Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Keadaan Sesungguhnya


__ADS_3

Rayen terus mengikuti langkah lebar istrinya yang terlihat jauh lebih panik lagi. Menyusuri koridor rumah sakit tersebut. Ya Rayen dan Lea langsung pergi begitu saja. Setelah mereka mendapat kabar jika Al masuk rumah sakit dari Mark.


Bahkan Naura juga ikut serta dengan kedua orang tuanya. Tapi bumil itu tidak bisa berjalan dengan langkah cepat. Membuat Rayen jadi harus ikut menggimbangi langkah putri dan istrinya.


Sedangkan kedua putranya yang lain. Naures dan Jery belum bisa datang. Karena Naures sedang melakukan perjalanan bisnis ke Luar negeri. Dan untuk Jery, Rayen dan Lea sengaja tak memberitahunya karena saat ini putra tertua nya itu sedang banyak masalah.


Rayen dan Lea tidak mau membuat Jery semakin stres saja karena kondisi adiknya. Sebab, saat ini Jery sedang kalut, antara dilema menuruti keinginan istrinya yang sangat konyol bagi mereka. Tapi, semua itu di lakukan oleh Manda hanya untuk kebahagiaan dan kebaikan suami dan putrinya. Setelah ia benar benar pergi suatu hari nanti.


"Papa duluan saja, susul Mami!!!. Naura bisa menyusul pa".Seru Naura yang terlihat menges. Kehamilan yang kedua ini memang beda dengan kehamilan yang dulu.


Naura sering nampak malas dari pada bergerak. Ia juga banyak ngemil. Membuat tubuhnya kembali melebar dan pipinya sudah semakin cubby.


Naura juga kadang malas untuk mandi. Membuat Mark hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Perubahan sikap dan kebiasaan Naura sejak hamil kedua. Sering membuat bingung, tapi Mark juga bersyukur karena ia tidak kerepotan seperti saat Naura hamil si kembar.


Karena Naura tidak pernah meminta apapun yang memberatkan nya. Ia hanya ngidam biasa saja. Dan tak meminta yang aneh aneh hingga membuat asisten Jacob ikut keteteran seperti dulu.


"Sudah sana pa!!! ".Ulang Naura ketika Rayen terlihat ragu untuk meninggalkan putrinya yang tengah berbadan dua itu berjalan sendiri.


" Tapi sayang kamu...

__ADS_1


"Biar Naura sama saya saja pa".Bariton suara serak suaminya membuat Naura langsung tersenyum. Dan Rayen pun baru lega dan tenang. Untuk menyusul langkah istrinya. Yang mungkin sudah sampai di ruangan Al.


" Baiklah papa duluan. Jaga istrimu itu Vian!!! ".


Rayen bergegas pergi dengan langkah lebarnya. Setelah Mark sampai di hadapan istrinya. Senyum Naura sudah terbit sejak tadi. Ia begitu merindukan suaminya. Yang sudah pergi selama satu Minggu ini. Hanya untuk pencarian sang kakak nya.


" Kenapa menangis?. Hm?? ".Tanya Mark bingung karena istrinya tiba tiba menitik kan air matanya.


"Kau jahat Vian".Seru Naura yang tadi tersenyum sekarang malah langsung menangis. Ia juga sambil memukul mukul dada bidang suaminya.


" Kenapa sayang??.. Aku baik baik saja. Tidak ada yang kurang sedikitpun ".Ucap Mark sambil mengulum senyumnya.


"Tapi aku tidak... Hiks... hiks... ".Naura malah semakin terisak dan anehnya malah memeluk erat tubuh suaminya.


" Kau merindukan ku?. Hm??? ".Tanya Mark pelan sambil ikut mengeratkan pelukan nya pada tubuh semok sang istri.


" Sangat".Jawab Naura dengan suara merengeknya. Membuat Mark langsung terkekeh.


"Aku tahu sayang, Kau pasti merindukan suami tampan mu ini".Seloroh Mark sembari mengecup pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


Naura mendongakkan kepalanya. Lalu bertanya".Bagaimana kondisi kak Al vian??? ".


Helaan nafas berat Mark membuat Naura sudah bisa menebak. Jika kakaknya sedang tidak baik baik saja. Itu pun terlihat dari tatapan mata Mark saat ini.


" Ayo kita temani Sherly!!!. Dia pasti butuh kita sayang".Ajak Naura sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah kusut suaminya yang masih terlihat tampan meskipun belum sempat mandi.


"Bagaimana dengan kak Jery??? ".Tanya Mark tiba tiba. Karena ia juga sudah tahu masalah Jery sejak sebelum Al pergi bertugas. Hanya saja Mark tidak ingin ikut campur. Sebab, itu menyangkut rumah tangga kakak iparnya.


" Entahlah sayang, Semuanya malah menjadi semakin rumit".Jawaban Naura membuat Mark sudah bisa menebak jika sekarang Jery sedang tidak baik baik saja.


Mark hanya diam tanpa ingin memberikan komentar apapun lagi. Akan lebih baik sekarang mereka kembali ke ruangan Al saja. Menemani Sherly dan memberikan nya semangat untuk tetap sabar demi kepulihan suaminya.


Mark memang sudah tahu bagaimana kondisi Al yang sebenarnya. Hanya saja Mark menyuruh Samuel untuk tidak menjelaskan detailnya. Karena Mark tidak mau membuat Sherly semakin hancur jika mengetahui kondisi suaminya saat ini.


Mark berharap apa yang mereka takutkan tidak terjadi. Karena kemungkinan Al untuk pulih sangat tipis. Sebab, peluru yang hampir menembus jantungnya bukan lah peluru biasa. Benda itu sudah di beri racun yang sangat mematikan. Dan masih bersyukur Al masih bisa bertahan sampai dirumah sakit.


Al sebenarnya juga mengalami infeksi yang menyumbat cara kerja jantungnya. Belum lagi racun yang sudah masuk kedalam tubuhnya saat ini sudah mulai bereaksi. Samuel hanya bisa meredakan sedikit rasa sakitnya. Tapi untuk penawarnya hanya ada pada mereka yang meraciknya.


Oleh sebab itu ,Mark sudah memberi perintah pada Jacob untuk tidak membunuh ketua klan nya itu. Karena hanya dia yang tahu dimana obat penawar itu berada.

__ADS_1


TBC


__ADS_2