
Kediaman Al...
Ketika Sherly sedang siap siap akan pulang kerumah. Sedangkan di rumahnya saat ini sedang ada Mayra dan juga Celine. Mereka datang bersama Oma Lea. Kedua gadis kecil itu saat ini sedang mengajak baby Fatih bermain. Tapi yang di ajak main malah hanya menatap dengan wajah datarnya saja.
" Oma, kenapa Fatih jarang sekali tersenyum ??? ". Tanya Celine sedikit kesal akan sepupunya satu ini.
" Iya, wajah Fatih datar kayak papa dan Papi Barra". Celetuk Mayra yang langsung membuat Lea terkekeh.
" Jangan begitu sayang!. Mereka adalah orang tua kalian. Gak boleh tidak sopan dengan orang tua ya!! ".Meskipun Lea mengakui jika apa yang dikatakan cucunya adalah benar adanya. Tapi, Lea tetap ingin menanamkan sikap baik untuk para cucu cucunya.
" Iya Oma". Jawab Celine dan Calista secara bersamaan.
Tak berselang lama deru suara mesin kendaraan terdengar di halaman depan. Lea tahu pasti ada yang datang. Tapi, itu bukan suara mesin mobil milik Al ataupun Sherly.
" Itu pasti Mami yang datang". Celine sudah menebak bau bau mami bar bar nya.
__ADS_1
Dan benar saja selang beberapa detik suasana rumah Al sudah heboh akan kedatangan Nyonya Barra. " Hallo semuanya". Seru Calista dengan langkah bak seorang foto model papan atas datang menghampiri Lea dan ketiga cucunya yang saat ini tengah duduk di ruang keluarga.
" Orang itu datang ucapin salam dulu!!. Dasar kelamaan tinggal di Negara orang, ya begitu kelakuan nya". Lea menggeleng kan kepalanya menatap keponakannya itu.
" Uuh, Mami galak amat sih. Tapi, kok gak tua tua ya? ". Seloroh Calista pada Mami Lea. Entah lah itu suatu pujian atau makian dan hanya Calista sendiri yang tahu.
" Wajar saja Mama kamu stress orang putrinya model begini sih". Cibir Lea meledek Calista.
" Hahah, Mami iihh jahara sekali". Calista pura pura memanyunkan bibirnya. Dan pura pura sedih membuat Lea menggeleng kan kepalanya berkali kali. Kelakuan Calista di atas normal wanita pada umumnya.
Jadi, Calista akan sangat cocok dengan Al dan Naura. Meskipun ujung ujungnya Al sendiri juga pusing sendiri akan ulah sepupunya satu ini.
" Heh, kok gitu sih ekspresi nya?. Awas loh ntar naksir lagi sama Mami". Ucap Calista menggoda keponakan nya.
Lea menepuk jidadnya sendiri. Bagaimana ia tidak pusing kalau begini caranya. " Lis.. Tolong jagain Fatih sebentar!!. Mami mau bantu bibik siapin makan siang dulu. Mungkin Sherly Papa akan pulang sebentar lagi". Ucap Lea pada Calista.
__ADS_1
" Oke Mami ku sayang". Jawab Calista yang langsung meletakkan tas mahalnya di atas sofa. Sedangkan dirinya kini akan menggendong baby Fatih.
" Mami, pesenan Celine mana??? ". Celine yang sejak tadi diam kini mulai menanyakan makanan yang ia pesan sewaktu Calista menelpon Oma Lea tadi..
" Aduh iya sayang Mami hampir lupa. Itu tadi sudah Mami suruh bibik bawa kebelakang. Sana minta saja dengan Oma ya!!! ".
Celine dan Mayra pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan mulai melangkah pergi ke arah dapur. Sedangkan Nyonya Barra kini mengambil alih tugas momong Baby Fatih.
Calista tiba tiba mencium bau bau tidak sedap. Dan ia mulai mengendus ngendus sekitar nya. " Kok bau kentut ya? ". Guman Calista dan kemudian ia mulai merasakan tangannya sedikit basah . Sedangkan Baby Fatih malah tersenyum padanya.
" Oma... Fatih pup". Teriak Calista memanggil Lea. " Kenapa Fatih gak pake pampers sih? ".Calista terus saja berteriak.
" Mami lupa sayang, tadi males mau ambil pampers nya di kamar atas". Jawab Lea dari arah dapur.
" Suster... Tolong!!! ".Calista langsung meminta tolong babysitter Fatih yang baru nongol dari balik pintu ruangan keluarga itu. Membuat sang babysitter pun mulai mengambil alih Fatih dari pangkuan Calista.
__ADS_1
" Oh ya Ampun bajuku". Calista menatap dres nya yang bewarna putih kini malah berubah sedikit kuning karena ulah Fatih. Babysitter Fatih pun hanya bisa mengulum senyumnya saja.
TBC