
Mami Lea menatap wajah cucunya yang saat ini malah tidur terlelap dalam gendongan nya. Setelah meminum Asi dari Uminya. Baby Fatih kini semakin terlelap dalam gendongan Oma nya. Sedangkan Al dan Sherly hanya menatap sang Mami yang sejak tadi tak mau melepaskan baby Fatih.
Padahal Mami nya sudah banyak cucu dari anak anaknya. Tapi, tetap saja seperti baru pertama kalinya mendapatkan seorang cucu saja. Mungkin Lea begitu bahagia karena kini putra pertamanya telah menjadi seorang Ayah. Dan istri yang sholelah, serta saling mencintai.
" Sherly mau langsung pulang?. Apa gak nginep dulu aja satu malam di sini!!! ".Rayen mulai membuka obrolan.
" Sherly maunya pulang Pa. Katanya bosen lama lama di rumah sakit. Kan sebelum nya dia udah hampir tiap hari berada disini seharian". Al menjawab dengan sedikit meledek istrinya.
" Kalau sehat dan kuat kenapa juga harus lama lama di rumah sakit. Mending pulang ke rumah biar lebih nyaman". Lea ikut menimpali.
" Anak anak udah pada di kasih tahu belum mas??? ". Lea bertanya pada suaminya.
__ADS_1
" Sudah sayang. Dan mungkin besok mereka akan langsung ke rumah Al saja. Lagian sore ini juga kita akan menginap di rumah Al dan Sherly ". Jawab Rayen yang langsung di setujui oleh Lea.
Rasa bahagia tak bisa Lea sembunyikan lagi. Kini sudah lengkap sudah kebahagiaan nya. Anak anaknya juga sudah bahagia dengan para pasangan masing masing. Meskipun terkadang ada banyak masalah yang harus mereka hadapai bersama. Baik itu kehilangan maupun kedatangan anggota baru.
Tapi, semuanya bisa terlewati dengan baik. Asalkan hati tetap ikhlas dan terus berusaha, berikhtiar di jalan Allah SWT. Maka, akan datang dimana hari buah kesabaran yang kita jalani dengan selalu mengingat sang Maha Kuasa.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sore harinya di kediaman Al. Tampak begitu ramai karena ada Mayra dan juga anak anak Naures. Meskipun Naures dan Jery masih berada di luar kota. Tapi, para istri mereka menyempatkan datang ke rumah Al dan Sherly untuk melihat baby Fatih tentunya.
" Masa iya mba?. Matanya aja kali yang mirip". Jawab Sherly sambil terkekeh. Bahkan ia sendiri belum tahu pasti putranya lebih mirip dirinya atau suaminya.
__ADS_1
Tapi jika dilihat dari sikapnya. Saat ini Fatih lebih terlihat cool dan tidak penyenyengan seperti Al suaminya. Dan itu point penting bagi Sherly. Jika, saja sikap putranya menurun Abinya. Entah , apa jadinya rumah mereka nanti karena anak dan Abi colan dengan tingkah konyol mereka. Menghadapi satu orang saja Sherly kadang bisa kesal. Apalagi jika tambah satu orang lagi.
Lea dan Yuni saat ini berada di dapur untuk menyiapkan makan malam. Karena mereka juga berniat menginap di rumah Al juga. Di rumah juga para suami sedang tidak ada di tempat. Jadi, kedua menantu Lea dan Rayen lebih memilih kumpul di rumah Al dan Sherly saja.
" Mba Velyn belum mau nambah lagi nih??? ". Goda Sherly sambil mengedip kan matanya.
" Oh astaga, Sherly. Marchel saja masih sangat kecil. Usianya baru lima bulan loh". Jawab Velyn menggeleng kan kepalanya. Membuat Sherly langsung terkekeh.
" Kali aja mba, kejar setoran". Timpal Al yang baru saja duduk di sofa di samping istrinya.
Beruntung Rayen sudah pergi ke teras belakang bersama para cucu cucunya. Jadi, Sherly dan Velyn bisa mengobrol tanpa rasa canggung di depan Papa mertua nya.
__ADS_1
" Nanti lah, sekarang mau fokus sama Mayra dan Marchel dulu aja. Lagian Mayra juga mulai banyak kesibukan di sekolahnya. Takut keder ". Seloroh Velyn sambil terkekeh.
Dan di sambut gelak tawa oleh Al dan Sherly istrinya. Jika sedang kumpul seperti ini maka, akan jadi hiburan tersendiri bagi mereka. Yang awalnya bukan siapa siapa. Dan juga tak saling kenal. Bahkan mereka dari berbagai kalangan bisa menyatu dan kompak setelah masuk keluarga besar Bagaskara.