
Saat Papa Rayen Al dan juga Mami Lea masih mengobrol di ruang keluarga. Sedangkan Sherly sudah masuk kedalam kamar duluan. Karena menidurkan baby fatih. Bik Wati baru saja tiba bersama seorang wanita yang usianya sedikit di atas Sherly.
" Itu mungkin bik Wati udah pulang Al". Lea mulai beranjak dari tempat duduk nya. Dan ingin melihat langsung art anak dan menantu nya yang baru dibawa oleh Bik Wati.
" Mami mau kemana??? ".Al bertanya ketika melihat Mami nya malah ingin keluar ruangan keluarga.
" Mau nyamperin bik Wati dan art baru kalian. Mami pengen lihat dan memastikan kalau art yang bik Wati bawa bukan tipe tipe art genit". Jawab Lea tegas.
" Hahah... Mami ada ada saja. Lihat tuh Pa, istri Papa makin banyak cucu makin posesif saja". Al meledek Mami nya sembari menggeleng kan kepalanya.
" Dulu malah Mami kamu lebih posesif dari ini Al. Dan dia juga tidak mau punya art yang lebih muda dari Mami. Apalagi itu semua malah di dukung sama Oma Mona". Rayen mulai curhat tentang masa lalunya dengan Al.
" Jelas lah Mami begitu. Soalnya mungkin Mami ingin antisipasi supaya Papa gak niatan lagi buat cari sugar baby". Celetuk Al dengan santainya malah ia sambil terkekeh.
Puggg...
Bantal sofa kembali melayang tepat mengenai jidat Al. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Papa Rayen. Al benar benar banyak tahu tentang masa lalu kedua orang tuanya. Dan itu pasti Oma Mona yang cerita.
" Santai saja kali pa, Al juga mau kalau sugar babynya cantik kayak Mami". Goda Al lagi sambil menaik turun kan alisnya.
__ADS_1
" Bisa mati konyol kamu di tangan Sherly. Kalau kamu berani macam macam di luar sana". Ketus Rayen yang juga tahu siapa Sherly dan keluarga Mark sebenarnya. Namun, Rayen hanya menilai sisi kebaikan dari mereka. Sedangkan sisanya bagi Rayen itu adalah pilihan hidup dan hanya masa lalu.
Meskipun ia tahu sampai saat ini menantu nya masih menjalankan bisnis nya. Tapi, apapun itu Rayen tidak mau ikut campur terlalu dalam. Bukan, Karena Rayen takut ataupun mendukung. Namun, Apa yang di lakukan Mark semua nya juga demi keluarga nya.
Sebagai orang tua Rayen dan Lea hanya bisa menasehati, Dan juga mendoakan yang terbaik. Selebihnya para anak anak mereka yang lebih paham. Tentang apa yang akan mereka lakukan demi kebahagiaan mereka sendiri.
Al langsung bungkam dan berhenti tertawa. Saat Rayen mengucapkan kata yang membuatnya baru mengingat siapa istrinya.
" Kenapa???. Coba saja kalau kamu ingin melihat menantu Papa mengamuk!!. Atau biar Papa yang bantu cariin sugar baby nya? ". Goda Rayen balik membuat Al melotot tak percaya dengan sang Papa.
" Jangan aneh aneh Pa!!. Al laporin Mami nanti baru Papa tahu rasa loh". Al mulai mengancam Papanya tapi Rayen malah terkekeh.
" What??. Papa curang ". Al berusaha merebut ponsel Rayen. Tapi sayangnya Rayen malah tak mau kalah begitu saja. Keduanya tampak saling tarik menarik ponsel. Hingga Papa dan anak itu seperti sedang tindih menindih.
" Papa sama bang Al ngapain??? ".
Deg...
Al dan Rayen pun langsung menoleh kearah belakang. Dimana ternyata ada Sherly sedang berdiri dengan tatapan bingung nya. Karena saat ini posisi Al sedang terlihat seperti ingin mencium sang Papa.
__ADS_1
Al pun langsung bangkit dan kembali membenarkan posisi duduknya. " Sayang, itu sedang cabut uban Papa". Bohong Al sedikit kikuk.
" Bohong She, Al tadi ingin...
Al langsung membungkam mulut Rayen dengan kedua tangan nya. Membuat Rayen langsung menendang kaki putranya itu.
" Sherly, bik Wati baru pulang tuh. Coba kamu temui dulu!!! ". Al langsung merasa lega karena kedatangan Mami nya.
Sedangakan Rayen kini langsung mentoyor kepala Al dan langsung bangkit dari tempat duduk nya. Meninggal kan Al yang baginya sangat menyebalkan.
" Papa mau kemana??? ".
" Lihat art baru kalian, siapa tahu bisa di jadikan sugar baby". Jawab Rayen asal.
Al langsung tertawa terbahak-bahak. Papa nya itu rupanya juga bisa bercanda. Tapi Rayen auto langsung bungkam saat melihat tatapan tajam istrinya. Dan ternyata Lea masih berdiri di depan pintu ruangan . Tentu saja Lea mendengar semua apa yang di ucapkan suaminya tadi.
" Pa tung.... " Al langsung terkejut saat ia ingin keluar dan melihat tatapan tajam Mami nya kearah sang Papa.
Al menarik sudut bibirnya ".Selamat menikmati Papa ku tersayang". Bisik Al meledek sang Papa dan mulai menjauh dari sepasang suami istri itu, agar dirinya tidak terkena imbasnya juga.
__ADS_1