
" Dia kenapa lagi? ". Andes bertanya saat Zello sudah ada dihadapan nya. Sembari menatap ke arah Zein yang malah duduk di pojok ruangan latihan.
Zello mengangkat bahunya acuh". Biarkan saja!. Zein sedang merasakan sakit hati". Jawab Zello yang tak pernah bisa berkata dengan nada pelan dan tidak ketus.
Zello pun memilih membiarkan Zein merenung dengan pikiran bodohnya saja. Dan itulah yang membuat Zello kadang kesal sendiri akan sikap saudara kembarnya itu. Zein mudah sekali bersikap baik pada orang lain. Dan ia juga tidak pernah menaruh curiga pada setiap orang. Zein bukannya tidak pandai dan cerdas. Hanya saja ia memiliki sifat yang mudah luluh.
" Ayo kita lanjutkan saja latihannya!. Biarkan saja Zein bodoh sendirian! ".Ketus Zello yang mulai melangkah menuju arena latihan di ikuti oleh Andes.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Naura tampak memejamkan matanya di karpet bulu yang ada di ruangan keluarga. Matanya sungguh sangat lengket sekali hari ini. Padahal jam di dinding masih menunjukkan pukul 11 . Baby Cici sedang asyik bermain dengan babysitter nya.
" Sus, titip Cici ya!. Saya mau mengistirahatkan mata sebentar ". Ujarnya pada sang babysitter Cici.
__ADS_1
" Siapa Nyonya". Jawab sang pengasuh Cici sambil tersenyum.
Dan tanpa ingin menimpali lagi. Naura malah langsung benar benar memejamkan matanya. Bahkan ia juga tak menghiraukan tempat tidur nya saat ini. Yang sudah penuh akan mainan Cici.
" Aww... ". Naura memegangi jidadnya yang tak sengaja tertimpuk dengan bola mainan Cici.
" Maaf Nyonya , saya tidak sempat mencegah bolanya". Babysitter itu tampak sedikit gugup karena ia meleng menjaga aksi Cici.
Naura pun langsung duduk dan menatap putrinya yang saat ini malah ikutan menatap Mommy nya. Lama lama Cici malah tertawa sendiri. Karena baginya ekspresi wajah sang Mommy sangat lucu saat ini.
" Hihihi... ".Cici kembali nyengir seolah sedang berusaha menghibur Mommy nya. Mungkin ia akan minta maaf karena sudah menipuk jidad mommy dengan bola mainan nya.
Naura pun tak tahan menahan tawanya. Ketika melihat ekspresi wajah bayi gembrot itu. Yang matanya semakin tampak bulat dengan warna Hazel. Bulu mata yang lentik alis yang tebal. Hingga Cici bagaikan boneka suzan yang bisa berbicara.
__ADS_1
" Anak Mommy MasyaAllah cantiknya ". Seru Naura mencium gemas pipi gembul Cici dan sesekali ikut mencubit gemas.
Namun, lama lama Cici malah nangis karena saking gemasnya. Naura malah menggigit dagu Cici tak kira kira. Hingga kulitnya merah dan sangat kontras dengan warna kulit Cici yang seputih susu.
" Oh, sayang. Mommy nakal ya?. Heg. eh.... Cup cup cup... Sayang ". Naura mulai menenangkan putrinya yang ternyata hanya pura pura menangis saja. Tapi, suaranya bikin geger seisi mension.
Kadang Naura juga tak habis pikir, Kenapa anak anaknya bisa memiliki sifat dan karakter beda beda begini. Padahal mereka satu pabrik, satu adonan dan satu jalan keluar juga.
Baby Cici kembali diam saat Naura membuka dandanannya. Hingga bayi gembrot itu langsung nyengir dan menyambar nutrisinya dengan lahab. Bahkan ia minum Asi sambil nungging dan tidak mau duduk dengan benar.
" Sayang, jangan begitu mam nya!. Ayo duduk dengan benar! ".Naura mulai membenarkan posisi putrinya agar lebih nyaman. Namun, selang beberapa menit, Cici sudah kembali sesuka hatinya lagi.
Hingga Naura lelah sendiri, Dan membiarkan Cici bergerak dengan posisi sesuka hatinya saja. Babysitter Cici pun hanya bisa tersenyum gemas akan tingkah Cici. Yang setiap hari semakin banyak akalnya.
__ADS_1
TBC