
Di dalam sebuah ruangan gelap hanya terdapat satu lampu saja yang tepat berada di atas kepala seorang wanita. Dengan kondisi tubuh terikat, begitupula kaki dan tangannya. Pada satu kursi, bahkan matanya saat ini telah di tutup kain hitam.
"Tolong... Siapapun itu. Tolong bantu saya lepaskan ikatan ini!!! ". Teriak wanita itu saat indera pendengarannya menangkap suara derap langkah kaki yang saat ini mulai semakin mendekat kearahnya.
" Hei, apa ada orang disana??? ". Kau dengar kan? ".
Wanita itu terus saja meminta pertolongan. Seolah ia berpikir jika ada orang yang mau berbaik hati menolong nya saat ini. Tanpa berpikir jika saat ini, Ia tengah di awasi oleh sepasang mata tajam yang sejak tadi ada di dalam ruangan itu.
Mata yang selalu jelih dan dengan tatapan datarnya. Seolah ia memang sengaja tidak membuat bunyi sedikitpun sejak tadi.
Sreeetttt....
Ting...
Ting...
__ADS_1
Ting...
Suara besi yang sengaja di seret dan juga di pukul pukulkan. Pada tiang besi yang ada di samping wanita itu. Membuat wanita yang posisi nya sedang terikat itu mulai meremang ketakutan. Tubuhnya menegang seketika saat suara berat seorang pria mulai terdengar tepat di samping tubuhnya.
" Kenapa berhenti berteriak??. Berteriaklah sepuas nya!!". Ucap pria itu sembari tersenyum licik. ".Tapi, sampai suara kau habis saja, tidak akan ada satu orang pun yang menolongmu". Bisiknya dengan sudut bibir terangkat.
" Si- Siapa kamu???". Suara wanita itu mulai gugup bahkan ia bertanya dengan tubuh yang sudah bergetar.
" Benarkah kau ingin tahu siapa aku??? ". Tanya Sang pria dengan masih tersenyum iblis. " Tapi, aku khawatir kau akan meminta mati sendiri setelah melihat ku". Ledek nya sambil memainkan pisau kecil di tangan nya.
"Tolong lepaskan aku!!!. Apa salah saya???.Saya merasa tidak pernah membuat salah pada siapapun juga". Teriak wanita itu mulai berontak.
Suara tawa menggelegar mendengar ucapan Sang wanita malang itu. Ia ditertawakan akan kata kata nya sendiri. " Hahaha... Kau pikir ada orang yang tidak membuat kesalahan denganku yang dibawa kemari?. Hah? ". Bentaknya sembari menendang meja yang ada disampingnya.
Brakkk...
__ADS_1
Kretakkk....
Suara meja yang langsung patah sehingga menimbulkan bunyi nyaring di dalam ruangan tersebut. Membuat wanita itu semakin ketakutan. Sungguh ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Wanita itu sebenarnya sadar jika ia telah membuat satu kesalahan. Yang sebenarnya juga tidak ingin ia lakukan. Namun, karena sebuah ancaman membuatnya terpaksa melakukan hal itu.
"Aku mohon tolong lepaskan aku!! ". Wanita itu menangis tubuhnya bahkan bergetar hebat. Ia juga tidak bisa mengatakan apapun saat ini. Sebab, mereka pasti tahu apa yang sedang ia lakukan jika sampai ia berbicara.
Mark memberi kode pada Jacob untuk membuka penutup mata wanita itu. Karena bagi Mark sudah cukup ia membuat wanita itu ketakutan. Dari gelagat yang Mark lihat jika benar wanita itu hanya di jadikan alat saja.
Saat penutup mata nya dibuka. Wanita itu langsung terkejut melihat keadaan sekitaran. Dan ia lebih terkejut lagi saat melihat dengan jelas sosok Mark. Yang pernah ia lihat dari sebuah foto saja.
Dengan tanpa banyak bicara lagi. Wanita itu memberi kode lewat kata kata tanpa bersuara. Membuat Jacob, Reza dan juga Mark sempat bingung. Tapi, beberapa detik kemudian Mark paham.
Kebetulan sekali saat ini Reza tengah memegang sebuah buku kecil lengkap dengan sebuah pulpen.
"Berikan padanya!!! ".
__ADS_1
" Tapi king... ". Reza langsung membungkam mulutnya saat tatapan Mark jauh lebih mengerikan daripada benda yang ada di tangan nya saat ini.
Mark pun menyuruh Jacob untuk melepaskan ikatan tangan Sang wanita. Yang dengan sebuah kode matanya saja. Membuat Jacob sudah langsung paham. Dan langsung mulai melepaskan ikatan tangan wanita itu.