
Di belahan dunia berbeda saat ini jam masih menunjukkan pukul lima subuh. Namun, sejak tadi Cici malah sudah bangun. Mommy nya yang masih mengantuk tampak tidak mengetahui Cici yang sudah berusia sembilan bulan itu. Sudah memainkan bulu mata Daddy nya.
Bahkan Cici juga mentoel toel pipi serta hidung Daddy nya yang mancung. Sambil sesekali menggigit hidung sang Daddy. Mark membuka matanya dan langsung bersitatap dengan mata bulat Cici. Hingga Cici pun melengeh memperlihatkan dua gigi kelincinya.
" Sayang, kenapa sudah bangun?. Ini masih sangat gelap". Tutur Mark yang saat ini terus menatap wajah putri bungsunya. Mereka memang sengaja menidurkan Cici di tengah tengah mereka tidur, ketimbang di dalam box nya.
" Mom... " . Cici menunjuk Mommy nya dengan jari jecilny mungilnya itu.
" Mommy masih mengantuk sayang, biarkan Mommy istirahat saja ya!. Sekarang Cici main sama Daddy dulu". Mark langsung memberikan boneka kesayangan Cici dan kembali menidurkan Cici tepat di samping nya.
Namun, karena Cici sudah bisa bangun dan duduk sendiri. Bahkan Cici juga sudah mulai merambat meskipun belum begitu tepat saat berdiri.
" Eh, mau kemana sayang?. Nanti jatuh ". Mark terpaksa harus bangkit dari ranjang dan menghalangi Cici untuk turun dari atas ranjang. Boneka yang tadi Mark berikan pun langsung ia lempar ke lantai.
__ADS_1
Cici menunjuk arah pintu. Dengan mengangguk anggukan kepalanya. Seolah ia ingin minta keluar kamar saat ini juga. " Sy.. des". Tunjuk Cici yang masih belum fasih saat berbicara.
" No!. Abang Andes masih tidur". Jawab Mark menggeleng kan kepalanya. Mark juga sembari menggerakan jari telunjuknya. Membuat Cici mulai merengek dan mencebikkan bibirnya kesal.
" Hussttt!!. Gak boleh nangis!. Nanti Mommy bangun". Seru Mark berusaha menenangkan putri bungsunya itu. Padahal ia juga masih sangat mengantuk tapi apa boleh buat, Cici masih belum mau tidur kembali.
" Minum susu saja ya sayang!!. Ayo sini! ".Mark mulai menurunkan tali piyama tidur istrinya dan menyentuh bukit sintal milik Naura. Agar bisa memyembul keluar. Dan Cici bisa minum dari sana.
Cici pun mulai mendekat dan langsung menyambar ujung bukit sang Mommy. Membuat Naura sedikit terkejut karena berasa geli saat di sesap oleh Cici.
" Sejak kapan dia bangun sayang? ". Tanya Naura yang malah memejamkan matanya kembali. Karena ia melihat suaminya juga sudah melek.
" Mungkin ada beberapa menit yang lalu. Jadi, aku terpaksa membukanya saja. Agar Cici kembali tidur". Jawab Mark seraya ikut mendekat pada istrinya.
__ADS_1
Cici malah menungging sambil terus ngenyot Asi dari sumbernya. Hingga bokong kecil nya itu tepat membentur jidad Daddy nya. Naura pun langsung tertawa akan aksi sang putri. Karena Mark tak bisa marah saat jidadnya malah di kasih cium pantat Cici.
" Putrimu sendiri Vian. Jangan marah!! ".Ucap Naura yang mulai hilang rasa kantuknya.
" Sana berikan saja dia pada Andes!!. Aku juga ingin minum susu itu". Seloroh Mark dengan ekspresi wajah datarnya.
" Oh astaga, bukankah kau bisa memainkan sebelahnya juga". Naura malah langsung membuka sebelah kirinya. Dan bukannya Mark yang maju. Cici duluan yang pindah haluan. Bahkan tangan kanan Cici sudah bertengger di salah satu bukit Mommy nya. Yang tadi sempat ia hisap demi mengambil Asi nya.
" Hahaha... Dia tidak mau berbagi dengan Daddy nya sayang". Naura terkekeh sendiri. Melihat tingkah putri bungsunya itu. Seolah ia tahu pikiran Daddy nya sedang cabul saat ini.
" Shiittt... Kenapa Cici sejahat ini sama Daddy sih? ". Mark menatap sedikit kesal akan putri bungsu nya ini. Tapi, mau marah ia juga tidak bisa. Cici adalah bidadari kecilnya dan satu satunya anak perempuan dirumah ini. Kasih sayang Mark begitu besar untuk Cici dan Mommy nya. Namun, untuk ketiga putranya Mark juga tak pilih kasih. Hanya saja pada Cici Mark sangat ekstra ketat.
AYO UDAH SENIN NIH, VOTE NYA MANA BESTIE ππ
__ADS_1