
Al terkekeh saat melihat tatapan tajam istrinya. Bukannya takut Al malah lebih senang melihat istrinya kesal seperti ini. Bahkan jangan panggil namanya Al Naru kalau si Abi Fatih gak konyol dengan segala ide jahil di otaknya itu.
Sherly memanggil babysitter Fatih untuk menjaga Fatih . Sementara ia akan menyiapkan air hangat untuk suaminya. Al pun akhirnya mengikuti langkah istrinya sampai ke kamar atas. Saat Sherly tengah menyiapkan air hangat untuk nya. Al memilih untuk membuka semua pakaiannya. Dan malah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan keadaan polos.
" Astaghfirullah, Abi". Sherly sempat terkejut saat melihat tubuh kekar Al yang polos tanpa terbalut kain apapun. Tapi, suaminya itu malah dengan santainya menenggerkan salah satu tangannya pada daun pintu dengan kaki yang ia silangkan.
Hingga mentimun nya pun terlihat menggantung di antara sela pangkal paha nya. Sherly menggelengkan kepala sembari berjalan menghampiri suaminya yang konyol bin edan itu.
" Ini kalau ada yang lihat gimana?. Kenapa mesti di umbar sih? ".Sherly dengan gemas nya malah meremas mentimun Al. Membuat Al malah berekspresi merem melek menggoda istrinya.
" Oh, lebih halus lagi sayang!!. Ohh... " .
Al malah sengaja meracau dan sembari menahan tangan istrinya. Ia tidak akan membiarkan Sherly lolos begitu saja setelah, Sherly memegang mentimun nya. Ia sudah menyempatkan diri untuk pulang sedikit cepat dari biasanya. Agar bisa mandi bersama dengan Sherly. Tapi, begitu sampai dirumah. Istrinya malah sudah selesai mandi.
" Abi... udah iihhh".Sherly berusaha menghentikan Al. Yang mulai membimbing tangannya naik turun pada mentimun sakti mandraguna itu.
__ADS_1
Namun, bukan Al jika ia tidak mempunyai seribu akal. Al tidak akan menyerah begitu saja, sampai apa yang ia inginkan tercapai.
" Siapa saja yang udah pegang ini bi??? ". Goda Sherly sedikit meledek suaminya. Al yang tadinya memejamkan matanya. Kini ia kembali membuka mata indah itu dengan seutas senyum smirk nya.
" Kau yang terakhir sayangku". Bisik Al dengan suara beratnya. Beriringan dengan membesarnya timun dibawah sana.
Al segera menutup pintu kamar mandinya. Dan buru mendorong tubuh istrinya hingga menyentuh tembok di samping pintu kamar mandi tersebut. Lalu Al dengan gerakan cepat langsung mengangkat gamis istrinya. Memutar tubuh Sherly agar membelakanginya.
" Tidak sabaran sekali ". Cibir Sherly menahan tawanya. Namun, beberapa detik kemudian Sherly malah langsung menggigit bibir bawahnya. Karena Al sudah menenggelamkan kepalanya di bawah sana.
Posisi Sherly yang membelakangi nya dan sedikit berjongkok itu. Membuat Al lebih leluasa membasahi bibir goa lembab dengan sapuan benda tak bertulang miliknya.
Dan benar saja sepersekian detik kemudian. Sherly langsung melenguh nikmat. Akan ulah Al dibawah sana. Bagaimana tidak Al terus menyesap dan memainkan benda tak bertulang itu dengan lihainya.
Merasa cukup karena sang Goa kenikmatan mulai lembab. Al pun langsung berdiri dan mulai menancapkan mentimun nya kedalam mulut goa nya.
__ADS_1
" Akhh... ".
" Ohhh... ".
Keduanya sama sama mulai mengeluarkan suara suara merdu. Hingga beberapa saat lamanya. Beriringan dengan gesekan dibawah sana. Memompa tiada hentinya. Sambil bergoyang Al pun sudah melucuti semua benang yang menempel di tubuh istrinya.
Al kini pun mulai memainkan sumber kehidupan Fatih. Sampai sampai air minum Fatih langsung mancur akan ulah tangannya itu.
" Akhh... Sayang".
Sherly sampai terbata bata akan kelihaian dan kelincahan anggota tubuh suaminya itu. Al dan Sherly sungguh menikmati nya sampai mereka berdua benar benar puas.
Bahkan sore ini Sherly harus kembali mandi lagi. Bahkan saat dibawah shower pun. Al tetap mengulangi nya. Nyatanya puasa selama dua bulan membuat Al sangat sangat kalab.
" Abi... Jangan di buang di dalam!!. Aku belum KB". Seru Sherly yang selalu saja mengingatkan suaminya.
__ADS_1
" Ah, telat.Sudah terlanjur tumpah sayang". Jawab Al jujur karena kemarin sewaktu di Bali juga ia malah menumpahkan di dalam juga. Bohong jika Al sempat mencabut timun nya saat akan menangis.
Sherly pun hanya pasrah, paling tidak ia pasti akan kebobolan nantinya. Al memang benar benar tidak bisa di bilangin sama sekali. Kalau sudah enak, lupa akan segala galanya.