
Di saat Al dan Sherly sedang terpisah jarak dan waktu. Dan hanya bisa bertemu lewat panggilan telepon saja. Itu pun hanya beberapa menit. Namun, rasa percaya dan cinta Sherly tidak akan pernah luntur oleh jarak yang memisahkan keduanya.
Di saat waktu yang berbeda juga.Saat ini seorang pria yang tengah duduk di kursi kerjanya. Sedang menikmati rokok nya dengan mengepulkan asapnya ke udara.
Ia pun sambil mendengarkan musik favorit nya. Wesky mahal yang tak pernah hilang dari meja kerjanya kini sudah tinggal setengah botol saja. Ia begitu menghayati musik nya sembari terus menikmati rokoknya juga.
"Tuan, ada barang baru".Ucap seorang pria bertubuh kekar datang menghampiri tuannya.
Membuat pria itu menoleh dan menarik sudut bibirnya. Ketika ia melihat anak buahnya datang dengan membawa seorang gadis yang masih belia. Yang mereka seret masuk kedalam ruangan kerja atasannya.
" Wow... Berapa usianya??? ".Pria itu terlihat memasang wajah senangnya ketika melihat mainan barunya malam ini.
" Masih 16 tahun tuan".Jawab pria yang tadi memberitahu tuannya.
Pria itu pun langsung bangkit dari kursi kerjanya. Menghampiri gadis belia yang dibawa masuk oleh anak buahnya. Ia mengitari tubuh gadis itu sembari mengendus mengendus aroma tubuhnya. Membuat gadis itu semakin ketakutan dan terus berontak.
"Hahahha... Kau akan mendapatkan kenikmatan malam ini sayang".Bisik pria itu tersenyum licik. Sedangkan tanganya sudah merobek kemeja yang di kenakan oleh gadis itu hanya dengan satu tarikan saja.
Membuat satu bukit kembar si gadis menyembul keluar. Mata pria itu semakin berkabut kalau ia melihat bukit milik si gadis yang terlihat masih bagus dan masih sangat padat.
Gadis itu berteriak histeris membuat para pria disana langsung terkekeh. Gelak tawa mereka semakin membuat si gadis semakin ketakutan.
__ADS_1
"Siapkan dia!!!. Dan aku akan menemuinya Satu jam lagi dari sekarang!!! ".Perintah pria itu tegas pada anak buahnya.
Tapi salah satu tangannya masih menempel pada buah kembar salah satu milik gadis itu. Ia masih sempat meremasnya kuat membuat si gadis belia itu meringis.
" Berikan dia aroma mawar merah!!! ".Perintahnya lagi sambil mencium ujung jarinya yang sempat ia gunakan untuk memegang bukit sintal si gadis tadi.
" Baik tuan".
Anak buahnya pun langsung beranjak pergi. Sambil membawa gadis tersebut dengan paksa. Sedangkan Pria itu kembali duduk di kursi kerjanya dengan tawa puasnya. Tawa yang sangat menggelegar memenuhi setiap sudut ruangan. Sejenak ia melupakan misinya, karena tidak sabaran untuk menikmati tubuh gadis barunya malam ini.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Jam di dinding mulai menunjukkan tepat pukul tujuh malam. Pria yang sejak tadi terlihat tidak sabaran ingin menyentuh mainan barunya. Kini tengah melangkah memasuki sebuah kamar khusus. Yang memang di persiapkan untuk aksi gilanya.
"kenapa kau begitu terlihat tidak sabaran sayang? ".Seru pria itu semakin mendekati si gadis. Bahkan kini tangannya sudah puas menggerayangi setiap inci kulit tubuh gadis tersebut.
Melihat si gadis yang semakin berontak dan sambil berteriak. Minta di lepaskan, Pria itu malah semakin tertawa puas. Ia menarik laci yang ada di samping ranjang. Dan mengambil kotak berisi serbuk halus yang tak tahu serbuk apa itu.
Dengan sadisnya ia malah menumpahkan serbuk halus bewarna putih itu kedalam mulut gadis tersebut. Lalu ia juga membuka mulut gadis itu sambil menuangkan air kedalam nya.
Uhuk... Uhuk... Uhuk...
__ADS_1
Gadis itu sampai terbatuk batuk. Tapi pria itu nampak tidak perduli sama sekali. Ia malah semakin tertawa lepas. Lalu menarik paksa kain pembungkus tipis bewarna merah dari tubuh sang gadis.
Memperlihatkan setiap benjolan di bagian dadanya terlihat nyata. Dan anehnya gadis itu sekarang bukan berontak. Ia malah seperti kepanasan sendiri.
Seperti sekian detik kemudian. Pria itu mulai melancarkan aksinya. Ia menikmati setiap lekuk tubuh gadis itu. Yang ia tebak masih sangat suci. Dan entah dari mana anak buahnya menemukan gadis malang itu.
Dan pada akhirnya si pria mulai menggila ketika alat tempurnya sudah masuk bersarang dibawah sana. Merobek selaput darah gadis malang tersebut dengan paksa. Tapi pria itu malah menikmati nya dengan sangat puas.
"Oh Sherly... Apa tubuhmu akan senikmat ini".Racaunya disela pacuan tubuhnya pada gadis itu.
Ia malah membayangkan wajah Sherly setiap kali ia melakukan hubungan badan dengan para wanitanya dan juga gadis gadis malang yang sudah ia renggut kesuciannya.
Padahal ia sama sekali belum melihat bagaimana wajah Sherly sebenarnya. Karena wanita itu selalu memakai cadarnya.
Kegiatan gila itu terus saja berlanjut sampai gadis itu sudah tak bisa bergerak lagi. tenaganya terkuras habis. Untuk melayani pria gila dan sinting itu menjelajahi tubuh kecilnya.
Bahkan tubuh gadis itu sudah memar dimana mana. Akibat ulah si pria jahanam itu. Ia bagai seorang psikopat yang gila ***. Karena sambil berpacu pria itu sambil menjambuk lawan mainnya.
Setelah puas bermain dengan si gadis itu. Pria itu langsung memanggil anak buahnya kembali.
"Tedi... Siapkan dia untuk tamu tamuku malam ini!!! ".Perintah nya lagi sembari mengancingkan kemejanya.
__ADS_1
" Baik tuan".Jawab pria yang bernama Tedi itu. Ia begitu miris melihat nasib para gadis yang tak berdosa seperti ini. Karena mereka pasti akan dijual paksa oleh tuannya. Dan menghasilkan uang untuknya.
TBC