Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Dua Pasangan Saingan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Al dan Sherly sudah saling dekap mendekap satu sama lainnya. Hingga suara suara erotis yang begitu membangkitkan gairah terus terlontar dari mulut keduanya.


Peluh dan keringat mulai saling membasahi tubuh masing masing. Bahkan Al pun sudah banyak meninggalkan jejaknya di kulit tubuh istrinya. Al begitu mabuk dan kalab.Bagaimana tidak kalab, Pria anak satu itu sudah menunggu sampai satu bulan lebih. Malah kini sudah hampir dua bulan lamanya.


" Akh... ".


Lenguhan dan des-ahan Sherly terus saja mengiringi pacauan tubuh suaminya. Keduanya sama sama menikmati surganya dunia yang rasanya tiada banding. Dan sulit untuk di ungkapkan dengan kata kata.


" Oh, sayang. Aku tidak mau berhenti ".


Racau Al yang benar benar merasakan kenikmatan hakiki. Sejak Fatih lahir baru inilah ia melakukan nya lagi. Selama ini hanya menggunakan bantuan tangan dan mulut istrinya saja untuk mengasah timun supernya itu.


Saat keduanya melupakan sejenak sang putra yang dengan kurangajar nya Al titipkan pada Maminya. Sedangkan kedua orang tuanya malah asyik bergumal panas.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Tak hanya Al dan Sherly saja ternyata yang saat ini tengah mandi peluh dan keringat. Karena di dalam kamar yang lain juga. Mark dan Naura malah sejak beberapa menit yang lalu sudah berpacu dalam melodinya.


" Oh yeaahh... ".

__ADS_1


" Akh... ".


Racau Mark dan des-ahan Naura menggema di dalam kamar yang tak kalah mewahnya dengan kamar yang di tempat oleh Al dan Sherly saat ini. Siti dan Imron ternyata telah lebih dulu bergelut panas. Hingga saat ini Mark mulai ingin mengerang.


" Ohhh... Kau terbaik sayang".


" Uuhhh .... Akh".


Imron telah menyemburkan cairan kental yang membuat hangat di dalam ruang si siti di dalam sana. Keringat dan peluh sama sama bercucuran. Selalu menjadi saksi dahsyat nya permainan siti dan Imron.


Mark mengecup dahi istrinya lalu ia ikut ambruk di samping Naura dengan deru nafas yang masih ngos ngosan. " Apa Cici tidak menangis sayang? ". Tanya Mark sembari melirik istrinya yang malah ingin memejamkan matanya.


Naura kadang tak habis pikir. Putri bungsu nya bisa sedekat itu dengan Andes. Di banding kan kedua kakak kandungnya sendiri. Jika Zello memang harap maklum ia sangat dingin melebihi apapun. Bahkan bicaranya saja sangat ketus dan tidak pernah memikirkan perasaan orang, Mau tersinggung atau tidaknya.


Mark pun hanya tersenyum tipis. Ia juga berpikiran sama dengan istrinya. Bahkan Mark akan membiarkan hal itu terjadi sampai mereka dewasa nanti. Tanpa sepengetahuan istrinya Mark pun akan mendukung jika setelah anak anak nya dewasa kelak. Andes akan saling mencintai dengan Cici. Meskipun mungkin nantinya keduanya malah tidak berjalan sesuai rencana Mark sendiri.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Di tempat resepsi pernikahan Reza dan Tania sejak tadi semua orang sedang mencari keberadaan Mark dan Naura begitu pula dengan Al dan juga Sherly. Namun, beberapa saat kemudian semua orang jadi paham. Apa yang keempat manusia itu lakukan.

__ADS_1


Baby Cici pun sudah tertidur pulas di pangkuan Andes. Dan membuat Lea jadi tidak tega melihat nya. Bahkan sejak tadi Andes tak bisa bergerak dengan leluasa. Karena Cici begitu menempel padanya.


" Mas, tolong pegang Fatih dulu!!. Cici sudah tidur di pangkuan Andes. Biar Mami panggil kan babysitter Cici buat bawa ke kamar nya saja ". Lea menyerah kan Fatih pada suaminya. Dan langsung mendekati Andes yang saat ini tengah duduk di salah satu kursi tamu bersama Zein dan juga Zello.


" Cici biar sama Oma saja sayang. Kamu pasti capek kan mesti gendong adik kamu sejak tadi". Tutur Lea tersenyum kagum pada Andes. Anak itu begitu telaten mengasuh Cici. Tidak seperti Zein dan Zello yang hanya bisa menjahili adiknya saja.


" Biarkan saja Oma!!. Cici itu paling hanya pura pura tidur saja. Dia akan menangis jika pindah tangan ". Zello malah yang menjawab dengan melirik sekilas pada adik bungsunya itu.


" Zello sayang, Andes pasti capek. Kenapa kamu tidak mau gantian dengannya. Cici kan adik kalian juga? ".


" Cici itu genit Oma. Mana mau dia sama kami berdua. Maunya cuma sama Andes saja". Zein ikut menimpali dengan mencebik kesal pada sang adiknya.


Lea masih saja ingin mengambil alih baby Cici karena tak tega melihat Andes yang sejak tadi tak mampu bergerak dari tempat duduk nya. Bobot baby Cici sangat gembrot sehingga tubuh Andes pun terlihat kecil saat menggendong Cici.


" Emmmmm Hiks... hiks.. ".


" Tuh kan Oma apa Zello bilang. Cici itu hanya pura pura tidur saja". Zello menatap jengah pada baby Cici membuat Zein langsung terkekeh.


" Sudah Oma tidak papa. Andes masih kuat kok". Ucap Andes begitu tulus bahkan ia sangat sopan berbicara pada Lea saat ini.

__ADS_1


TBC


__ADS_2