Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Have Nice Dream


__ADS_3

Zello mengunci kamarnya dari dalam, Anak laki laki itu mulai meletakkan laptopnya di atas meja sofanya. Lalu ia mendaratkan bokongnya di sana, Zello membuka bajunya hingga ia hanya bertelanjang dada saja.


" Dam it... " Upat Zello saat ia tidak bisa meraih lukanya yang ada di punggung bagian belakang nya. Sejak tadi ia menahan lukanya sendiri. Agar semua keluarganya tidak ikut mengkhawatirkan keadaan nya.


Bahkan ia juga telah mengobati lukanya sendiri sejak ia kembali dari hutan itu. Punggung nya kembali mengeluarkan darah saat ia kebanyakan bergerak karena membuat ramuan obat dan juga memainkan laptopnya. Hingga kain kasanya kini juga telah kembali basah akan darahnya.


Zello melangkah menuju arah cermin yang ada di dalam ruangan walk in closet . Tak lupa ia juga kembali mengambil kotak P3K nya yang ada di laci lemarinya. Anak itu mulai mengobati luka nya kembali dengan pertama kembali menempelkan kapas yang sudah ia beri alkohol. Dan kemudian, mengoleskan saleb pereda nyeri. Terakhir, Zello menutup lukanya dengan kain kasa kembali.


Sedikitpun Zello tidak berekspresi lemah sekali saja. Ia memang selalu berekspresi datar dalam keadaan apapun. Jika saja luka itu terjadi pada orang selain, mungkin tidak akan sekuat Zello.


Zello menatap wajahnya sendiri di depan cermin besar yang ada di hadapannya. Wajahnya seolah bagaikan pria dewasa. Yang sedang menatap dirinya sendiri lewat pantulan cermin nya itu.


" Aku sendiri yang akan menghabisi kalian, jika kalian masih ingin mengusik keluarga ku. Meskipun sampai anak cucumu nanti ". Geram Zello dengan tatapan penuh amarahnya.

__ADS_1


Tok... tok.. tok...


" Zello sayang, Buka pintunya!!. Mommy mau bicara".


" ANDES". Geram Zello lagi saat ia mendengar suara Mommy nya yang terus menggendor pintu kamarnya dari arah luar.


Zello meraih piyama tidurnya yang masih tergantung rapi di dalam lemarinya. Lalu memakainya dengan gerakan cepat. Agar Mommy nya tidak curiga padanya. Jika, menunggu nya membukakan pintu kamarnya terlalu lama.


" Ada apa Mom??. Aku ingin istirahat, bisa tidak bicaranya besok pagi saja! ". Pinta Zello sembari menguap seolah ia benar benar lelah.


" Beneran kamu hanya lelah sayang?. Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dari Mommy? ". Selidik Naura masih menatap curiga pada putranya itu.


" Memangnya apa yang bisa Zello sembunyikan dari Mommy? ". Zello malah kembali bertanya pada Mommy nya.

__ADS_1


Naura menghela nafasnya pelan. Lalu kembali menatap sang putra ". Bolehkah Mommy masuk? ". Naura pun langsung masuk begitu saja kedalam kamar Zello. Sebelum putranya mengizinkan nya untuk masuk.


" Mom, come on. Zello benar benar lelah. Bisakah besok pagi saja kita bicara?. Zello hanya butuh istirahat Mom". Zello tidak mau Mommy nya melihat bekas kain kasa yang ada di atas meja sofanya. Yang mana belum sempat Zello buang ke kotak sampah.


Zello juga menahan tangan Mommy nya. Hingga Naura berhenti melangkah dan masih berdiri di bibir pintu kamar putranya. Naura menatap mata putranya untuk mencari kebohongan disana. Namun, nihil tatapan Zello tidak mengartikan apapun juga. Karena putranya satu ini sama sekali tidak bisa di tebak.


" Baiklah, Silahkan istirahat boy!. Besok saja kita bicara lagi! ". Naura mengalah karena ia juga tidak bisa melihat kebohongan Zello saat ini. Bahkan, Naura melihat tidak ada yang aneh aneh di kamar putranya.


Zello hanya mengangguk kan kepalanya saja. Dan kembali menguap seolah seolah ia sudah tidak tahan lagi untuk memejamkan matanya itu.


" Have nice dream boy". Seru Naura ketika ia sudah membalikkan badannya untuk segera keluar dari kamar Zello.


" Nice dream Mom". Jawab Zello merasa lega karena Mommy nya tidak jadi masuk kedalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2