Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Sembunyi


__ADS_3

Semua orang masih panik setengah mati, Bahkan Mommy nya juga masih menangis sejak tadi. Andes yang berulang kali mengecek ke kamar Mommy nya,bersama Zello tiba tiba Zello mencurigai sesuatu.


" Ada apa? ". Tanya Andes saat Zello memberikan kode padanya. Sambil melirik ke arah lemari pakaian besar di dalam ruangan walk in closet.


Zello menggerakkan dagunya seolah menyuruh Andes untuk membuka lemari tersebut. Membuat Andes pun paham. Langkah Andes tepat berhenti di depan sebuah lemari kaca besar. Sebelum membuka Andes sudah mengulum senyumnya.


Ceklek...


Andes mulai membuka satu pintu ke pintu yang lainnya. Hingga pas pada bagian bawah. Mereka berdua bisa melihat Cici yang malah asyik tidur pulas di bawah lipatan selimut tebal bagian lemari paling bawah.


" Ck... kelakuan balita ini". Andes tersenyum lega. Sedangkan Zello menggelengkan kepalanya dan langsung keluar memanggil Momny nya.


Zein ingin sekali tertawa terbahak-bahak, Namun ia langsung mengurung kan niatnya saat melihat tatapan tajam Zello dan Andes. Kedua pria dingin itu sama sama posesif kalau masalah Cici dan Mommy nya.

__ADS_1


Andes pun langsung mengangkat tubuh gembrot Cici dengan sedikit kesulitan. Untuk ia pindahkan pada ranjang Mommy nya. Dan entah akal dariman Cici bisa pindah tidur ke dalam almari begini.


" Mana adik kalian? ". Naura ikutan nyelonong masuk saat sudah diberitahu oleh pelayan. Jika putri bungsu nya telah di temukan dan malah enak enakan tidur pules masuk dalam lemari pakaian milik Mommy nya.


" Oh astaga, Cici... ". Naura menepuk jidadnya sendiri. Ia hampir saja gila jika sampai Cici beneran hilang. Dan yang jelas, siap siap saja mereka semua kena amukan nya Mark.


Namun, pada kenyataannya memang dasar bontot nya Naura yang banyak pola. Hingga membuat semua penghuni mension ngap dan kebingungan untuk beberapa menit yang lalu. Sampai sampai sang Mommy lebay menangis bombay.


" Hussssttt...!. Sana kamu punya kamar sendiri Zein! ". Naura mulai mengusir putranya.


" Ayolah Mom!. Zein sudah tidak berdaya untuk jalan ke arah kamar". Jawab Zein dengan bohongnya. Padahal, ia hanya malas karena matanya pun masih ingin terpejam. Dengan ulah Cici barusan membuatnya harus ikut panik dan khawatir. Yang ternyata malah si bungsu masuk dalam lemari pakaian orang tuanya.


Zello dan Andes pun pada akhirnya malah ikutan berbaring di ranjang Mommy nya juga. Membuat Naura melotot sempurna. Melihat kelakuan ketiga putranya itu.

__ADS_1


" Geser!! ". Seru Andes menyingkir kan tubuh Zein dari samping Cici. Dan malah ia yang menggantikan posisi Zein. Begitu juga dengan Zello yang malah sudah berbaring duluan di samping sebelah kanan Cici. Hingga Zein mengalah berada di belakang Andes.


" Jadi, Mommy tidur dimana?? ". Tanya Naura yang melihat ke empat anak anaknya sudah mengatur posisi masing masing.


Zein menepuk di sampingnya. ". Sini saja Mom!!. Dekat Zein". Serunya sambil tersenyum.


Andes dan Zello pun mengulum senyumnya. Begitu juga dengan Naura yang langsung melangkah menuju arah ranjang. Dan memutuskan tidur di samping Zein. Memeluk ke empat anaknya yang tangannya saja sudah tidak bisa mendekap tubuh keempat anak anaknya itu dalam satu pelukan saja.


" Kalau kalian sudah pada dewasa nanti. Apa masih mau bobok dengan Mommy begini?".


" No". Jawab ketiga putranya itu serentak.


" Oh ya Ampun... Kalian itu kompak sekali sih". Naura mencebikkan bibirnya manyun.

__ADS_1


__ADS_2