Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Tanpa Di Duga


__ADS_3

Suasana di luar sudah nampak kacau. Bahkan sebagian gedung sudah hangus terbakar akan amukan anggota Mark , Yang sudah tiba beberapa menit yang lalu bersama dengan Anggun.


Sedangkan Al masih saja setia berada di belakang istrinya. Dengan Reza yang ada di depan mereka. Al akan melindungi istrinya jika sampai ada musuh yang datang tiba tiba.


Ardan pun masih berada dalam satu kelompok bersama Tania dan juga Anggun. Saat ini keduanya sudah berada di halaman samping gedung yang tampak tak terurus itu. Tapi, tiba tiba mata Ardan tertuju pada seorang pria yang sangat ia kenal. Dan menjadi panutan mereka selama ini.


Sosok pria yang selalu mereka hormati dan setiap perintahnya juga selalu mereka laksanakan dengan baik.Dia adalah Sersan Mayor orang yang jabatan nya setingkat lebih tinggi dari Al.


Bisa dikatakan senior Al dalam teamnya. Ardan nampak tersenyum tipis karena ia baru sadar. Siapa dalang dalam penculikan mereka saat sedang bertugas.


"Ada apa???. Kau mengenalnya bukan??? ".Tanya Tania sambil mengangkat sudut bibirnya.


" Sangat mengenalnya".Jawab Ardan yang saat ini sedang berusaha menyimpan amarahnya.


"Tenang saja!!!. Setelah ini semua penjilat seperti mereka akan mendapatkan ganjarannya".Tania berkata seolah ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


" Di sana!!! ".Tunjuk Anggun yang baru saja menemukan jalan keluar untuk membawa Ardan dan Tania bergabung dengan anggota nya yang lain.


Namun, Ardan malah berbelok arah. Ia tidak bisa membiarkan pengkhianat di dalam oraganisasi terus terulang. Membuat pria itu dengan beraninya masuk kembali kedalam gedung. Dan mencari sosok yang ia kenal tersebut.


"Shiittt... Dia begitu nekad".Seru Tania sambil mengupat.

__ADS_1


Begitu pula dengan Al serta ketiga prajurit yang saat ini masih ikut berupaya melawan satu persatu klan nya. Bahkan jumlah mereka semakin bertambah. Membuat keenam orang itu mulai kewalahan.


" Sayang, tetap di belakang ku!!!. Jangan lakukan apapun dan berlindung saja!! ".Seru Al yang nampak ngeri melihat aksi istrinya. Dalam keadaan perut yang mulai membuncit begitu. Sherly nampak membabi buta.


Ia bagaikan orang yang sedang kesetanan. Melawan habis para musuhnya hanya dengan hitungan detik. Apalagi ketiga anggota Al, ia begitu ngeri melihat cara kerja istri seniornya itu.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Mark dan Jacob pun sudah mulai turun tangan. Membuat anggota yang mengetahui kedatangan king. Musuh dari tuan besarnya mulai ketar ketir. Saat melihat titisan malaikat pencabut nyawa itu mulai beraksi tanpa welas kasih sedikit pun.


Sejauh ini mereka pun belum menemukan sama sekali pemimpin anggota klan nya. Yang bisa Mark tebak jika saat ini, mereka pasti sudah melarikan diri ataupun bisa jadi masih bersembunyi di tempat tersebut.


" Baik king".


Jacob pun mengarahkan anak buahnya untuk menyisir gedung tersebut dengan teliti. Mark yakin ada jalan pintas di dalam gedung itu.


Seluruh hutan juga sudah di kepung oleh anggota Mark. Jadi tidak ada satu orang pun yang bisa keluar dengan selamat malam ini. Namun, tiba tiba Mark di kejutkan oleh sosok Sherly yang saat ini sedang ikut bertarung bersama suami dan juga Reza.


"Dam it... , Kenapa Sherly bisa ada disini??? ".Geram Mark yang sama sekali tidak mengetahui jika adiknya itu berhasil keluar dari pengawasan anggotanya.


" Ada apa king???. Tanya Jacob setelah ia menembak salah satu anggota klan nya.

__ADS_1


"Lindungi Sherly dan juga Al!!!. Karena mereka adalah incarannya saat ini!!! ".


Belum juga lidah Mark kering setelah memberi perintah. Dan Jacob belum sempat mengiyakan perintahnya. Tiba tiba mata Mark di buat melotot sempurna. Ketika terdengar satu tembakan dari arah depan.


" Sherly.... ".Teriak Mark saat ia melihat adiknya mulai luruh dan nampak limbung.


Mark berlari sekuat tenaga sambil mengamuk dan menebas mengarahkan senjatanya kepada siapapun yang menghalau langkahnya. Jacob pun tak tinggal diam. Ia ikut melindungi king nya.


Mata Anggun dan Tania pun nampak melotot sempurna. Ketika terdengar suara teriakan Mark Memanggil nama adiknya. Dan mereka lebih terkejut lagi ketika Sherly mulai terduduk di tanah.


Tapi begitu Mark tiba di sana. Mark langsung kaku ditempatnya berdiri. Ketika melihat baju seragam Al sudah basah oleh darah segar. Sedangkan Sherly sudah menangis memangku suaminya.


"Sayang... Tolong bertahan lah!!!.Bangun sayang... Bangun...!!! ".Jerit pilu Sherly ketika mata Al nampak mulai terpejam.


Rendi dan kedua A juga sampai hampir lemah. Melihat seniornya nampak sekarat dengan bersimbah darah segar. Tapi musuhnya masih sangat banyak.


Melihat itu Mark pun langsung memerintah kan Jacob. Untuk mengurus sisanya. Sedangakan Mark langsung mengambil alih tubuh Al dan menggendongnya begitu saja.


Reza langsung gesit meskipun kondisi nya ikutan panik. Apalagi ketika melihat Sherly benar benar penuh amarah.


Sherly ikutan bangkit dan mengambil alih senjata laras panjang yang ada di tangan Jacob. Dengan gerakan cepat ia langsung mengarahkan senjatanya dan menembak habis para klan nya tanpa ampun.

__ADS_1


__ADS_2