
Sedangkan di belahan bumi yang berbeda saat ini. Keadaan mension Mark tak kalah serunya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Namun, Karena abangnya pulang ke mension. Membuat Cici malah ikut membuat rusuh Zello.
Sejak tadi Cici tidak mau keluar dari kamar abangnya itu. Gadis cantik yang baru saja menyelesaikan ujian sekolahnya. Dan ia akan masuk ke Perguruan tinggi beberapa bulan lagi. Saat ini tengah membuat abangnya kesal. Zello jadi mengurungkan niatnya untuk menyentuh gadget nya. Karena Cici masih tetap berada di dalam kamarnya. Dan tak mau keluar sejak dia datang tadi sore.
" Bang, Cici mau latihan lagi dong ilmu bela diri!. Udah lama nih gak pernah di asah lagi". Rengek Cici serius. Bahkan ia merubah posisinya. Yang tadinya rebahan saat ini malah memilih duduk dan bersender pada kepala ranjang abangnya.
" Besok saja kita latihan lagi". Jawab Zello datar. Ia juga senang jika adik perempuan nya. Mau di ajak latihan bela diri. Dengan begitu Cici setidaknya bisa menjaga dirinya juga saat situasi dan kondisi memang harus menuntut nya untuk melindungi dirinya sendiri.
Zello juga tampak senang saat melihat perubahan diri adiknya saat ini. Dimana beberapa bulan yang lalu tubuh Cici masih terlihat gempal dan gembrot. Bahkan pipinya sangat cubby. Tapi sekarang Cici sudah menjelma menjadi seorang gadis remaja yang cantik dan sangat berbeda jauh dari sebelumnya.
Adik bungsunya itu memang benar benar nekad untuk merubah penampilan dirinya. Meskipun saat di tempat umum ia masih menyembunyikan semua kesempurnaan yang ia milik.
__ADS_1
Cici memang sudah langsing, pipinya sudah tidak chubby lagi. Tubuhnya sekarang bak seorang model papan atas. Dengan body goals yang nyaris sempurna. Tetapi, Cici sengaja memakai tubuh karet saat ia di luar mension. Bahkan, gadis itu memakai kaca mata dan juga tak pernah berdandan sedikitpun. Ia bak seorang gadis culun yang sangat tidak disukai oleh para pria di luar sana.
Namun, saat sudah berada di dalam mension. Cici akan terlihat sebagai seorang gadis cantik jelita dan bak seorang bidadari. Bahkan, jika Cici bukan adik kandung nya saja. Mungkin Zello juga sudah tertarik akan pesona adik bungsunya itu.
" Oh ya, Apa bang Andes akan pulang ke mension juga akhir pekan ini? ". Tanya Cici tiba tiba. Membuat Zello memutar kursi nya dan menatap wajah adik bungsunya penuh selidik.
" Kau merindukan nya? _.".
" Ck, Yang benar saja. Bang Andes sudah terlalu sibuk dengan kekasihnya itu. Siapa namanya aku saja lupa". Ketus Cici kesal.
Zello malah mengulum senyumnya. Karena jika di lihat dari sikap Cici. Adiknya itu seperti menyimpan perasaannya. Keluarga nya memang sengaja tidak memberitahu Cici. Jika mereka dan Andes tidak memiliki hubungan darah sampai saat ini. Semua itu Mark lakukan untuk mencegah hal yang tidak di inginkan. Karena sejak kecil Cici sangat lengket dengan Andes. Mark dan Naura takut jika sampai Cici tahu sejak dini mereka berdua bukan saudara kandung. Cici tidak bisa menjaga dirinya, Karena saat beranjak remaja Cici masih sering meminta tidur bersama Andes.
__ADS_1
" Dia itu calon kakak iparmu juga, Ingat itu! ". Goda Zello menarik sudut bibirnya.
" Ogah banget punya kakak ipar seperti dia. Dan jika sampai bang Andes jadi menikah dengan keket. Aku tidak akan menegurnya lagi". Ketus Cici sangat kesal.
" Kenapa kamu yang sewot?. Bukankah itu hak Andes untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Termasuk pasangan nya nanti". Zello sengaja memancing adiknya.
" Hahahah, menjijikkan sekali ". Sahut Cici makin kesal dan mulai bangkit dari ranjang abangnya.
" Mau kemana?. Kita belum selesai ngobrolnya ".
Cici menoleh dan menatap jengah pada abangnya itu. Lalu mencebikkan bibirnya. Pergi begitu saja dari hadapan Zello tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
__ADS_1
TBC