Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kegundahan Hati Seorang Ibu


__ADS_3

"Mas... Papa".Teriak Lea yang kini bisa melihat wajah pucat Mona dalam gendongan Al.


" Bik, panggil tuan dan papa mertua saya dibelakang sana. Cepat!!! ".Seru Lea yang kini ikut panik juga.


Tak berselang lama belum juga sempat art nya kebelakang. Rayen dan Bagas sudah datang duluan. Dengan wajah yang tak kalah panik dari Lea dan juga Al.


" Mang, siapakan mobil cepat!!! ".Seru Al sambil terus membopong tubuh Mona yang masih tak sadarkan diri itu. Padahal Al juga menahan rasa sakit di bagian dadanya juga saat ini.


" Mama kenapa ??? ".


" Aku saja tidak tahu mas. Ayo kita kerumah sakit sekarang!!! ".


Bagas yang melihat istrinya tak sadarkan diri ikut panik dan mengejar Al lebih dulu. Sedangakan Raye tak kalah paniknya juga. Kini berlari mengejar putra dan juga Papa nya Rayen bahkan tak sadar telah melupakan istrinya, meninggalkan Lea begitu saja.


Namun, Lea juga memaklumi suaminya. Karena Rayen merasa panik melihat Mamanya terbujur lemah di tangan cucunya.


"Biar Papa saja yang nyetir mobilnya!! ".Seru Rayen saat Al sudah akan membuka pintu mobilnya. Setelah meletakkan tubuh Mona di jok belakang. yang ditemani oleh Opa nya.


" Mas tunggu!!! ".Teriak Lea ketika Rayen sudah akan tancap gasnya. Tapi Rayen langsung menghela nafas nya berat. Ia melupakan istrinya sejak tadi. Sedangkan Al hanya bisa menahan dadanya yang sesak. Belum lagi baju nya sudah basah oleh darah kembali.

__ADS_1


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sampai di rumah sakit baik Rayen maupun Bagas nampak ssmakin panik dan berteriak memanggil team medis. Melihat pemilik rumah sakit datang para team medis langsung bergerak cepat. Menghampiri Rayen dan juga Bagas.


Tubuh Mona langsung dibawa masuk menggunakan brankar pasien. Mona pun langsung masuk ruangan UGD. Suasana rumah sakit tiba tiba heboh. Membuat Sherly yang baru saja selesai bertemu pasien nya. Kini ikut memperhatikan arah koridor.


"Ada apa Sus??? ".Tanya Sherly yang memang tidak tahu apa yang terjadi saat ini.


" Ah, itu dok. Oma nya tuan Al tak sadarkan diri. Dan sekarang para dokter sedang berada di dalam ruangan UGD. Tadi ada tuan Al juga Dok".Jawab sang Suster itu jujur.


Mereka memang tahu jika Sherly adalah istri dari pemilik rumah sakit ini. Tapi, Sherly sengaja menyuruh mereka untuk tetap mengangap nya seperti biasa. Yaitu seorang dokter yang bekerja di rumah sakit sama seperti mereka.


Sherly nampak terkejut akan penuturan suster tersebut. Lalu dengan langkah cepatnya Sherly ingin menghampiri suaminya dan keluarga nya.


Sherly mengerutkan dahinya. Lalu matanya tertuju pada warna baju kaos putih yang di pakai oleh suaminya tadi. Kini sudah berubah menjadi warna merah.


"Abaaaanggg.... " Teriak Sherly bertambah panik. Membuat Lea ikut menoleh kebelakang.


Lea bingung kenapa Sherly malah berlari kearah Al saat ini. Tapi Lea juga bingung harus siapa yang di dahulukan sekarang. Antara mengikuti langkah suaminya tadi atau ikut menghampiri Al putranya.

__ADS_1


"Sayang.... " Teriak Sherly lagi ketika Lea akan melangkah pergi dan menyusul suaminya. "Dokter... Cepat tolong bantu suami saya!!! ".Teriak Sherly terdengar panik.


Karena Al langsung limbung ketika istrinya berjarak sekitar beberapa senti dengan dirinya. Bagaimana Sherly tidak panik darah segar terus mengalir dari dada bekas jahitan operasi suaminya. Membasahi semua kain yang menempel di tubuh kekar Al.


Melihat putranya ikut di angkat di atas Brankar pasien kembali. Lea pun berlari panik mengejar Brankar dan juga anak mantunya.


Sedangkan Sherly sudah panik setengah mati. Ia bahkan terus memanggil nama suaminya. Dengan air mata yang mulai menetes. Sherly takut hal buruk kembali terjadi pada suaminya. Dan kondisi seperti inilah yang Sherly takutkan.


"Al kenapa sayang??? ".Tanya Lea ketika ia sudah berada di depan ruangan UGD juga menghampiri anak mantunya.


" Mami, Luka bang Al seperti nya robek kembali. Dia banyak mengeluarkan darah".Jawab Sherly lirih.


Degg...


Lea menegang di tempatnya berdiri. Sejak tadi berada satu mobil dengan putranya ia sama sekali tidak memperhatikan Al. Wajar saja tadi Al menyuruh mereka untuk berjalan lebih dulu. Karena ia sudah kesakitan


"Sayang tenang ya!!!. Al pasti sembuh. Kita berdoa saja sayang untuk kesembuhan Al dan Oma!!! ".Seru Lea berusaha menenangkan Sherly.


Lea merasa ikut bersalah. Jika sampai terjadi hal lebih buruk dari putranya. Karena sebagai seorang ibu ia merasa kurang teliti dan tak sadar akan sikap putranya sejak di dalam mobil tadi.

__ADS_1


Belum lagi kondisi Mama mertuanya saat ini. Lea berusaha untuk tetap santai. Sedangan kan Sherly hanya menganggukkan kepalanya sendu.


TBC


__ADS_2