat".Seru Tania yang kini berpindah menatap Al yang saat ini duduk di ranjang pasien dengan kepala yang ia senderkan pads Kepala ranjangnya.
"Hm".Jawab Al singkat. Karena ia juga sambil menahan rasa laparnya.
Sherly mengulum senyummya. Sembari membuka isi paperbag. Dan memidahkan pada piring. Al melihat istrinya sedang menyiapkan makanan kesukaan nya. Ia pun jadi langsung tersenyum.
" Sayang, apa itu buatku??? ".
" Tentu sayangku. Karena kamu tadi tidak menyukai sate padang itu. Makanya aku minta tolong Tania untuk memesan makanan favorit kamu. Dan membawakan nya kesini".
Tania yang melihat bagaimana Sherly melayani suaminya. Dari menyiapkan makanan nya dan juga kini dengan telaten mulai menyuapi suaminya.
Sungguh pemandangan yang membuat Tania iri. "Aduh, masih ada aku disini Miss S. Tolong jangan bikin baper dong!!! ".Seru Tania sedikit menyindir.
" Makanya nikah".Sahut Sherly dengan santainya.
"Tolong cariin dong!!!. Tapi yang kayak tuan Al ya!!! ".
Sherly langsung menatap tajam Tania. Yang di sambut gelak tawa oleh gadis itu. " Maksudku yang romantis nya seperti tuan Al miss S. Jangan salah paham dulu! ".
" Jika kau berani macam macam. Maka kau akan berhadapan dengan ku Nia".Ancam Sherly sambil mengulum senyumnya.
__ADS_1
"Hahaha.... Sungguh istri yang mengerikan ".Jawab Tania sambil tertawa. Lalu ia pun memilih beranjak pergi dari ruangan itu. Daripada harus melihat ke uwuan Sherly dan juga Al.
Tania keluar dan memilih duduk di kursi depan ruangan Al,dengan kaki yang ia angkat sebelah. Membuat paha mulusnya terekspos dengan nyata.
" Nona Tania, bisakah anda turunkan saja kaki anda Nona??? ".Seru salah satu anggota Mark yang berjaga di depan ruangan.
" Ah, aku lupa jika disini banyak pria ".Jawab Tania dengan santainya. Tapi bukannya menurunkan kakinya. Tania malah semakin membuat anggota Mark mengupat kesal. Karena Tania semakin sengaja memperlihatkan paha mulusnya.
Gadis itu memang selalu bisa membuat pria tak bisa bertekuk lutut padanya. Dan menjebak targetnya dengan mudah. Semua itu adalah keahlian Tania.
Sedangkan di dalam ruangan Al masih saja melahab suapan demi suapan yang diberikan oleh istrinya. Memang makanan rumah sakit tidak ada yang enak rasanya. Wajar saja jika Al memilih untuk pesan di luar saja.
"Oh ya sayang, Kenapa sejak tadi aku belum melihat Papa dan Mami ??. Biasanya mereka selalu datang?".Al bertanya tiba tiba.
" Minum dulu sayang!!! ".Sherly menyodorkan segelaa air putih untuk suaminya. Karena semua isi makanan sudah tandas oleh Al.
" Sebenarnya hari ini Mami dan Papa sedang menghadiri pemakaman istrinya kak Hery bang".Sherly berkata dengan nada hati hati. Setelah ia meletakkan gelas di atas nakas kembali.
"Apa???. Siapa sayang???".Al nampak begitu terkejut akan ucapan istrinya barusan.
" Kak Manda meninggal dunia bang ".
Deg..
TBC
AYO YANG BELUM KASIH VOTE NYA MONGGO MASIH BANYAK KESEMPATAN EMASNYA🤭🤭🤭
__ADS_1